blog

Mari Kenali Psikopat, Gangguan Kepribadian Seseorang Yang Sering Disalahpahami

Kita mungkin sering mendengar kata psikopat atau sering menjuluki seseorang dengan sebutan psikopat tanpa kita tahu apa arti sebenarnya. Psikopat, kata yang sering digunakan sembarangan untuk menjuluki seseorang yang dianggap berbahaya. Jika kita mendengar kata psikopat, maka yang langsung terlintas di dalam benak kita tentunya adalah seorang pembunuh berdarah dingin. Mungkin ada benarnya, akan tetapi sebenarnya psikopat itu belum tentu seorang pembunuh.

Jadi apa itu psikopat sebenarnya? Sebuah penyakitkah? Viruskah? Kemampuan khusus? Atau mungkin status sosial?

Apa Itu Psikopat?

Psikopat adalah seseorang yang manipulatif dan mudah untuk mendapatkan kepercayaan orang lain. Mereka belajar untuk meniru emosi yang sebenarnya tidak mereka rasakan dan akan tampak seperti orang yang normal. Psikopat sering kali berpendidikan dan memiliki pekerjaan yang stabil, beberapa ada yang sangat baik dalam manipulasi dan mimikri sehingga mereka memiliki keluarga dan hubungan jangka panjang lainnya tanpa seorangpun tahu sifat sejati mereka. Inilah kenapa banyak orang yang tidak menyadari ciri-ciri psikopat karena penderita bisa menyembunyikannya dengan baik.

Seseorang yang psikopat biasanya tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, sehingga banyak di antara mereka yang melakukan hal tak bermoral, bahkan kriminal, tanpa penyesalan dan rasa bersalah. Namun, tak semua psikopat adalah pembunuh berdarah dingin. Mungkin diam-diam di sekitar Anda pun Anda berinteraksi dengan seorang psikopat tanpa Anda sadari.

Scott A. Bonn Ph.D, seorang Profesor Sosiologi dan Kriminologi di Drew University, menjelaskan bahwa seorang psikopat tidak dapat membentuk hubungan emosional maupun memiliki rasa empati dengan orang lain, meskipun sering kali mereka memiliki kepribadian yang menghangatkan dan bahkan memesona.

Menurut penelitian, sekitar 1% dari total seluruh populasi manusia di bumi mengidap psikopat. Beberapa orang ahli memperkirakan 3 dari 10 laki-laki di Amerika Serikat dan 1 dari 30 laki-laki di Inggris merupakan psikopat.

Psikopat ditemukan di berbagai kelas sosial dan profesi, baik laki-laki ataupun perempuan. Di dalam kasus kriminal, psikopat sering terindikasi sebagai pembunuh, pemabuk, pemerkosa, penipu, pejudi, pelaku kekerasan dalam rumah tangga, pelaku bunuh diri atau koruptor. Akan tetapi tindakan kriminal tersebut hanya terjadi pada sekitar 15-20 persen dari keseluruhan penderita psikopat. Sisanya merupakan pribadi yang berpenampilan sempurna, mempesona, pandai bertutur kata, mempunyai daya tarik dan menyenangkan.

Apa Yang Menyebabkan Seseorang Menjadi Psikopat|?

Hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti apa sebenarnya penyebab dari gangguan psikopat pada seseorang. Berbagai macam teori telah dikemukakan oleh para peneliti. Mulai dari teori kelainan struktural otak seperti penurunan intensitas pada bagian otak di sekitar prefrontal grey matter dan atau penurunan volume otak pada bagian “posterior hippocampal” dan juga peningkatan intensitas otak pada bagian “callosal white matter”.

Teori yang lainnya menerangkan bahwa gangguan fungsi otak, metabolisme serotonin dan genetik yang diduga berperan dalam menciptakan karakter monster pada seorang psikopat. Mungkin tidak terlihat secara jelas kerusakan otak pada seorang psikopat tetapi terdapat anomali di dalam cara psikopat mengelola informasi yang berpengaruh pada pengambilan tindakan.

Banyak orang yang sering mendustai diri mereka sendiri atau menghabiskan waktu dengan sesuatu yang tak mereka sukai, meskipun sedikit sekali dari mereka yang merasa bersalah dengan kebohongan yang mereka lakukan. Para ilmuwan menemukan bahwa munculnya kesadaran yang tiba-tiba dapat meningkatkan aktivitas di otak. Intinya lebih banyak membutuhkan usaha untuk berbohong daripada berkata jujur. Namun seseorang yang memiliki kecenderungan psikopat, berbohong dan berkata jujur sama mudahnya.

