blog

Yuk, Pahami Tentang Penyakit Kusta Lebih Dalam

Pernahkah kamu melihat seseorang yang mengalami penyakit kusta? Penyakit ini biasanya menyerang kaki dan tangan seseorang bahkan dapat menganggu sistem pernafasan. Penyakit ini membuat penderitanya mati rasa karena terganggunya sistem saraf. Nah untuk lebih jelasnya lagi, mari kita simak sama-sama artikel di bawah ini.

Mengenal Tentang Kusta

Kusta atau lepra adalah penyakit yang menyerang kulit, sistem saraf perifer, selaput lendir pada saluran pernapasan atas serta mata. Sistem saraf yang diserang bisa menyebabkan penderitanya mati rasa. Penyakit kusta ini merupakan infeksi kulit kronik yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Kusta termasuk penyakit tertua yang dikenal sejak tahun 1400 sebelum masehi. Penyakit ini bisa menular dan merupakan penyakit yang menyeramkan bahkan akan bisa menjadi sangat parah jika dibiarkan.

Bakteri yang menyebabkan kusta memerlukan waktu 6 bulan hingga 40 tahun untuk berkembang di dalam tubuh. Tanda dan gejala kusta bisa saja muncul setelah bakteri menginfeksi tubuh penderita selama 2 hingga 10 tahun. Penyakit ini sangat ditakuti karena dapat menyebabkan kecacatan, mutilasi, ulserasi dan lainnya. Infeksi kulit ini disebabkan karena adanya kerusakan saraf besar di daerah wajah, anggota gerak dan motorik serta diikuti dengan rasa yang disertai kelumpuhan otot dan pengecilan massa otot.

Diperkirakan jumlah penderita kusta di dunia pada tahun 2007 sekitar 2-3 juta orang lebih. Pada 2008, penderita kusta di Indonesia diperkirakan sebanyak 22.359 atau 0,73 kasus dari setiap 100.000 penduduk dengan jumlah kasus baru sebanyak 16.668. Penyakit ini banyak ditemukan terutama di pulau Jawa, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Penyakit ini banyak membuat panik orang-orang, gimana tidak? Penyakit lepra ini sulit disembuhkan dan menyebabkan mutilasi atau hilangnya anggota tubuh yang terkena. Maka tak heran bagi siapa saja yang menderita penyakit ini akan dijauhi atau bahkan diasingkan.

Kusta ditularkan melalui kontak kulit yang lama dan erat dengan penderita. Tapi, ada juga anggapan lain menyebutkan kusta juga bisa ditularkan melalui inhalasi alias menghirup udara karena bakteri M. Leprae dapat hidup beberapa hari dalam bentuk droplet di udara. Kusta juga bisa ditularkan melalui kontak langsung dengan binatang tertentu seperti armadilo.

Gejala kusta:

  • Adanya bercak berwarna putih atau kemerahan di kulit dan disertai dengan adanya bintik atau pembengkakan, kulit mati rasa atau baal
  • Kulit kering dan pada daerah yang sebelumnya ditumbuhi rambut atau bulu bisa rontok.
  • Mata jarang mengedip sehingga menjadi kering dan bulu mata rontok
  • Perubahan bentuk wajah.
  • Mutilasi: Rasa baal akibat kusta menyebabkan penderita tidak menyadari adanya luka sehingga bisa menimbulkan luka yang tidak diobati, borok sampai mutilasi.
  • Ginekomastia (payudara yang tumbuh membesar pada pria) akibat gangguan keseimbangan hormonal.
  • Kelemahan atau kelumpuhan otot
  • Hidung tersumbat atau terjadi mimisan

WHO menggolongkan kusta menjadi dua jenis berdasarkan kondisi luka pada kulit penderita, yaitu:

  • Paucibacillary: Ada luka kulit tanpa bakteri penyebab lepra pada bercak kusta di kulit.
  • Multibacillary: Ada luka kulit dengan bakteri penyebab lepra pada bercak kusta di kulit.

Cara Mengobati

Tujuan utama pengobatan kusta atau lepra adalah untuk memutuskan mata rantai penularan, menurunkan insiden penyakit, mengobati dan menyembuhkan penderita serta mencegah timbulnya kecacatan. Terdapat beberapa macam obat untuk menyembuhkan penyakit kusta. Di Indonesia, obat-obat untuk penderita kusta sudah tersedia di setiap puskesmas dengan tujuan untuk memudahkan masyarakat mengakses pengobatan.

Penting untuk dicatat bahwa tidak semua pasien lepra atau kusta kehilangan jari tangan dan jari kaki. Dengan diagnosis dini dan pengobatan gejala lepra, banyak dari kasus penyakit ini dapat dicegah. Beberapa pasien dengan penyakit tuberkuloid bahkan dapat menyembuhkan diri sendiri tanpa manfaat pengobatan. Dalam rangka untuk mencegah masalah dengan jari tangan atau kaki, orang harus menghindari cedera dan infeksi, selain itu penting untuk mengkonsumsi obat yang ditentukan oleh dokter.

Para penderita kusta pada umumnya mengalami penurunan kepercayaan diri dan cenderung menarik diri dari lingkungan sosial. Sebaiknya masyarakat dapat mendukung para penderita kusta untuk tetap memiliki keberanian dan kepercayaan diri hidup secara normal.

Untuk masyarakat umum, janganlah sampai mengucilkan penderita kusta. Memang pada dasarnya penyakit kusta tersebut menular akan tetapi para penderita kusta juga memiliki hak untuk masih tetap dapat hidup bermasyarakat. Pada intinya, penderita kusta yang telah menjalani pengobatan maka akan sedikit kemungkinan untuk dapat menularkan penyakitnya.

Mencegah Penularan Kusta

Tidak semua orang dapat tertular penyakit kusta maka dari itu segera lakukan pencegahan dan pengobatan sejak dini. Lakukan pencegahan seperti di bawah ini:

  • Segera melakukan pengobatan sejak dini secara rutin terhadap penderita kusta, agar bakteri yang dibawa tidak dapat lagi menularkan pada orang lain.
  • Menghindari atau mengurangi kontak fisik dengan jangka waktu yang lama
  • Meningkatkan kebersihan diri dan kebersihan lingkungan
  • Meningkatkan atau menjaga daya tahan tubuh, dengan cara berolahraga dan meningkatkan pemenuhan nutrisi.
  • Tidak bertukar pakaian dengan penderita, karena basil bakteri juga terdapat pada kelenjar keringat
  • Memisahkan alat-alat makan dan kamar mandi penderita kusta
  • Untuk penderita kusta, usahakan tidak meludah sembarangan, karena basil bakteri masih dapat hidup beberapa hari dalam droplet
  • Isolasi pada penderita kusta yang belum mendapatkan pengobatan. Untuk penderita yang sudah mendapatkan pengobatan tidak menularkan penyakitnya pada orang lain.
  • Melakukan vaksinasi BCG pada kontak serumah dengan penderita kusta.
  • Melakukan penyuluhan terhadap masyarakat mengenai mekanisme penularan kusta dan informasi tentang ketersediaan obat-obatan yang efektif di puskesmas.

Demikianlah penjelasan di atas tersebut, semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah pengetahuan kamu dan bermanfaat untuk semuanya.