healthy

Anoreksia Nervosa, Diet Yang Beresiko Kematian

Kita semua punya kebiasaan makan masing-masing. Ada yang sukses makan empat sehat lima sempurna seperti di buku pelajaran Penjaskes dulu, ada yang harus berpuas diri dengan makan dua porsi indomie sehari dimasak di magic jar karena di kamar kosnya enggak ada kompor. Tapi, ada sebagian teman-teman kita yang pola makannya sama sekali enggak sehat. Entah mereka makan terlalu banyak, makan terlalu sedikit atau mencoba mengurangi berat badan dengan cara-cara ekstrim yang malah berbahaya.

Menjaga berat badan agar tetap normal merupakan salah satu upaya hidup sehat. Namun, diet berlebihan sebenarnya juga malah membahayakan. Karena terkadang hal tersebut juga dibarengi dengan hilangnya nutrisi dalam tubuh. Gangguan inilah yang disebut dengan Anoreksia.

Dalam ilmu kedokteran, gangguan seperti ini juga disebut dengan Anoreksia Nervosa. Penderitanya akan mengalami gangguan makan yang ditandai dengan menolak mempertahankan berat badan yang sehat gara-gara takut berlebihan terhadap peningkatan berat badan. Tanpa penanganan, Anoreksia bisa mengakibatkan kematian, lho! Berikut ini 5 kasus anoreksia paling parah yang pernah terjadi.

Apa Itu Anoreksia Nervosa

Orang yang menderita gangguan perilaku makan mungkin tidak menyadari bahwa ia menderita gangguan tersebut. Bahkan, mungkin mereka menolak dikatakan menderita gangguan perilaku makan. Salah satu jenis gangguan perilaku makan adalah anoreksia nervosa.

Anoreksia nervosa adalah gangguan perilaku makan yang ditandai dengan ketakutan berlebih terhadap berat badan sehingga mereka cenderung untuk membatasi asupan makannya dengan cara melakukan diet yang sangat ketat. Mereka cenderung membiarkan dirinya kelaparan karena terlalu takut dengan kenaikan berat badan jika ia makan.

Orang yang menderita Anoreksia mempunyai berat badan yang sangat rendah, biasanya kurang dari 85% dari berat badan ideal mereka. Beberapa tanda-tanda lain dari Anoreksia adalah.

  • Amenore (hilangnya periode menstruasi).
  • Hiperaktif dan cenderung melakukan olahraga yang berlebihan.
  • Rambut rontok (dan kemungkinan tumbuhnya rambut tubuh alias lanugo).
  • Denyut nadi rendah.
  • Sensitif terhadap dingin.
  • Gugup pada saat makan.
  • Memotong makanan menjadi potongan-potongan kecil.
  • Mengisolasi diri dari keluarga dan teman-teman.
  • Perfeksionis, cenderung untuk menjadi sangat kritis terhadap diri sendiri.
  • Mungkin memiliki episode makan berlebihan (binge eating) dan pembersihan diri dari makanan (purging) seperti melalui muntah yang dipaksakan.

Penyebab yang Beragam

Tidak ada satu penyebab khusus untuk Anoreksia. Beberapa penelitian membuktikan bahwa Anoreksia adalah gangguan yang menurun karena keturunan penderita Anoreksia lebih berpeluang mengalami gangguan tersebut. Gangguan kejiwaan yang lain seperti depresi atau stres berat juga bisa membuat orang mengalami Anoreksia.

Namun, salah satu penyebab utamanya adalah tekanan dari masyarakat sekitar. Di masyarakat, badan yang langsing dan kurus dianggap sebagai badan yang paling ideal. Alhasil, banyak orang berusaha keras untuk memenuhi standar badan ideal ini. Beberapa orang berdiet, ada yang berolahraga lebih teratur, namun sebagian melakukannya secara berlebihan dan malah anoreksia.

Intinya, seseorang yang Anoreksia tidak percaya diri dengan tubuhnya sendiri. Mereka mengalami gangguan bernama Body Dysmorphic Disorder alias BDD. Seseorang yang Anoreksia akan selalu beranggapan bahwa dirinya gendut, tidak menarik dan berat badannya terlalu tinggi meski sebenarnya dia sudah terlalu kurus. Dia tidak mampu melihat tubuhnya secara objektif lagi.

Masalah Fisik yang Muncul


Masalah fisik yang dirasakan pengidap AN ini disebabkan oleh sedikitnya asupan makanan, terutama dalam jangka waktu yang panjang. Beberapa masalah tersebut adalah.

  • Kelelahan.
  • Anemia.
  • Sakit kepala dan pusing.
  • Kembung.
  • Konstipasi.
  • Insomnia.
  • Napas bau dan masalah gigi akibat sering memuntahkan makanan.
  • Pembengkakan pada lengan dan kaki.
  • Jari tangan dan kaki menjadi kebiru-biruan akibat buruknya sirkulasi.
  • Demam.
  • Rambut rontok.
  • Kulit kering atau berwarna kekuningan.
  • Masalah pada pertumbuhan fisik dan pubertas pada anak-anak dan remaja.
  • Insomnia.
  • Detak jantung tidak teratur atau aritmia.
  • Tidak tahan terhadap suhu dingin.
  • Dehidrasi.
  • Tekanan darah rendah.
  • Tumbuhnya rambut halus di sekujur tubuh.
  • Kuku yang mudah patah.
  • Sakit perut.
  • Gangguan menstruasi pada wanita.
  • Pingsan.

Anoreksia Sebenarnya Bisa Ditangani, Tapi?

Biasanya, gejala Anoreksia disadari oleh anggota keluarga atau teman dekat yang peka. Masalahnya, kebanyakan penderita Anoreksia tidak mau mengakui bahwa mereka mengalami gangguan. Mereka beranggapan bahwa yang mereka lakukan adalah hal yang wajar dan tidak suka jika pilihan tersebut diganggu. Padahal, Anoreksia adalah salah satu bentuk gangguan jiwa yang paling mematikan.

Jika penderita penyakit ini terbuka pada bantuan, sebetulnya itu bisa ditangani. Biasanya, Anoreksia ditangani dengan bantuan dokter yang bisa mulai merancang pola makan lebih sehat dan psikiater yang bisa menangani sisi psikologis si pasien. Dengan terapi yang rutin dan perlakuan yang tepat, seharusnya Anoreksia bisa ditangani dan dihadapi. Kalau kamu mengalami Anoreksia atau kenal seseorang yang menderita penyakit ini, jangan khawatir karena kamu tidak sendirian.

Orang yang menderita anoreksia perlu untuk secara perlahan-lahan kembali mengkonsumsi makanan sehat. Suplemen vitamin dan mineral mungkin diperlukan untuk mengembalikan nafsu makan dan metabolisme tubuh seperti semula. Selain itu, penderita anoreksia juga perlu mengontrol stres dan mencari dukungan dari keluarga maupun teman. Tetap sehat, tetap semangat dan tetap terus ikuti arikel saya yang berikutnya ya. Terima kasih.