Saat seorang anak menumbuhkan bakat berbohongnya sekitar usia tiga sampai empat tahun, mereka juga mengembangkan kemampuan untuk berempati. Namun para peneliti mengungkapan bahwa seorang individu yang agresif serta mengalami gangguan personality antisosial tak mengalami perkembangan tersebut sehingga mereka tak memiliki panduan moral. Pengalaman traumatis serta kurangnya kontak dengan orang dewasa bisa menjadi pemicu yang bisa disalahkan.

Terdapat peningkatan aktivitas di area lain di dalam otak, tepatnya pada area ekstra-limbik. Tampaknya seorang psikopat melakukan analisa materi emosional di bagian otak tersebut. Selain terdapat anomali pada bagian otak tersebut, faktor genetik dan lingkungan juga berperan penting dalam menciptakan karakter psikopat. Stres ataupun tekanan hidup yang cukup besar dapat merubah perilaku seseorang menjadi lebih brutal.

Karakteristik dan Gejalanya

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa psikopat lebih suka menyiksa pasangannya daripada membunuhnya. Dari sekian banyak pembunuhan yang terjad di dalam rumah tangga, hanya 2% saja yang pelakunya benar-benar seorang psikopat. Seorang psikopat biasanya tidak menyesal setelah melakukan tindakannya. Sedikit sekali psikopat yang menyesal lalu memutuskan bunuh diri. Dari 2% psikopat yang melakukan pembunuhan, hanya seperempatnya saja yang melakukan bunuh diri.

Berikut ini beberapa gejala psikopat yang biasanya dijumpai:

  • Suka berbuat curang dan manipulatif
  • Menganggap dirinya hebat dan egosentris
  • Masa kecilnya sering bermasalah dan senang melakukan pelanggaran
  • Kurang empati
  • Pandai berpura-pura, sering berbohong dan fasih dalam membuat alibi
  • Sulit mengendalikan diri dan impulsif
  • Tidak punya rasa bersalah dan rasa sesal
  • Jam tidur larut malam dan sering keluar rumah
  • Hanya melakukan hal-hal demi kesenangan belaka dan tidak mampu untuk bertanggung jawab
  • Tindakannya seperti parasit, di mana banyak orang dimanfaatkannya untuk kesenangan dan kepuasan dirinya sendiri
  • Antisosial setelah menginjak usia dewasa

Dr. Robert Hare, Profesor Emiritus Psikologi di University of British Columbia, menciptakan daftar karakteristik dan psikopat untuk menentukan seberapa lama penjahat akan tinggal di penjara, sehingga Dr. Hare menghabiskan banyak waktu di penjara dengan para tahanan. Namun sering kali ia tertipu oleh banyak psikopat. Oleh karena itu ia menyadari bahwa kita tidak boleh hanya mengandalkan ciri-ciri dan langsung menganalisis setiap orang dalam hidup Anda.

Berikut ini adalah karakteristik dari seorang psikopat:

Lihai sekali dalam berbohong => bisa dalam skala sedang atau parah. Dalam skala sedang mereka akan menjadi cerdik, lihai, mahir, licik dan pandai. Dalam skala parah mereka akan menipu, curang, tidak bermoral, manipulatif dan tidak jujur.

Kurang rasa penyesalan atau rasa bersalah => psikopat cenderung tidak peduli, tidak memihak, berhati dingin dan tidak empati. Oleh karena itu, psikopat tidak akan peduli akan kerugian, rasa sakit dan penderitaan korban.

Tak tahan rasa bosan => psikopat sering kali memiliki kedisiplinan yang rendah dalam menjalankan tugasnya hingga selesai, karena mereka mudah bosan. Mereka tidak akan bisa bekerja dalam pekerjaan yang sama untuk waktu yang lama atau tugas-tugas yang mereka anggap membosankan atau rutin.

Memesona dan pintar berbicara => orang sering mengira bahwa ciri-ciri psikopat adalah sifat yang pendiam dan menyendiri. Padahal justru sebaliknya. Psikopat biasanya punya kecenderungan untuk bertindak-tanduk baik, menarik, menawan, cerdik dan pintar berbicara. Pesona psikopat adalah tidak pemalu, sadar diri dan tidak takut untuk mengatakan apapun. Seorang psikopat tidak pernah merasa sulit berbicara.

Tidak dapat mengontrol perilaku => sikopat memiliki perilaku mudah marah, jengkel, tidak sabar, mengancam, agresif dan mencaci maki. Hal tersebut hasil dari kurangnya pengendalian akan kemarahan dan emosi.

Memiliki perilaku seksual yang tidak menentu => psikopat cenderung memiliki hubungan asmara yang dangkal, sering berselingkuh dan memilih pasangan seksual secara sembarangan. Mereka sering kali memelihara beberapa hubungan asmara di saat yang bersamaan.

