info

Jenis Kanker Yang Paling Umum Terjadi Pada Anak-Anak

Kanker adalah jenis penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel yang mengakibatkan sel tumbuh tidak terkendali, menyerang jaringan biologis di dekatnya dan bermigrasi ke jaringan tubuh melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik (metastasis). Tiga karakter ganas itulah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor tetapi beberapa tidak, seperti leukemia.

Kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda-beda, tergantung pada lokasi dan karakter keganasan serta ada tidaknya metastasis. Penyakit ini bisa terjadi kepada siapapun, baik orang dewasa maupun anak-anak. Bahkan di zaman sekarang ini banyak sekali anak-anak yang sudah terserang penyakit ini dan jenis kanker yang paling sering terjadi pada anak-anak berbeda dari orang dewasa.

Tidak ada penyakit atau gejala yang sepele ketika berkaitan dengan anak. Terlebih lagi bila tanda-tanda tersebut merupakan salah satu gejala kanker yang sangat berbahaya untuk anak-anak. Mendeteksi sejak dini berarti menyelamatkan hidup anak. Kalian bisa melakukannya dengan mengetahui tanda-tanda umum penyakit tersebut. Dan berikut adalah beberapa jenis-jenis kanker yang sering di derita anak-anak.

1. Leukimia

Ini adalah jenis kanker darah yang berkembang dari kelebihan produksi sel darah putih yang belum matang, yang disebabkan oleh jumlah sel darah putih yang sangat banyak dalam aliran darah dan sumsum tulang, maka sel-sel darah lainnya terganggu proses pembuatannya. Akibatnya sel-sel darah putih dan sel darah lainnya tidak mampu berfungsi sebagaimana seharusnya.

Jenis kanker yang paling umum pada anak-anak adalah leukemia akut limfositik (ALL) dan leukemia myelogenous akut (AML). leukemia ini dapat menyebabkan tulang dan sendir nyeri, kelelahan, kelemahan, kulit pucat, perdarahan atau memar, demam, penurunan berat badan dan lainnya. leukemia akut dapat tumbuh dengan cepat sehingga biasanya diobati dengan kemoterapi.

Tujuan pengobatan adalah untuk menghancurkan sel-sel leukemia dan memungkinkan sel-sel darah yang normal dibentuk di dalam sumsum tulang. Keputusan pengobatan didasarkan pada jenis leukemia yang dimiliki, stadium penyakit, usia dan kondisi kesehatan secara umum.

2. Tumor otak

Ini adalah kanker paling umum kedua yang sering pada anak-anak. Tumor otak merupakan kanker yang tumbuh dalam atau sekitar otak dan sumsum tulang belakang yang dapat menyebabkan cacat yang parah dan bahkan kematian jika tidak terdeteksi dan tidak terobati dengan merusak sistem saraf pusat.

Tumor mungkin jinak (bukan kanker) atau ganas (kanker). Tumor otak jinak tumbuh di daerah dekat otak, mereka jarang menyebar ke jaringan otak lainnya sedangkan tumor otak ganas cenderung tumbuh dengan cepat dan menyebar ke jaringan otak lainnya. Ketika tumor tumbuh ke dalam daerah otak, itu akan menghentikan bagian otak yang bekerja.Kebanyakan tumor otak pada anak-anak sering terjadi di bagian bawah otak, seperti otak kecil atau batang otak sehingga menyebabkan sakit kepala, mual, muntah, penglihatan kabur atau ganda, pusing, kejang, kesulitan berjalan atau penanganan benda dan gejala lainnya. Orang dewasa mungkin lebih sering terkena tumor di bagian atas otak.

3. Neuroblastoma

Neuroblastoma adalah jenis kanker langka yang berkembang dari neuroblasts atau sel-sel saraf yang belum matang pada anak-anak. Sebagian besar kasus neuroblastoma terjadi pada anak-anak usia lima tahun ke bawah. Gejala neuroblastoma bisa bermacam-macam, tergantung pada bagian tubuh yang terserang. Misalnya jika kanker ini terdapat di bagian dada, maka gejala yang bisa dirasakan anak berupa nyeri di dada, sesak napas yang disebabkan oleh saluran napas yang menyempit dan perubahan warna pada mata.

