pengetahuan

Penjelasan Lebih Dalam Mengenai Seorang Tunawicara

Hi guys, mimin mau nanya nih. Kalian pernah gak sih ketemu sama orang yang gak bisa bicara atau biasa kita sebut bisu? Kebayang gak sih guys gimana susahnya mereka jika ingin berkomunikasi. Kalau ketemu sama kita yang normal pasti bakalan kayak ayam sama bebek yang gak ngerti bahasa masing-masing, Oleh karena itu, marilah kita mengenal lebih dalam tentang mereka agar kita juga bisa dekat dengan mereka. Pengen tahu prosesnya gimana? yuk capcus kita kepo-kepoan,

Arti Dari Kata Bisu Atau Tunawicara

Bisu atau biasa yang kita sebut dengan tunawicara atau gangguan bicara adalah ketidakmampuan seseorang untuk berbicara. Bisu ternyata disebabkan oleh gangguan pada organ-organ seperti tenggorokan, pita suara, paru-paru, mulut, lidah dan sebagainya. Bisu pada umumnya akan dikaitkan dengan tuli atau tidak bisa mendengar.

Bayi yang terlahir tuli dan bisu dapat disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya faktor genetika (keturunan, perkawinan antar kerabat yang terlalu dekat, seperti antara sepupu kandung, sehingga terjadi mutasi gen yang tidak wajar. Selain itu, kurang atau tidak berfungsinya organ pendengaran, keterlambatan perkembangan bahasa, kerusakan pada sistem saraf dan struktur otot, serta ketidakmampuan dalam kontrol gerak juga dapat mengakibatkan keterbatasan dalam berbicara. Penyebab lainnya adalah cacat intelektual dan autisme. Seseorang dapat terlahir menjadi bisu atau menjadi bisu di kemudian hari dikarenakan adanya cidera yang dialaminya.

Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa satu dari seribu bayi yang lahir mengalami tuli (tunarungu) dan bisu (tunawicara) dan hampir 50 persen kondisi tuli dan bisu tersebut dialami oleh anak-anak karena faktor keturunan. Namun adapun penyebab lainnya adalah karena trauma atau cedera pada daerah broca di bagian otak.

Apa sih sebenarnya penyebab dari gangguan bicara ini?

Gangguan pada saat bicara adalah hal yang selalu dialami oleh anak-anak. Ini adalah ketidakmampuan belajar yang disebabkan oleh otak yang cara kerjanya berbeda. Anak-anak mungkin akan merasa kesulitan ketika mereka berbicara, mereka akan menggunakan bahasa lisan untuk berkomunikasi atau memahami bahasa tubuh orang lain. Nah berikut ini ada beberapa penyebab dari gangguan saat berbicara.

*Gangguan pendengaran, biasanya ini sering diabaikan walaupun sebenarnya ini mudah  diidentifikasi. Jika kalian melihat tanda bahwa anak mulai sulit berkata-kata, maka cobalah untuk memeriksakan pendengaran mereka.
*Intelektual disabililtyis umum juga dapat menyebabkan keterlambatan bicara dan bahasa.
*Kurangnya bersahabat dengan lingkungan yang ekstrim dapat menyebabkan seseorang menjadi lambat untuk berbicara . Jika seorang anak selalu diabaikan atau mereka tidak berinteraksi dengan orang lain, maka mereka tidak akan pernah belajar untuk berbicara.
*Prematur juga dapat menyebabkan perkembangan mereka menjadi tertunda, termasuk masalah untuk berbicara dengan baik.
*Gangguan pendengaran juga dapat mempengaruhi pita suara mereka.
*Masalah-masalah neurologis seperti cerebral palsy, distrofi otot dan cedera otak traumatis dapat mempengaruhi otot-otot yang diperlukan untuk berbicara.
*Autisme juga dapat mempengaruhi komunikasi. Seseorang yang mengalami autisme sudah bisa dipastikan cara bicara mereka akan terganggu.
*Masalah struktural seperti bibir sumbing atau sumbing langit-langit juga dapat mempengaruhi cara bicara seseorang walaupun sebenarnya ia normal.
*Apraxia bicara adalah gangguan saat berbicara di mana anak memiliki kesulitan dalam menganilis apa yang dikatakan seseorang.
*Selektif mutism adalah ketika seorang anak tidak akan berbicara sama sekali dalam situasi tertentu dan biasanya ini lebih sering terjadi disekolah.