Keuntungan Menjadi Seorang Psikopat

Menurut penelitian, sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopat. Pengidapnya sangat sulit dideteksi karena 80% dari mereka lebih banyak berkeliaran dari pada mendekam di penjara atau rumah sakit jiwa. Jadi tak heran kalau seorang psikopat sering mendapat stigma buruk dan dijauhi masyarakat. Padahal sebenarnya tidak semua psikopat itu buruk, tidak semuanya berbahaya dan berpontesni untuk melakukan kejahatan. Mereka justru leih bersosialisasi dibandingkan orang yang normal.

Nah, kira-kira apa saja keuntungan yang bisa didapat seorang psikopat. Berikut di bawah ini jawabannya.

Peka Membaca Perasaan

Mungkin selama ini kita mengira bahwa seorang psikopat sama sekali tidak memiliki empati, namun pemikiran itu ternyata salah karena psikopat justru lebih peka terhadap dalam membaca perasaan. Gak perlu dikode dong berarti.

Mungkin, kita pikir ketika seorang psikopat mencabuti kuku-kuku korbannya sambil pasang muka tersenyum, bahwa dia tidak mengetahui rasa sakit yang dirasakan si korban. Ternyata salah, menurut Dr. Dutton, seorang psikolog yang menulis buku “The Wisdom of Psychopath”, bahwa psikopat lebih jago dalam membaca perasaan orang lain dibanding mereka yang normal.

Sangat Kreatif

Di film-film sering diceritakan bahwa seorang psikopat tak pernah kehabisan ide untuk untuk menjebak dan menyakiti korbannya. Mereka sangat manipulatif dan pintar bergelit seolah bunglon. Hal tersebut terjadi karena mereka memiliki inteligensi yang tinggi dan sangat tinggi. Tak heran jika psikopat memiliki bakat seni yang mengagumkan.

Ahli Dalam Berbisnis

Psikopat sangat pintar berargumen, kreatif dan mampu menghasilkan ide cemerlang dalam situasi apapun. Nah, hal tersebutlah yang membantu mereka dalam berkarir dan berbisnis. 1 dari 10 psikopat berbakat menjadi bisnis handal dan akan terus meningkat sampai mereka CEO.

Tahan Bekerja di Bawah Tekanan

Seorang psikopat dapat hidup lebih bahagia karena tubuh mereka tidak pernah melepaskan hormon yang bernama “corticortropin”. Itulah yang menyebabkan mereka tahan bekerja di bawah tekanan dan mampu membuat keputusan dalam situasi sulit sekalipun.

Cara Mengatasi Psikopat

Pada dasarnya, psikopat tidak dapat diterapi secara sempurna tetapi dapat terobservasi dan terdeteksi. Untuk pengobatan dan rehabilitasinya, psikopat baru bisa ditangani dalam tahap kopleksitas pemahaman gejala.

Terapi yang paling memungkinkan adalah non obat sebagaimana konseling. Namun dengan melihat kompleksitas masalahnya, pengaplikasian terapi psikopat bisa dikatakan sulit dan bahkan tidak mungkin. Masalahnya adalah seorang psikopat tak pernah merasa ada yang kesalahan pada dirinya, sehingga memintanya datang secara rutin untuk melakukan terapi merupakan hal yang sangat sulit.

Yang mampu kita lakukan apabila menjumpai orang yang terduga psikopat di sekitar kita ialah dengan memberikan nasehat-nasehat, dan pemikira-pemikiran yang dapat merubah pola pikirnya. Hal ini tidaklah mudah, mengingat seorang psikopat tidak suka mendengarkan nasehat dari orang kain. Tetapi hal semacam ini harus terus digalakkan, guna meminimalisir tindakan-tindakan yang dapat merugikan banyak orang.

Seseorang yang menyandang predikat psikopat sebenarnya dapat dideteksi semenjak dini. Oleh karena itu, orangtua sangat berperan penting dalam membangun kepribadian yang baik. Kepribadian seorang anak biasanya akan meniru apa yang dilakukan oleh orangtuanya.

Sehingga apabila orangtua mendidiknya dengan benar dan penuh kasih sanyang, maka ia akan tumbuh menjadi manusia yang lebih ramah, suka menolong dan suka bersosialisasi, yang secara otomatis sifat psikopatnya tidak akan berkembang dan cenderung melemah.

Oke, itulah sedikit ulasan mengenai psikopat yang sering disalahpahami banyak orang. Nah, dengan adanya artikel semoga sangat membantu Anda semua untuk menyimbangi salah paham tersebut.