Penyebab penyakit ini adalah karena adanya sel saraf yang belum matang. Perubahan ini terjadi saat janin berkembang di dalam rahim. Umumnya setelah manusia lahir, tidak ada lagi neuroblasts yang tersisa. Jika pun masih ada, neuroblasts akan berangsur-angsur matang atau hilang dengan sendirinya. Sebenarnya sisa neuroblasts yang ada tersebut bukannya menjadi matang atau menghilang tetapi melainkan terus berkembang dan membentuk tumor.

Ada tiga jenis metode pengobatan neuroblastoma, yaitu melalui operasi pengangkatan tumor, kemoterapi (penghancuran sel-sel kanker menggunakan obat-obatan) dan radioterapi (penghancuran sel-sel kanker dengan radiasi sinar).

4. Limfoma

Ini adalah kanker yang muncul dalam sistem limfatik yang menghubungkan noda limfa atau kelenjar getah bening di seluruh tubuh. Sistem limfatik termasuk bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Sel-sel darah putih limfosit dalam sistem limfatik akan membantu pembentukan antibodi tubuh untuk memerangi infeksi. Tetapi jika sel-sel limfosit dalam sistem limfatik diserang kanker, sistem kekebalan tubuh penderita akan menurun sehingga rentan mengalami infeksi.

Ada dua jenis limfoma, yaitu Limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Kedua jenis itu sering terjadi pada anak-anak dan orang dewasa tetapi limfoma non-Hodgkin lebih sering terjadi pada anak-anak. Kanker ini sering tumbuh dengan cepat dan membutuhkan perawatan yang lebih intensif. Gejala utama yang dialami pengidap limfoma adalah tumbuhnya benjolan. Benjolan ini tidak terasa sakit dan umumnya muncul pada leher, ketiak, dan selangkangan.

5. Rhabdomyosarcoma

Ini adalah sel kanker yang tumbuh dari jaringan tubuh, seperti jaringan otot dan jaringan ikat. Kanker ini umumnya terbentuk di kepala, leher, testis, prostat, vagina, kandung kemih, lengan dan tungkai. Hal itu dapat menyebabkan nyeri dan pembengkakan (benjolan). Ini adalah jenis yang paling umum terjadi terhadap anak-anak.

Rhabdomyosarcoma umumnya menyerang anak laki-laki yang berusia di bawah 10 tahun dan jarang menimpa orang dewasa. Gejala yang timbul akibat penyebaran sel kanker dari organ asalnya juga dapat muncul dalam bentuk rasa sakit atau ngilu pada tulang, anemia, sesak napas dan trombositopenia. Penanganan untuk rhabdomyosarcoma dapat meliputi operasi untuk mengangkat massa tumor, pemberian kemoterapi dan radioterapi.

6. Retinoblastoma

Ini adalah kanker mata yang sering terjadi pada anak yang berusia dibawah 5 tahun. Retinoblastoma menyerang selaput jala mata atau retina yang terletak pada dinding mata dan dapat menyerang salah satu atau kedua mata. Retina manusia dibentuk oleh sel-sel yang disebut retinoblas. Kanker terjadi karena adanya mutasi genetik yang membuat retinoblas terus bereproduksi hingga tumor tumbuh pada retina. Kanker ini dapat tumbuh ke seluruh bagian mata hingga menyebar ke bagian tubuh lain, seperti otak dan tulang belakang.

Salah satu cara mengobati Retinoblastoma adalah menggunakan terapi laser (laser photocoagulation). Terapi sinar laser dapat digunakan untuk menghancurkan pembuluh darah yang menutrisi tumor dan menyebabkan matinya sel kanker.

Jadi, usahakanlah untuk tetap selalu menjaga kondisi anak dan jangan pernah meremehkan gejala apapun yang sering terjadi terhadap anak-anak. Karena kesehatan anak adalah tanggungjawab kita selaku orangtua.