info

Keuntungan Dan Kerugian Dari Vasektomi

Vasektomi merupakan salah satu jenis alat kontrasepsi yang sudah dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Mereka melakukan vasektomi untuk menekan angka pertambahan penduduk. Pada nyatanya vasektomi ini memang kurang terkenal dibandingkan dengan metode kontrasepsi yang lainnya seperti suntik KB, pil KB ataupun memakai kondom. Secara singkat vasektomi adalah metode kontrasepsi yang dilakukan dengan memotong saluran sperma (vas deferens) yang membawa sperma dari testis ke penis. Dengan metode yang menyerupai sterilisasi ini, sperma tidak lagi keluar bersama air mani saat pria ejakulasi.

Di kalangan awam, metode vasektomi memang banyak yang mempertanyakan. Salah satunya mitos bahwa vasektomi dapat memengaruhi gairah seksual pria. Padahal, tidak demikian. Setelah vasektomi, seorang pria tetap akan merasakan sensasi orgasme, ereksi bahkan ejakulasi. Memang, sesaat setelah vasektomi dilakukan, ada kasus yang mengalami rasa nyeri di bagian testis, tetapi hal itu hanya sementara.

Beberapa hari setelah prosedur vasektomi, seorang pria dapat segera melakukan hubungan seksual. Vasektomi juga tidak akan memengaruhi produksi hormon testosteron pada pria. Demikian juga air mani yang keluar saat ejakulasi setelah vasektomi, tidak akan banyak berbeda, karena sperma hanya merupakan bagian kecil dari air mani secara keseluruhan.

Tujuan Vasektomi

Pria yang melakukan vasektomi adalah ayah yang memiliki kesadaran untuk terlibat langsung dalam hal mengatur kelahiran anak. Lebih dari itu, hal ini adalah sebagai bentuk kepedulian seorang pria untuk aktif memilih kontrasepsi selain partisipasi dari pihak wanita. Alasan yang umum diambil mengapa pria vasektomi adalah karena isteri mengalami alergi terhadap metode kontrasepsi tertentu sehingga pria mengambil alih tugas kontrasepsi.

Operasi vasektomi dilakukan dengan tujuan agar pria tidak bisa menghamili wanita secara permanen. Secara permanen? Benar sekali. Jika Anda seorang pria dan memutuskan untuk melakukan vasektomi, maka harus dipertimbangkan terlebih dulu untung ruginya. Benarkah sudah tidak ingin memiliki anak? Apakah isteri sudah tidak ingin hamil. Jika masih ingin punya anak lagi, sebaiknya memilih metode kontrasepsi lainnya yang memungkinkan kehamilan terjadi bila menghentikan pemakaian.

Cara Operasi Vasektomi

Terdapat beberapa cara yang dilakukan oleh tim medis dalam melakukan operasi vasektomi terhadap seorang pria. Cara tersebut adalah:

1. Vasektomi dengan cara konvensional

Vasektomi dengan cara konvensional dilakukan dengan memotong pipa saluran sperma yang berada di bagian kiri dan kanan pria. Pertama-tama, pria tersebut dibius lokal melalui injeksi pada kulit sekitar skrotum (kantong buah zakar). Setelah itu tim medis meraba kulit tersebut untuk menemukan keberadaan pipa kecil yang disebut dengan saluran sperma.

Kalau sudah ketemu lalu kulit disobek dan pipa tersebut ditarik keluar untuk diikat pada kedua ujungnya. Ingat, saluran ini ada dua, yaitu bagian kiri dan kanan. Oleh karena itu, pengikatan harus pada kedua bagian. Setelah saluran sperma diikat, lalu dimasukkan kembali ke lokasi awal dan dijahit. Oke, selesai! Tidak begitu rumit kan? Operasi vasektomi ini membutuhkan waktu sekitar 20 menit.

2. Vasektomi dengan cara pembakaran

Dibakar? Benarkah saluran sperma pria akan dibakar layaknya orang membakar sate? Jangan keburu takut dulu. Itu hanya sebutan untuk operasi medis vasektomi yang satu ini. Vasektomi dengan cara pembakaran dalam bahasa medis disebut cauterisasi. Dalam hal ini dokter tidak perlu melakukan operasi pembedahan pada kulit sekitar kantong buah zakar.

Vasektomi dengan cara cauterisasi dilakukan dengan cara menempatkan jarum tertentu langsung mengarah kepada saluran sperma pria yang berada di balik kulit sekitar buah zakar. Setelah saluran sperma ditemukan, maka dilakukan cauterisasi. Selesai. Hasil vasektomi dengan cara ini sama dengan vasektomi secara konvensional, yaitu mengakibatkan saluran sperma buntu dan tidak dapat menghamili wanita.

3. Vasektomi dengan bantuan Vasclip

Perkembangan teknologi terkini menghadirkan cara vasektomi terbaru dengan menggunakan clip atau alat penjepit. Cara ini telah dipraktekkan di negara Amerika Serikat mulai tahun 2002 melalui persetujuan badan kesehatan Amerika. Karena vasektomi dilakukan dengan bantuan klip, maka cara ini disebut sebagai vasclip. Sayangnya, metode vasektomi yang satu ini hanya berlaku di Amerika saja dan belum masuk ke Indonesia.

Vasclip bekerja dengan cara menjepit saluran sperma pada kedua sisi sehingga tidak bisa mengalirkan benih laki-laki. Klip yang dibuat khusus berukuran sebutir telur dijepitkan ke pipa saluran lelaki dan sifatnya permanen, sama seperti dua cara vasektomi di atas.

Keuntungan dan Kerugian dari Vasektomi:

Keuntungan

  • Vasektomi adalah operasi kecil yang aman, sangat efektif dan bersifat permanen.
  • Baik dilakukan pada laki-laki yang memang sudah tidak ingin memiliki anak.
  • Vasektomi lebih murah dan lebih sedikit komplikasi dibandingkan dengan sterilisasi tuba.
  • Pria memiliki kesempatan untuk gantian KB dengan istrinya.
  • Tidak mempengaruhi kemampuan seorang pria dalam menikmati hubungan seksual.

Kerugian

  • Beberapa laki-laki takut vasektomi ini akan mempengaruhi kemampuannya berhubungan intim atau menyebabkan gangguan ereksi.
  • Ada sedikit rasa sakit dan ketidaknyaman beberapa hari setelah operasi, rasa sakit ini biasanya bisa hilang dengan konsumsi obat ringan.
  • Seringkali harus melakukan kompres dengan es selama 4 jam untuk mengurangi pembengkakan, pendarahan dan rasa tak nyaman serta harus memakai celana yang dapat mendukung skrotum selama 2 hari.
  • Operasi tidak efektif dengan segera. Pasien diharuskan memakai kondom terlebih dahulu untuk membersihkan tabung dari sisa sperma yang ada. Untuk mengetahui sudah steril atau belum, biasanya dilakukan pemeriksaan mikroskop setelah 20-30 kali ejakulasi.
  • Vasektomi tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi seksual menular termasuk HIV.
    Penyesalan setelah vasektomi lebih besar jika laki-laki masih berusia di bawah 25 tahun, terjadi perceraian atau ada anaknya yang meninggal.
  • Dibutuhkan waktu 1-3 tahun untuk benar-benar memastikan apakah vasektomi bisa bekerja efektif 100 persen atau tidak.