Bagi mereka yang memiliki kondisi medis atau perkembangan tertentu juga akan memiliki potensi mengalami gangguan bicara ini. Kondisi medis yang dapat menyebabkan gangguan bicara ini adalah:

*Autisme
*Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
*Stroke
*Kanker mulut
*Kanker laring
*Penyakit Huntington
*Demensia
*Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS atau Lou Gehrig’s disease)

Bagaimana gangguan bicara dapat didiagnosa?

Disini biasanya para dokter akan menggunakan tes yang dinamakan Artikulasi Denver Skrining. Artikulasi Denver Skrining adalah sistem pengujian yang paling sering digunakan oleh para dokter untuk mendiagnosa gangguan bicara. Tes ini akan mengevaluasi kejelasan dalam pengucapan pada anak-anak yaitu pada usia 2 sampai 7 tahun. Tes yang hanya menggunakan waktu lima menit ini dapat digunakan sebagai pengujian untuk mereka.

Tes ini juga dapat mengukur kosakata seseorang dan kemampuan mereka dalam berbicara. Orang akan mendengarkan berbagai kata-kata dan memilih gambar untuk merangkai kata-kata mereka sendiri. Orang yang memiliki cacat intelektual yang parah dan mereka yang buta tidak akan mampu mengambil penilaian ini. Pengujian ini telah direvisi berkali-kali sejak versi pertama yang dikeluarkan pada tahun 1959.

Apakah kita perlu mengetahui tentang gangguan bicara ini?

Seperti yang kita tahu ada begitu banyak aspek kehidupan yang terjadi disekitar kita. Jadi semakin kita mengetahui banyak hal, maka kita pun dapat mencegahnya. Mungkin faktor genetika adalah alasan mengapa beberapa sepupu kalian memiliki gangguan bicara. Memahami sejarah medis dalam keluarga dapat membantu kalian dalam membuat keputusan yang lebih baik tentang pencegahan perawatan dan terapi untuk para tunawicara.

Ketika kalian melengkapi formulir kesehatan anak kalian dan memasukkan riwayat kesehatan keluarga seperti adanya penyakit kanker, diabetes, penyakit medis dan sebagainya, Kalian juga perlu memingat bahwa meskipun gangguan bicara tidak tercantum dalam silsilah keluarga bukan berarti kalian tidak akan mendapatkannya, karena bisa saja ini terjadi karena faktor genetik.

Cara berinteraksi dengan anak yang mengalami gangguan bicara.

Jika kalian memiliki riwayat keluarga yang memiliki gangguan dalam bicara, pencegahan secara dini dapat membantu memberi anak kalian kesempatan terbaik untuk keterampilan dalam komunikasi yang sehat.
Bicaralah dengan dokter spesialis anak,  tentang masalah yang terkait dengan kesehatan lainnya yang mungkin disebabkan karena faktor genitik. Nah, jika memang ada saudara atau kenalan kalian yang menderita gangguan bicara ini, maka kalian bisa mengikuti cara ini untuk membantu mereka.

1. Melakukan Interaksi

 

MEMBERIKAN PERHATIAN: Coba kalian perhatikan orang yang tidak bisa berbicara, mereka memiliki cara tersendiri untuk mendapatkan perhatian kalian agar dapat berinteraksi dengan kalian.

JARAK: Jangan berhenti, selalu memberikan perhatian dan selalu melakukan pendekatan untuk membantu mereka yang sedang berusaha untuk berbicara.

SIKAP: Memberikan sikap yang terbuka agar komunikasi menjadi lancar, memberikan mereka kesempatan untuk mencoba komunikasi dan membiarkan mereka tahu bahwa kalian tidak mengerti dan agar mencobanya lagi.

KOMPETEN: Jangan pernah berpikir kalau seseorang yang tidak bisa berbicara, mereka tidak dapat mengerti apa yang kalian maksud. Walaupun mereka tidak dapat memahami kata-kata, tapi mereka bisa memahaminya dari nada suara, gerak tubuh dan ekspresi wajah.

BANTU: Meminta orang yang tidak bisa berbicara untuk menunjukkan kepadamu tentang bagaimana cara mereka dalam berkomunikasi: mulai dengan kata ya/tidak dan mencari tahu bagaimana mereka berkomunikasi bertanya atau menjawab pertanyaan lain.

