healthy

Sisi Positif Dan Negatif Dari Masturbasi

Masturbasi adalah tindakan merangsang diri sendiri atau orang lain dengan cara menyentuh, meraba, atau memijat organ kelamin sendiri. Tujuannya untuk mencapai kesenangan dan sensasi seperti yang dirasakan seperti saat mencapai orgasme atau klimaks pada hubungan seksual. Pria umumnya melakukannya dengan meraba penis, sementara wanita menyentuh dan memainkan klitoris serta area di sekitar vagina.

Klitoris adalah tonjolan kecil pada bagian depan jalan masuk ke vagina. Sebagian besar wanita membutuhkan stimulasi klitoris untuk mencapai klimaks dalam berhubungan seksual. Klitoris memang adalah bagian yang sangat sensitif sehingga dapat mendatangkan perasaan yang kuat dan kepuasan seksual.

Apakah Masturbasi Membawa Efek Buruk?

Masturbasi tidak menyebabkan kebutaan, menimbulkan kegilaan, menjadi pemicu jerawat, atau tumbuhnya rambut pada telapak tangan. Masturbasi merupakan kegiatan seksual yang relatif aman karena tidak mendatangkan risiko terkena penyakit menular seksual (PMS) jika dilakukan sendiri. Masturbasi tidak akan berdampak kepada kemampuan pria dalam memproduksi sperma. Sperma dapat diproduksi terus-menerus oleh pria.

Ketika mengalami ejakulasi setelah melakukan masturbasi, memang dibutuhkan waktu sebelum pria dapat berejakulasi kembali. Ini adalah hal yang normal. Kecil kemungkinan Anda mengalami cedera atau sakit akibat masturbasi. Sebagian pria khawatir penis akan terluka karena gesekan yang terlalu kencang. Namun kondisi ini sangat jarang terjadi, kecuali penis yang sedang ereksi digerakkan oleh orang lain. Risiko lain juga dapat terjadi jika Anda berbagi mainan seks (sex toys) untuk masturbasi dengan orang lain yang telah terinfeksi.

Apa yang dimaksud dengan mainan seks? Semua benda yang digunakan untuk merangsang tubuh secara seksual dapat dikategorikan sebagai mainan seksual. Baik yang memang didesain untuk melakukan stimulasi seperti vibrator, maupun benda-benda lain.

Normalkah Melakukan Masturbasi?

Dahulu masturbasi sempat disebut sebagai tanda ketidak sehatan mental. Namun kini masturbasi dipahami sebagai pilihan personal dan tergolong aktivitas normal. Masturbasi membantu Anda memahami apa yang Anda sukai dan apa yang tidak. Pria yang melakukan masturbasi dapat melatih kontrol orgasme mereka. Sementara wanita dapat mengetahui bagaimana cara mencapai orgasme.

Pada pengidap gangguan, seperti disfungsi seksual pada orang dewasa, masturbasi bisa direkomendasikan oleh terapis sebagai cara merasakan pengalaman orgasme bagi pasien wanita atau menunda klimaks pada pasien pria. Meski demikian, tentu saja manfaat kesehatan dari hubungan seksual dengan pasangan jauh lebih baik dari masturbasi.

Hormon testosteron harus selalu diproduksi, sebab ketika tidak diproduksi, tubuh akan mengirim sinyal pada otak bahwa tubuh tidak memerlukan tambahan hormon ini. Ketika produksi hormon ini berkurang, maka laki-laki berisiko mengalami disfungsi ereksi. Tak jarang, masturbasi pun dilakukan sebagai alasan untuk ‘memicu hormon testosteron’. Tapi apa yang akan terjadi jika seseorang terlalu sering masturbasi?

Beberapa orang memilih melakukan masturbasi karena berapa faktor, seperti:

  • Menghindari tertular penyakit seksual.
  • Beberapa orang mengalami kesulitan dalam mencari pasangan, atau memiliki trauma.
  • Lebih tertarik pada fantasinya daripada terlibat pada sebuah hubungan yang melibatkan fisik dan emosi.

Masturbasi menjadi salah satu cara untuk mendapatkan ejakulasi. Tapi, terkadang laki-laki masturbasi untuk mengatasi rasa cemas yang dirasakan. Menurut dr. Ian Kerner, seorang terapis dan konselor seks, yang dikutip situs Medical Daily, “Terkadang laki-laki menggunakan masturbasi sebagai metode pengalih perhatian untuk mengatasi kecemasan atau emosi mereka.” Bahkan, ada kasus laki-laki jadi terlalu sering masturbasi.

