blog

Dapat Merenggut Nyawa, Waspadalah Terhadap Demam Berdarah

Penyakit demam berdarah ini sudah seperti momok yang menakutkan masyarakat untuk sekarang ini. Banyak orang yang terkena demam berdarah ini akhirnya berujung dengan kematian.

Inilah yang menyebabkan demam berdarah sangat ditakuti oleh banyak orang. Coba bayangin saja betapa mengerikannya demam berdarah itu, padahal hanya dari gigitan nyamuk bisa membuat nyawa seseorang menjadi melayang. Nah, agar kita bisa terhindar dari demam berdarah ini alangkah baiknya kita mengetahui lebih lanjut seluk beluk demam berdarah.

Pengertian Dari Penyakit Demam Berdarah

Demam berdarah atau biasa yang disebut demam dengue (disingkat DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Beberapa jenis nyamuk memang dapat menularkan (atau menyebarkan) virus dengue ini. Demam dengue biasa juga disebut sebagai “breakbone fever” atau “bonebreak fever” (demam sendi), karena demam tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan tulang mereka patah.

Sejumlah gejala dari demam dengue adalah demam, sakit kepala, kulit kemerahan yang tampak seperti campak dan nyeri otot serta persendian. Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua bentuk yang pada akhirnya dapat mengancam jiwa.

Yang pertama adalah demam berdarah, ini bisa menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah (saluran yang mengalirkan darah) dan juga rendahnya tingkat trombosit darah (yang dapat menyebabkan darah menjadi membeku). Yang kedua adalah sindrom renjat dengue, yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah yang sangat berbahaya.

Terdapat empat jenis virus dengue. Apabila seseorang telah terinfeksi satu jenis virus, biasanya dia akan menjadi kebal terhadap jenis tersebut seumur hidupnya. Namun, dia hanya akan terlindung dari tiga jenis virus lainnya dalam waktu singkat. Jika kemudian dia terkena satu dari tiga jenis virus tersebut, dia mungkin akan mengalami masalah yang serius.

Belum ada vaksin yang dapat mencegah seseorang terkena virus dengue tersebut. Terdapat beberapa tindakan pencegahan demam dengue. Orang-orang dapat melindungi diri mereka dari nyamuk dan meminimalkan jumlah gigitan nyamuk.

Para ilmuwan juga menganjurkan untuk memperkecil habitat nyamuk dan mengurangi jumlah nyamuk yang ada. Apabila seseorang terkena demam dengue, biasanya dia dapat pulih hanya dengan meminum cukup cairan, selama penyakitnya tersebut masih ringan atau tidak parah. Jika seseorang mengalami kasus yang lebih parah, dia mungkin memerlukan cairan infus (cairan yang dimasukkan melalui vena, menggunakan jarum dan pipa infus), atau transfusi darah (diberikan darah dari orang lain).

Sejak tahun 1960-an, akan ada semakin banyak orang yang terkena demam dengue. Penyakit tersebut akan mulai menimbulkan masalah di seluruh dunia sejak Perang Dunia Kedua. Penyakit ini akan umum terjadi di lebih dari 110 negara. Setiap tahunnya, sekitar 50–100 juta orang bisa terkena demam dengue.

Para ahli sampai saat ini masih mencoba dalam mengembangkan obat-obatan untuk menangani virus secara langsung. Masyarakat pun akan melakukan banyak usaha untuk membasmi nyamuk demi menjauhkan mereka dari penyakit yang berbahaya ini.

Deskripsi pertama dari demam dengue ditulis pada tahun 1779. Pada awal abad ke-20, para ilmuwan telah mengetahui bahwa penyakit tersebut memang disebabkan oleh virus dengue dan bahwa virus tersebut ditularkan (atau disebarkan) oleh nyamuk.

Bagaimana Demam Berdarah Bisa Terjadi?

Demam berdarah ini merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh virus dengue melalui perantara nyamuk Aedes aegypti sebagai tempat hidup dan vektor utamanya. Nyamuk Aedes aegypti menularkan virus penyebab demam berdarah tersebut melalui gigitan kecil ke dalam kulit manusia.