2. Multimodal komunitas.

Ada banyak cara untuk berkomunikasi dengan orang yang mengalami gangguan bicara. Oleh karena itu, kalian harus mendukung semua metode komunikasi sejauh yang kalian bisa.

BERBICARA: Mendengarkan dengan cermat tentang apa yang mereka coba katakan. Beberapa orang mungkin akan menggunakan ‘pidato penerjemah’ agar mereka bisa lebih akrab dengan mereka dan pada akhirnya kalian juga dapat ‘menafsirkan’ apa yang mereka katakan kepada orang lain.

GERAKAN/SIGNING : Kebanyakan orang-orang yang tidak bisa berbicara akan membuat gerakan alami atau menggunakan sistem yang formal. Jika kalian tidak tahu apa arti dari gerakan tubuh mereka, maka kalian dapat meminta orang lain untuk membantu.

PAPAN komunikasi teknologi rendah : ini adalah sebuah papan gambar atau huruf yang dapat kalian temukan di sebuah web. Trik dengan menggunakan papan ini adalah untuk memastikan orang memiliki cara untuk menunjukkan atau melihat gambar-gambar agar mereka tetap dapat melakukan komunikasi. Penggunaan papan bergantung pada keterampilan dari sipenderita sendiri.

SISTEM komunikasi teknologi tinggi :ini adalah metode yang menggunakan mesin jika si penderita tidak berada di rumah sakit lagi. Beberapa rumah sakit sekarang telah menyediakan sistem teknologi tinggi kepada pasien untuk menggunakan mesin ini, terutama untuk merawat pasien yang tidak bisa berbicara.

PERILAKU: Beberapa orang mungkin ada yang tidak mengerti arti dari sebuah gambar dan kata-kata dari seseorang yang tidak bisa berbicara. Mereka mungkin akan lebih mengandalkan dan menafsirkan makna dari ‘situasi’, apa yang terjadi,, konteks, dan orang lain perilaku dan tindakan-tindakan dalam lingkungan. Menyadari orang tubuh tanggapan, perilaku dan gerakan. Ini akan dapat membantu kita menyadari untuk membantu orang untuk menjadi nyaman dalam situasi saat berinteraksi. Gunakan gerakan dan perilaku kalian sendiri untuk menyampaikan pesan-pesan penting ketika berinteraksi dengan orang yang tidak dapat memahami kata-kata atau gambar.

3. TIMING

MENGAMBIL waktu untuk berkomunikasi: Komunikasi dengan terlalu banyak kata-kata, mungkin akan dapat membuat waktu menjadi semakin lama sedangkan komunikasi secara langsung mungkin akan lebih menghemat waktu. Luangkanlah waktu untuk mencoba berkomunikasi, dengan sesingkat mungkin selama masa perawatan.

MENUNGGU orang untuk menanggapi : Pada awalnya orang-orang yang memiliki keterbatasan ini akan mengalami kegagalan ketika mereka mencoba untuk berkomunikasi dan mereka akan merasa bahwa mereka tidak akan mempunyai kesempatan lagi. Selalu bersabarlah dan menunggu mereka sampai mereka merasa bisa, agar kalian bisa merasakan apa yang mereka butuhkan.

BERGANTIAN menyamakan tingkat dalam berbicara : Kalian harus bisa memberikan kesempatan kepada mereka untuk berbicara, agar mereka tidak merasa diabaikan. Speaker alami akan mendominasi percakapan dan memberi orang kesempatan untuk berbicara tidak hanya menggunakan kata ‘ya’ dan ‘tidak’.

KELELAHAN : Satu hal lagi yang perlu kalian ingat guys, bahwa orang yang menderta gangguan bicara atau tidak bisa berbicara ini mungkin telah membuat upaya yang cukup keras hanya untuk berbicara. Kalian mungkin perlu untuk memberikan waktu istrirahat kepada mereka. Perhatikan tanda-tanda kelelahan pada mereka dan memberi mereka kesempatan untuk bersantai sampai  giliran berikutnya.