Terlalu sering melakukan masturbasi dapat menyebabkan penis terasa linu. Seorang pria yang melakukan masturbasi terus-menerus dapat mengalami kondisi menyerupai pembengkakan pada penis, disebut edema, yang disebabkan penumpukan cairan. Pembengkakan ini umumnya akan mereda dalam 1-2 hari. Berikut bahaya untuk laki-laki jika terlalu sering melakukan mastrubasi.

1. Impotensi

Gangguan pada saraf parasimpatik bisa mempengaruhi kemampuan otak dalam merespons rangsang seksual. Akibatnya kemampuan ereksi melemah, bahkan dalam tingkat keparahan tertentu bisa menyebabkan impotensi yakni gangguan seksual yang menyebabkan penis tidak bisa berdiri sama sekali.

2. Kebocoran katup air mani

Bukan hanya ereksi saja yang terpengaruh oleh kerusakan saraf, kemampuan saluran air mani untuk membuka dan menutup pada waktu yag tepat juga terganggu. Akibatnya sperma dan air mani tidak hanya keluar saat ereksi, lendir-lendir tersebut bisa juga keluar sewaktu-waktu seperti ingus sekalipun penis sedang dalam kondisi lemas.

3. Kebotakan

Dampak lain dari ketidakseimbangan hormon yang terjadi jika terlalu sering masturbasi adalah kerontokan rambut. Jika tidak diatasi, lama-kelamaan akan memicu kebotakan atau penipisan rambut pada pria.

4. Nyeri punggung dan selangkangan

Kontraksi otot saat mengalami orgasme bisa memicu nyeri otot, terutama di daerah punggung dan selangkangan. Bagi yang melakukannya dengan tangan kosong tanpa pelumas, rasa nyeri juga bisa menyerang penis karena gesekan yang terjadi bisa menyebabkan lecet-lecet.

5. Rasa letih sepanjang hari

Setiap kali tubuhnya mengejang karena orgasme, pria akan kehilangan cukup banyak energi karena hampir semua otot akan mengalami kontraksi. Akibatnya jika terlalu sering, pria akan kehilangan gairah untuk beraktivitas dan cenderung akan merasa ngantuk sepanjang hari.

6. Kekurangan zinc dan nutrisi lainnya

Seringnya melakukan masturbasi dapat berisiko terhadap kurangnya zinc, selenium, vitamin B-kompleks. Cairan seksual perempuan dan laki-laki terbentuk dari zinc dan selenium. Kekurangan zat-zat tersebut tentu akan berdampak pada kesehatan tubuh.

Bagaimana solusinya jika tak bisa berhenti masturbasi?

Menurut Logan Levkoff, PhD, seksolog dan edukator seks, yang dikutip webMD, masalah utamanya bukan pada jumlah masturbasi yang Anda lakukan, namun pada dampak yang ditimbulkan pada kehidupan Anda. Jika masturbasi dilakukan setiap hari, namun Anda tetap mendapat hidup yang sehat dan memuaskan, maka mungkin itu masih baik untuk Anda. Namun, jika masturbasi dilakukan sekali sehari namun ini membuat Anda tak fokus dalam pekerjaan atau hubungan dengan pasangan, maka pertimbangkan untuk mengunjungi terapis seks atau berusaha mengubah kebiasaan ini.

Masih belum jelas tentang bagaimana masturbasi yang ‘normal’, belum lagi adanya pro dan kontra dari sisi norma-norma yang berlalu di masyarakat. Masih menurut Kerner, masturbasi sebenarnya hal yang sehat. Ketika seseorang tidak masturbasi, bisa juga dikaitkan dengan tanda-tanda kecemasan atau masalah kesehatan lain. Meskipun begitu, perlu diingat seringnya masturbasi dapat mengganggu kehidupan Anda.

Itulah dampak positif dan negatif dari mastrubasi. Memang pada dasarnya, masturbasi termasuk aktivitas yang normal. Namun jika terlalu sering melakukannya dapat menjadi gejala gangguan yang tidak lazim yang juga dapat membahayakan kehidupan seksual Anda bersama pasangan. Dan segera periksakan diri ke dokter jika Anda merasa mengidap kondisi seperti itu.