info

Dampak Negatif Dari Tidur Mendengkur

Mendengkur merupakan hal biasa yang dilakukan sebagian orang saat tidur. Bagi para pendengkur, kondisi ini mungkin tidak mengganggu tidur Kamu, namun mendengkur bisa sangat mengganggu orang disekitar kamu saat tidur. Mendengkur terjadi karena adanya getaran pada struktur pernapasan sehingga menghasilkan suara, baik lembut atau keras. Suara yang dihasilkan pun terkadang bisa begitu mengganggu indera pendengaran. Aktivitas yang dikenal juga dengan istilah ngorok ini biasanya disebabkan oleh obesitas, minuman keras, mengonsumsi obat tidur, posisi tidur tertentu, merokok, atau kelainan pada hidung dan tenggorokan.

Terutama pada anak-anak, mendengkur bisa disebabkan oleh amandel yang membesar. Mungkin selama ini Kamu belum mengetahui bahwa mendengkur bisa menjadi tkamu-tkamu memiliki penyakit serius, seperti apnea tidur, yaitu gangguan tidur yang bisa membuat Kamu berhenti bernapas selama beberapa detik hingga dua menit saat terlelap. Hal tersebut membuat kadar oksigen dalam darah menurun sehingga membuat Kamu kelelahan dan sakit kepala esok harinya. Gangguan tidur ini juga erat kaitannya dengan beberapa penyakit kronis seperti stroke, tekanan darah tinggi, obesitas, dan penyakit jantung.

Faktor pemicu mendengkur saat tidur

  • Tubuh merasa kelelahan akibat aktifitas
  • Posisi tidur terlentang dengan bantal yang terlalu rendah
  • Mempunyai penyakit polip
  • Memiliki penyakit asma
  • Kegemukan
  • Akibat tonsil yang mengalami pembesaran
  • Adanya pertumbuhan kanker dirongga hidung
  • Karena pilek
  • Karena Mengkonsumsi alkohol
  • Faktor usia

7 Dampak Negatif dari Kebiasaan Mendengkur :

1. Tekanan darah tinggi

Banyak penelitian yang dilakukan untuk membuktikan bahwa kebiasaan mendengkur dapat mempengaruhi terjadinya tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kondisi tersebut disebabkan karena adanya peningkatan tekanan darah yang berkaitan langsung dengan tingkat keparahan kebiasaan mendengkur. Semakin tinggi tingkat keparahannya maka, semakin berat pula peningkatan tekanan darahnya.

2. Obesitas

Kebiasaan mendengkur dapat meningkatkan berat badan seseorang. Hal terjadi karena adanya gangguan metabolisme akibat tidur yang terpotong-potong sehingga akan berpengaruh pada perubahan hormon yang mengontrol nafsu makan. Selain itu juga akan memberikan rasa kantuk yang luar biasa yang menyebabkan menjadi malas untuk bergerak dan berolahraga. Kondisi tersebut yang dapat menyebabkan terjadinya obesitas.

3. Depresi

Peningkatan kebiasaan mendengkur dapat mempengaruhi resiko terkena depresi. Hal tersebut disebabkan karena adanya peningkatan resiko depresi yang terus naik akibat peningkatan derajat keparahan henti nafasnya.

4. Diabetes

Kebiasaan mendengkur yang berkepanjangan membuat tubuh tidak dapat mentoleransi glukosa dan resisten terhadap hormon insulin. Hal ini disebabkan karena tubuh tidak dapat memanfaatkan insulin secara efektif dan baik. Kondisi tersebut akan mengakibatkan penyakit diabetes.

5. Penyakit jantung

Kebiasaan mendengkur yang tidak segera diatasi akan meningkatkan denyut jantung menjadi tidak beraturan. Sebuah penelitian di tahun 2006 yang diungkapkan dalam Journal of the American College of Cardiology menyatakan bahwa kebiasaan mendengkur yang tidak cepat diatasi dapat membuat jantung menjadi lebih tebal dan membengkak pada bagian salah satu sisi dindingnya. Selain itu, juga akan mengurangi kemampuan memompa pada jantung. Keadaan tersebut dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung seperti jantung koroner.