MENJADI searah dan ‘searus’ : Terkadang sebuah percakapan dapat menjadi ‘terputus-putus’ karena kedua belah pihak sedang mencoba untuk menjelaskan pesan mereka. Kalian mungkin telah pindah ke topik B, sementara lawan bicara kalian mungkin masih berpikir kalau topik pembicaraan masih berada di topik A. Ini dapat membuat bingung kedua belah pihak dalam mengklarifikasi suatu hal. Memeriksa dengan benar jika kalian memang berada di jalur yang benar dan berilah mereka  kesempatan untuk menanggapi apa maksud dari pembicaraan, agar kedua belah pihak tetap berada dalam ‘arus’ yang sama..

4. ALPHABET BOARD

Terlihat mudah tapi sebenarnya sulit : Mungkin kalian akan berpikir kalau menggunakan papan alphabet sangat cocok untuk dijadikan strategi pertama yang harus dicoba, tetapi sebenarnya inilah yang paling sulit. Sebelum mencobanya cobalah untuk berpikir sekali lagi.

EJAAN: Terkadang sebuah ejaan dari huruf pertama pada sebuah kata dapat membantu kalian dalam memahami cara seseorang berbicara. Tidak semua orang memiliki kemampuan dalam menggunakan aksara dengan benar dan beberapa hanya menggunakannya sebagai tambahan dalam ucapan mereka.

MENGGUNAKAN kata-kata yang penuh: Memiliki beberapa kata-kata pada papan komunikasi, bersama dengan abjad, mungkin akan sangat membantu. Beberapa bentuk kata yang paling sering digunakan dalam komunikasi yang umum di rumah sakit adalah ya/tidak/tidak tahu; rasa sakit/lokasi/keparahan; panas/dingin; lapar/Haus; makanan/minuman; toilet/shower; kenyamanan/posisi; mual; pengasuh.

MENGATAKANNYA kembali atau MENULISKANNYA: Sebagian dari mereka dapat mengeja setiap huruf, dan kemudian mengucapkannya dengan suara keras. Ini berarti mereka dapat mendengar setiap kata jika kalian mengucapkannya dengan benar. Kalian juga bisa untuk menyuruh mereka menuliskannya. Ejaan yang mereka buat mungkin tidak sempurna, ini bisa disebabkan karena mereka kelelahan, tapi ini merupakan kemajuan karena setidaknya kita dapat mengerti dengan apa yang ingin mereka katakan.

5. BERKOMUNIKASI DENGAN PENGASUH

KLARIFIKASI peran dalam mendukung komunikasi : Bagaimana apakah kalian menginginkan pengasuh untuk membantu kalian dalam berkomunikasi dengan orang yang tidak bisa berbicara? Perawatan dam peran seperti apa yang kalian harapakan? atau apakah kalian juga pengasuh yang sekaligus bisa menjaga kesehatannya?

MENULIS daftar apa yang dikatakan oleh pengasuh: Mungkin hal ini bukanlah hal yang mudah untuk memasukkan semua informasi dalam sebuah daftar agar kita mengetahui kondisi bagi sipenderita, namun, jika kita menuliskannya ini akan dapat menghemat waktu dalam membangun kembali komunikasi dengan berhasil.

BERBICARA kepada orang yang cacat ditemani dengan pengasuh mereka: Menggunakan  speaker alami lebih memiliki kecenderungan untuk berinteraksi dengan pembicara lainnya dengan sangat alami dan cepat. Berbicara langsung kepada orang dengan sedikit atau tidak ada kata-kata dapat membantu kalian dalalm membangun hubungan yang dapat membantu pada hal yang perawatan, dan tentunya kalian dapatmemberikan pengasuh kesempatan untuk memberikan komunikasi yang lebih mendalam lagi

MENGINGATKAN pengasuh untuk selalu membawa alat bantu komunikasi apapun ke rumah sakit, karena ini akan membantu staf rumah sakit untuk berkomunikasi dengan orang yang tidak bisa berbicara. Menyimpannya dalam jangkauan yang bisa dicapai oleh siapapun dan memintanya untuk menunjukkan kepadamu tentang bagaimana cara menggunakannya.

MENYELEMATKAN: Keluarga dan pengasuh harus selalu memberikan laporan dan juga memberikan dukungan secara terus-menerus dalam pengaturan rumah sakit agar mereka tidak stres dan merasa lelah. Para pengasuh terkadang memberikan laporan bahwa mereka jarang mendapatkan istrahat karena peran mereka hanyalah pengasuh.

