blog

Bukan Hanya Karena Banyak Makan, Ternyata Ini Penyebab Lain Obesitas

Beberapa waktu yang lalu banyak dikabarkan tentang orang-orang yang menderita obesitas. Penyebab obesitas yang kamu tahu mungkin karena kebanyakan makan dan kurang olahraga. Namun tidak hanya itu saja, tetapi ada penyebab lain juga. Kira-kira apa sajakah yang menyebabkan obesitas atau kegemukan? Yuk, langsung aja kita simak sama-sama artikel ini.

Pengertian

Obesitas adalah suatu keadaan di mana terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebih sehingga berat badan seseorang jauh di atas normal. Obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan energi yang keluar. Kegemukan tidak hanya berdampak pada penampilan fisik penderitanya, tetapi juga meningkatkan risiko dalam kondisi kesehatan. Dalam segi penampilan, obesitas juga akan menjadikan kurang percaya diri. Apalagi bagi kaum wanita, menurut pandangan banyak orang wanita yang seksi dan cantik yaitu wanita yang tidak terlalu gemuk (tidak obesitas) serta tidak terlalu kurus.

Tentu saja obesitas akan mengurangi rasa percaya diri pada seorang wanita. Semua orang dapat mengalami kegemukan jika tidak menjaga pola makan dan melakukan olahraga yang cukup. Tidak sedikit remaja ataupun orang dewasa yang mengalami frustasi karena masalah obesitas. Mereka sampai menggunakan obat-obatan atau ramuan diet untuk mengatasi obesitas yang dialami.

Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal dianggap mengalami obesitas. Orang yang mengalami obesitas dapat menimbulkan beberapa penyakit lain yang dapat menyerang tubuh. Seperti diabetes, tekanan darah tinggi serta penyekit lainnya maka dari itu obesitas tidak baik untuk kesehatan tubuh.

Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok:

  • Obesitas ringan : kelebihan berat badan 20-40%
  • Obesitas sedang : kelebihan berat badan 41-100%
  • Obesitas berat : kelebihan berat badan >100% (Obesitas berat ditemukan sebanyak 5% dari antara orang-orang yang gemuk).

Obesitas dapat terjadi ketika kita sering mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Sebenarnya mengonsumsi makanan berkalori tinggi tidak selalu menjadi masalah asalkan sesuai dengan aktivitas yang dilakukan tiap harinya. Namun, jika kita lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk dan tidak diimbangi oleh aktif berolahraga, maka sisa energi dari hasil pembakaran kalori tersebut akan disimpan di tubuh dalam bentuk lemak. Lambat laun, penumpukan lemak tersebut akan bertambah dan membuat tubuh terlihat membesar alias gemuk.

Penyebab Obesitas

Selama ini banyak yang beranggapan bahwa obesitas disebabkan karena makan yang terlalu banyak dan juga kurang berolahraga. Di bawah ini ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami obesitas diantaranya adalah sebagai berikut:

Pola makan berlebihan

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa salah satu penyebab obesitas adalah makan yang terlalu banyak. Seseorang dapat mengalami obesitas bisa dikarenakan kurang bisa menjaga pola makannya. Orang gemuk akan lebih mudah tergoda pada makanan daripada orang kurus. Orang kurus makan jika merasa lapar atau tubuh membutuhkan asupan tenaga dan gizi.

Sementara orang gemuk makan ketika timbul rasa keinginan untuk makan, baik kondisinya lapar atau tidak sehingga asupan makanan terlalu banyak di dalam tubuhnya dan hal inilah yang menyebabkan obesitas. Mengkonsumsi makanan yang berlebihan dan terlalu sering akan menyebabkan tubuh mempunyai cadangan makanan berlebih sehingga lemak pada tubuh juga akan menambah dan berlipat-lipat.

Pencernaan lambat

Gangguan pencernaan seperti lambat buang air besar juga dapat menambah berat badan. Idealnya, buang air besar dilakukan satu jam setelah makan. Buang air besar sekali atau dua kali sehari masih dalam kisaran yang sehat. Tapi jika buang air besar tidak begitu teratur, dehidrasi dan kurang serat dalam usus juga bisa membuat cepat gemuk.

Genetik

Obesitas atau kegemukan bisa terjadi karena faktor genetik atau keturunan. Maka tidak heran jika kita sering menjumpai jika orang tuanya gemuk maka anaknya gemuk. Ternyata jumlah lemak yang ada pada tubuh anak salah satunya ditentukan oleh besarnya lemak yang ada pada tubuh orang tuanya melalui faktor genetik.

Depresi

Obesitas dan depresi ternyata berhubungan erat. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa obesitas meningkatkan risiko terjadinya depresi. Sebaliknya, orang yang depresi juga mengalami peningkatan risiko menjadi obesitas. Obesitas dan depresi cenderung berjalan beriringan. Penelitian di Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa 43 persen orang dewasa yang mengalami depresi pasti mengalami obesitas. Sebanyak 55 pasien yang mengonsumsi obat anti depresi pasti obesitas.

Gaya hidup

Obesitas bisa terjadi dikarenakan gaya hidup seseorang, apalagi zaman sekarang kemajuan teknologi telah berkembang pesat sehingga selain memberikan dampak positif bagi kehidupan seseorang tetapi juga memberikan dampak negatif. Teknologi yang canggih akan menjadikan orang malas-malasan karena semuanya dapat dilakuakan dengan lebih mudah tanpa mengeluarkan tenaga yang banyak dengan mesin yang canggih.

Teknologi yang canggih ini memang menjadikan efisiensi waktu serta kemudahan, tetapi disisi lain orang bisa terkena masalah obesitas jika tidak diimbangi dengan aktifitas lain yang dapat membakar kalori serta lemak dalam tubuh. Asupan tenaga serta gizi yang masuk ke dalam tubuh lebih besar dibanding tenaga yang digunakan untuk melakukan aktifitas sehingga seseorang akan mengalami obesitas.

Demikianlah kurang lebih uraian di atas untuk kamu pahami, hal yang terpenting adalah tetap menjaga kesehatan serta pola makan yang baik agar terhindar dari obesitas atau kegemukan. Semoga artikel ini bermanfaat.