Ketika virus masuk ke dalam tubuh manusia, virus dengue ini kemudian akan bereaksi terhadap sistem kekebalan tubuh kita. Reaksi antara virus dan kompenen kekebalan ini akan menimbulkan kerusakan pembuluh darah kapiler. Pembuluh darah dapat menjadi lebih rapuh, bahkan juga dapat mengalami kebocoran sehingga isinya ‘merembes’ ke jaringan yang ada disekitarnya.

Kebocoran ini pun akan memaksa trombosit untuk menutupinya, semakin banyak trombosit yang digunakan maka jumlahnya akan berkurang hingga mencapai titik terendah. Jika sudah demikian, maka tubuh tidak akan mampu lagi untuk menutup kebocoran tersebut sehingga akan menimbulkan reaksi perdarahan secara spontan.

Reaksi perdarahan ringan akan berupa bintik-bintik perdarahan berwarna merah keunguan di bawah kulit (petekie). Sedangkan perdarahan spontan bisa terjadi pada beberapa organ dalam, saluran pencernaan yang ditandai dengan BAB hitam, serta perdarahan di gusi dan juga mimisan. Kondisi inilah yang kemudian melatarbelakangi penamaan penyakit ini dengan sebutan demam berdarah.

Gejala Yang Akan Terjadi Jika Terkena Demam Berdarah

Agar kita bisa mengetahui bahwa seseorang memang terkena demam berdarah, maka sebaiknya kalian mengetahui gejala-gejala umumnya terlebih dahulu ini terlebih dahulu

Demam tinggi

Demam adalah salah satu indikasi seseorang jika mereka mengalami gangguan dalam tubuhnya termasuk saat virus dengue menjangkiti tubuh seseorang. Sebenarnya, demam merupakan mekanisme alami kekebalan sebagai tanda bahwa tubuh sedang memberikan perlawanan terhadap infeksi pathogen. Tubuh akan meningkatkan temperatur maksimal untuk mematikan pathogen virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Pada penderita demam berdarah akan terjadi dalam beberapa fase yang biasanya dikenal sebagai fase pelana kuda. Pada fase pertama, biasanya terjadi pada tiga hari setelah masa inkubasi. Pasien akan mengalami demam yang sangat tinggi hingga temperatur tubuh mencapai 40 derajat celcius.

Pada fase kedua demam akan turun, namun meskipun demam turun, fase ini bisa dikatakan sebagai  fase yang kritis dan berbahaya karena biasanya pasien atau keluarganya akan menganggap dirinya telah sembuh dan ini akan mnegakibatkan terlambatnya penanganan demam berdarah.

Fase ketiga adalah fase dalam proses penyembuhan dimana tubuh akan kembali mengalami demam tinggi dan kadar trombosit oun akan mulai meningkat.

 Sakit Kepala

Pasien demam berdarah juga biasanya akan mengalami sakit kepala hebat. Sakit kepala merupakan salah satu tanda atau gejala suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus.

Pada saat tubuh terinfeksi virus, maka sistem kekebalan tubuh akan memproduksi interferon dan zat kimia lain yang dapat memicu timbulnya rasa sakit di kepala.

 Mual

Gejala lain yang ditimbulkan oleh infeksi virus dengue adalah mual atau dalam istilah medis disebut biasa disebut dengan nausea. Saat virus menginfeksi tubuh, lambung biasanya akan mengeluarkan lebih banyak asam lambung sebagai respon kekebalan tubuh. Naiknya asam lambung akan dapat menyebabkan mual dan perasaan ingin muntah.

 Sakit perut

Pasien demam berdarah juga akan mengalami rasa sakit pada perut yang berasal dari luka yang disebabkan oleh infeksi pada ulu hati. Biasanya pasien demam berdarah justru akan merasakan sakit perut yang hebat sebelum mengalami pendarahan.

 Muntah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa infeksi virus dengue dapat meningkatkan kadar asam dalam lambung yang mengakibatkan mual dan muntah. Pada masa ini pasien akan selalu merasakan rasa mual.

Nyeri Otot

Siapa yang bilang nyeri otot bukan termasuk penyakit demam berdarah. Sama halnya dengan penyakit malaria, nyeri otot juga merupakan salah satu gejala demam berdarah. Pada saat tubuh terinfeksi virus, sistem kekebalan akan menghasilkan cytokine, histamin dan protein lainnya untuk menangkal kerusakan dan mengalahkan infeksi tersebut. Akan tetapi, kadar zat tersebut jika terlalu tinggi dapat menyebabkan nyeri pada otot terutama pada pasien demam berdarah.