Sebenarnya kita tidak boleh seperti itu, bukan karena mereka pengasuh mereka tidak bisa merasa lelah. Berikanlah pengasuh kalian waktu untuk istirahat yang cukup dan meyakinkan mereka bahwa kalian dapat memberikan perawatan yang memadai untuk anak kalian yang sedang menjalani perawatan.

Pengasuh kalian juga mungkin akan merasa cemas dan merasa bersalah ketika mereka jauh dari samping tempat tidur pasiennya. Hanya dua hal yang dapat membantu mereka dalam mengetahui bahwa orang tersebut memiliki cara untuk untuk mendapatkan perhatian dan mengetahui bahwa orang tersebut dapat menunjukkan masalah dalam perawatan dasar (misalnya, rasa sakit, lapar, haus, tidak nyaman, mual).

Mintalah perawat untuk menunjukkan cara untuk berkomunikasi dengan pasien dan kalian juga harus mencobanya sendiri didepan pengasuh karena ketika pengasuh dari anak kalian beristrirahat kalian bisa menggantikannya untuk sementara waktu.

Cara menggunakan bahasa isyarat

Selain dari cara untuk mendekati mereka menggunakan ilmu medis ada cara lain juga yang bisa kalian lakukan untuk dapat berkomunikasi dengan mereka yaitu dengan menggunakan bahasa isyarat. Nah, ini caranya

1. Penempatan Posisi Tangan

Mengetahui posisi tangan kalian. Umumnya, telapak tangan kalian diposisikan menghadap lawan bicara kalian. Bengkokkan siku kalian dan posisikan tangan pada ketinggian dada. Isyarat dilakukan ke arah luar agar lebih mudah dibaca.

* Artritis dan tendinitis akan menghalangi beberapa orang untuk berisyarat ke luar. Jika terasa sakit, kalian harus menyesuaikan posisi mereka.
Ketahuilah bahwa ASL bukan bahasa yang hanya menggunakan tangan dan jari. Ini melibatkan seluruh tubuh, termasuk bagian tubuh atas, lengan dan kepala. Mimik wajah juga sangat penting. Jika kalian pernah berpikir mengapa mereka sangat bersemangat, itu karena mereka menggunakan ekspresi wajah dengan cara yang sama seperti orang yang normal lainnya, yang menggunakan nada suara dan infleksi untuk mengkomunikasikan maksud dalam pembicaraan. Contohnya, alis yang dinaikkan saat berisyarat berarti memberi pertanyaan.

2. Jangan terburu-buru.

Selagi kalian belajar, bergeraklah dengan secara perlahan dan tenang. Ini akan membantu kalian dapat menguasai gerakan dan juga membuat orang lain lebih mudah mengerti .

3. Belajar cara mengeja huruf alfabet ASL.

Walaupun ASL tidak digunakan dalam percakapan umum , sebenarnya sangat diperlukan untuk mengeja kata yang isyaratnya tidak kalian ketahui.

4. Latih isyarat untuk mengatakan  “halo”.

Isyarat ini akan  digunakan secara universal untuk menyapa seseorang.
Angkat tangan kanan ke dahi, dengan telapak tangan menghadap ke luar.
Gerakkan tangan menjauhi badan dengan gerakan melambai.

5. Latih isyarat untuk mengucapkan “selamat tinggal”.

Cara mengatakan selamat tinggal dalam ASL bergantung pada situasi dan formalitas yang dibutuhkan.
Cara yang lebih santai untuk mengatakan selamat tinggal merupakan lambaian menggunakan tangan, anggukan atau mengangkat jempol. Kalian juga bisa mengisyaratkan “jumpa lagi|” dengan menunjuk ke mata kalian dengan jari tengah lalu ke orang tersebut menggunakan telunjuk.

Kesimpulan ;

Setiap orang memang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.  Jadi, bagi mereka yang memiliki kekurangan itu janganlah kalian yang normal menghindarinya. Cobalah untuk mendekati mereka agar kalian bisa berkomunikasi dengan mereka sehingga mereka tidak akan merasa dijauhi.

Nah, itulah tadi penjelasan mengenai orang yang tidak bisa berbicara, Siapa tahu setelah kalian membaca artikel ini kalian bisa langsung mempraktekkannya,