6. Stroke

Adanya peningkatan kekentalan darah pada orang yang mempunyai kebiasaan mendengkur berkepanjangan merupakan penyebab utama terjadinya penyakit stroke.

7. Kerusakan otak

Jangan biarkan tidur terus menerus ngorok apalagi dialami oleh anak anak yang masih dalam masa pertumbuhan karena ketika mereka tidur ngorok pada saat itulah oksigen yang masuk pada rongga hidung menuju pembuluh darah otak mengalami hambatan. Keadaan ini rentan menyebabkan kerusakan jaringan otak pada anak anak.

Mencegah Kebiasaan Mendengkur dapat diatasi dengan cara sebagai berikut :

  • Ubah Posisi Tidur

Posisi tidur ternyata menentukan apakah Kamu mendengkur atau tidak. Menurut sebuah penelitian, tidur dengan posisi terlentang membuat Kamu untuk mendengkur. Hal itu terjadi karena tidur dengan bertumpu pada punggung bisa membuat pangkal lidah dan langit-langit lunak pada mulut menutupi dinding tenggorokan sehingga menyebabkan getaran suara saat tidur. Untuk mengantisipasinya, cobalah tidur dengan posisi menyamping.

  • Tidur Yang Cukup

Kurang tidur atau memiliki jadwal tidur yang buruk bisa memicu Kamu untuk mendengkur. Contohnya Kamu terlalu sibuk bekerja hingga lupa meluangkan waktu yang cukup untuk tidur. Ketika Kamu sudah mencapai titik kelelahan yang sangat parah, kondisi otot-otot akan berubah menjadi tidak tegang sehingga membuat Kamu tidur mendengkur.

  • Hindari Minuman Keras

Biasanya orang yang belum pernah mendengkur akan segera mendengkur setelah mengonsumsi minuman keras. Menurut penelitian, menenggak minum keras pada empat hingga lima jam sebelum tidur bisa membuat dengkuran makin parah. Jadi sebaiknya hindari mengonsumsi minuman keras sebelum tidur.

  • Banyak Minum Air Putih

Ketika mengalami dehidrasi, proses pelepasan lendir di hidung dan langit-langit lunak menjadi lengket. Hal itu bisa mendorong Kamu untuk mendengkur. Oleh karena itu, perbanyaklah minum air. Bagi wanita, idealnya minumlah air 11 gelas sehari, sementara pria sebanyak 16 gelas.

  • Cuci Hidung Dengan Air Garam

Dengkuran yang disebabkan oleh hidung tersumbat bisa ditangani dengan cara membuka saluran rongga hidung agar tetap terbuka. Sehingga bisa melancarkan peredaran udara.Jika rongga hidung tersumbat akibat flu atau hal lainnya, maka aliran udara yang masuk bisa berubah menjadi dengkuran. Untuk mengatasinya, Kamu bisa mencuci hidung dengan larutan air garam, layaknya menangani sinusitis secara alami di rumah. Atau bisa juga dengan cara mudah, yaitu mandi air hangat sebelum tidur.

  • Turunkan Berat Badan

Menurunkan berat badan bisa menjadi cara untuk mengatasi dengkur. Namun hal ini tidak bisa diberlakukan untuk semua orang karena ada sebagian orang bertubuh kurus yang juga seorang pendengkur. Cara ini bisa dilakukan jika Kamu mulai mendengkur ketika terjadi pertambahan berat badan. Padahal sebelumnya Kamu belum pernah mendengkur. Pertambahan berat badan, terutama yang memengaruhi bagian leher, biasanya akan mendorong Kamu untuk mendengkur.

  • Jangan Merokok

Merokok bisa menyebabkan hidung dan paru-paru tersumbat. Kondisi seperti itu bisa memicu Kamu mendengkur. Jadi hentikan kebiasaan merokok sekarang juga agar terbebas dari dengkur dan bahaya akibat rokok lainnya.

  • Jaga Kebersihan Kamar Tidur

Alergi bisa memicu Kamu untuk mendengkur. Untuk meminimalisasi hal itu, jaga selalu kebersihan kamar tidur Kamu. Bersihkan seluruh perabotan pada kamar, seperti tempat tidur, bantal, seprei, dan tirai agar terhindar dari tungau atau kutu.