 Bercak atau Ruam Merah

Demam, sakit kepala dan ruam merah adalah tiga gejala utama demam berdarah. Ruam merah biasanya akanm muncul pada kulit pasien saat tubuh mereka berada dalam fase pertama demam tinggi.

Biasanya ruam tersebut akan muncul pada area wajah, leher dan dada yang kemudian bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Diare

Diare ini akan dapat menjadi salah satu gejala akibat infeksi virus dengue, meskipun jarang ditemukan pasien demam berdarah yang mnegalami gejala ini. Berdasarkan penelitian, hanya 6 % dari pasien demam berdarah mengalami diare.

Infeksi virus dengue juga dapat menyebabkan masalah pada pencernaan dan penyerapan air pada usus besar sehingga penderita demam berdarah bisa mengalami diare.

Adakah Pengobatan Demam Berdarah Secara Alami?

Tentu saja ada, jika sakit demam yang di derita belum terlalu parah maka kalian bisa menggunakan beberapa bahan alami ini untuk pengobatan demam berdarah.

Buah Jambu Merah

Buah jambu merah adalah salah satu obat tradisional penyakit DBD. Buah ini mengandung flavonoid yang dapat meningkatkan trombosit dalam darah. Selain itu kandungan antioksidan dan vitamin C yang tinggi juga membuat buah ini sangat baik untuk dikonsumsi.

Cara memanfaatkannya bisa dengan cara memakan buahnya langsung ataupun menjadikannya jus jambu merah segar khasiatnya tetap sama kok.

Daun Jambu Biji

Selain buahnya yang bermanfaat untuk DBD, ternyata daun jambu biji juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati demam berdarah juga loh.

Daun jambu biji memiliki kandungan tanin yang dapat menciutkan urat darah serta dapat meningkatkan jumlah trombosit dalam tubuh.

Cara memanfaatkannya bisa dengan mengkonsumsi ekstrak kering daun jambu biji yang dimasukan dalam cangkang kapsul atau dengan cara menyeduhnya sebagai minuman hangat.

Meniran

Meniran merupakan salah satu jenis simplisia yang berkhasiat diuretik. Selain mempunyai efek diuretik atau melancarkan air seni, meniran juga dapat meningkatkan trombosit dalam darah, sehingga baik digunakan sebagai obat demam berdarah alami.

Pemanfaatan meniran bisa dengan cara merebusnya dan meminum air rebusannya secara rutin.

Kunyit

Kunyit yang mempunyai nama latin Curcumae domesticae Rhizoma ternyata juga bisa digunakan untuk mengatasi penyakit DBD.

Kunyit mempunyai banyak sekali khasiat seperti anti DBD, anti kanker, anti oksidan, anti virus HIV dan mengobati berbagai penyakit pencernaan.

Daun Pepaya

Daun pepaya atau Caricae Folium juga merupakan salah satu jenis tanaman yang sangat berkhasiat dalam menyembuhkan penyakit DBD.

Meskipun belum ada penelitian ril tentang manfaat daun pepaya terhadap DBD, namun banyak orang yang mengklaim bahwa mereka dapat sembuh dari demam berdarah setelah mengkonsumsi sejumlah daun pepaya segar.

Hal ini tentu berkaitan erat dengan kandungan papain dalam daun pepaya yang memiliki beberapa khasiat seperti anti malaria, anti penyakit cacing dan juga dapat meyehatkan pencernaan.

 Temu Ireng

Temu ireng adalah salah satu jenis tanaman dari keluarga Curcumae yang tentunya punya banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil.

Salah satu manfaat dari temu ireng ini adalah mengatasi penyakit DBD dan penyakit lain yang berkaitan dengan hati seperti hepatitis.

Selain itu temu ireng juga sering digunakan untuk mengobati penyakit asma dan cacingan.

Yah, itulah tadi penjelasan singkat tentang penyakit demam berdarah yang terkesan sangat menakutkan itu. Untuk itulah sangat disarankan untuk menjaga kebersihan disekitar rumah agar tidak ada nyamuk yang bersarang.