blog

Yuk, Pahami Tentang Penyakit Meralgia Paresthetica Secara Tuntas

Meralgia Paresthetica awalnya ya memang biasa saja bahkan ini jarang sekali terdengar di telinga seseorang. Namun siapa sangka kalau ternyata ini adalah penyakit yang serius. Oleh karena itu keluhan tersebut bisa saja makin menjadi tanda adanya penyakit meralgia paresthetica. Meralgia paresthetica adalah suatu kondisi yang ditandai dengan kesemutan, mati rasa dan rasa sakit yang membakar di paha luar Anda. Penyebab meralgia paresthetica adalah kompresi saraf yang mensuplai sensasi ke permukaan kulit paha Anda. Pakaian ketat, obesitas atau kenaikan berat badan, dan kehamilan merupakan penyebab umum meralgia paresthetica.

Namun, meralgia paresthetica juga bisa jadi karena trauma lokal atau penyakit, seperti diabetes. Dalam kebanyakan kasus, Anda bisa merelaksasi meralgia paresthetica dengan tindakan konservatif, seperti mengenakan pakaian longgar. Pada kasus yang parah, pengobatan mungkin termasuk obat untuk mengurangi ketidaknyamanan atau, jarang, operasi.

Apa Itu Meralgia Paresthetica?

Meralgia paresthetica merupakan kondisi ketika saraf Lateral Femoral Cutaneous (LFCN) tertekan oleh jaringan di sekitarnya, seringnya ligamen. Saraf tersebut hanya berfungsi menerima rangsangan sensorik di permukaan kulit sisi luar dari paha, sehingga tidak mengganggu fungsi motorik paha penderita. Maralgia paresthetica pada umumnya disebabkan oleh jebakan saraf saraf saat melewati ligamentum inguinalis. Jarang, ada etiologi lain seperti trauma langsung, cedera peregangan, atau iskemia. Biasanya terjadi dalam isolasi. Riwayat klinis dan pemeriksaan biasanya cukup untuk membuat diagnosis. Namun, diagnosisnya bisa dikonfirmasi dengan studi konduksi saraf. Pengobatan biasanya bersifat suportif. LFCN bertanggung jawab atas sensasi paha anterolateral. Ini adalah saraf sensorik murni dan tidak memiliki komponen motorik.

Beberapa kejadian yang sering menyebabkan penekanan pada saraf Lateral Femoral Cutaneous (LFCN), yaitu:

  • Penggunaan pakaian ketat, seperti ikat pinggang, korset, dan celana ketat
  • Kehamilan
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Trauma akibat kecelakaan
  • Diabetes

Gejala meralgia paresthetica

Beberapa kondisi yang menjadi gejala meralgia paresthetica adalah:

  • Nyeri
  • Kesemutan
  • Mati rasa atau baal
  • Sensasi terbakar
  • Sensitif terhadap sentuhan
  • Sensitif terhadap suhu panas

Penyebab

Merumgia paresthetika terjadi ketika saraf kutaneus lateral femoralis yang memasok sensasi ke permukaan paha luar Anda menjadi terkompresi, atau terjepit. Saraf kutaneous femoralis lateral adalah saraf sensoris murni dan tidak mempengaruhi kemampuan Anda untuk menggunakan otot-otot kaki Anda.

Pada kebanyakan orang, saraf ini melewati pangkal paha ke paha bagian atas tanpa masalah. Tapi di meralgia paresthetica, saraf kulit femoralis lateral menjadi terperangkap sering di bawah ligamen inguinalis, yang membentang di sepanjang selangkangan Anda dari perut ke paha bagian atas.

Penyebab umum kompresi ini termasuk kondisi yang meningkatkan tekanan pada selangkangan, termasuk:

  • Pakaian ketat, seperti ikat pinggang, korset dan celana ketat
  • Obesitas atau penambahan berat badan
  • Mengenakan sabuk alat berat
  • Kehamilan
  • Jaringan parit di dekat ligamen inguinalis karena cedera atau operasi masa lalu
    Cedera saraf, yang bisa karena diabetes atau cedera sabuk pengaman setelah mengalami kecelakaan kendaraan bermotor, misalnya juga bisa menyebabkan meralgia paresthetica.

Diagnosis meralgia paresthetica

Diagnosis meralgia paresthetica tergolong tidak mudah. Oleh karena itu, dokter perlu melakukan serangkaian pemeriksaan. Mulai dari wawancara medis dan pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang berupa MRI (Magnetic Resonance Imaging), EMG (Electromyography), dan tes konduksi saraf. Pemeriksaan MRI dilakukan untuk memindai kelainan pada jaringan di paha, termasuk saraf Anda. Sedangkan EMG dan tes konduksi saraf untuk menilai apakah saraf dan otot di paha berfungsi secara normal.

Pengobatan meralgia paresthetica

Pengobatan meralgia paresthetica bertujuan untuk mengurangi penekanan yang terjadi pada saraf Lateral Femoral Cutaneous (LFCN).

Pada kondisi ringan, pengobatan masih bisa menggunakan kompres es atau pemberian obat anti-nyeri golongan non-steroid. Selain itu, menghilangkan faktor risiko seperti menurunkan berat badan atau menggunakan pakaian yang longgar juga dapat meringankan gejala yang terjadi.

Pada kondisi yang lebih berat, pasien memerlukan terapi dengan obat anti-radang golongan kortikosteroid. Namun bila tindakan tersebut tidak memberikan hasil yang optimal, mau tidak mau pasien harus dioperasi.

Jadi bila Anda merasakan beberapa gejala yang berhubungan dengan meralgia paresthetica seperti di atas, jangan ragu untuk segera periksakan diri ke dokter. Jangan abai, karena keluhan ini dapat mengganggu aktivitas hingga menurunkan kualitas hidup.

Pengobatan meralgia paresthetica biasanya melibatkan penanganan penyebab yang mendasarinya. Merawi paresthetica juga dapat diobati dengan injeksi kortison lokal pada titik di mana saraf melintasi lipatan di selangkangan. Obat yang biasa digunakan dalam pengobatan nyeri neuropatik, seperti gabapentin, bisa digunakan. Tak jarang, pembedahan saraf diperlukan.

Faktor risiko

Bagi sebagian orang, mengenakan celana jeans superketat membuat mereka tampil lebih pede dan seksi. Namun di balik kebiasaan memakai celana jeans ketat, ternyata ada risiko kesehatan yang mengancam. Memakai celana jeans ketat berpotensi menyebabkan kerusakan pada saraf dalam jangka panjang. Dr. Karen Boyle, dokter ahli kesuburan pria dari Chesapeake Urology Associates pada Greater Baltimore Medical Center (GBMC) mengatakan, ia pernah menemukan sejumlah kasus perempuan yang mengalami kesemutan, mati rasa dan rasa sakit di kaki bagian atas karena memakai jeans kelewat ketat.

Mereka menderita kondisi yang disebut ‘meralgia paresthetica’ gangguan yang terjadi ketika salah satu saraf di bagian luar paha mengalami tekanan atau kompresi. Boyle menyatakan, salah seorang perempuan menggambarkan keluhan itu sebagai “sensasi mengambang” yang membuatnya merasa lemah ketika ia berjalan. Ia juga memperingatkan, kebiasaan memakai sepatu hak tinggi ditambah balutan jeans ketat bisa memperburuk masalah.