info

Bagaimana Proses Munculnya Kanker Dalam Tubuh? Yuk, Ketahui

Penyakit mematikan dan paling ditakuti di dunia ini sudah jelas pasti kanker. Gimana tidak, penyakit ini bisa menyerang siapapun dan kapanpun. Mungkin banyak yang bertanya-tanya gimana sih awal munculnya kanker dalam tubuh dan untuk menjawab pertanyaan tersebut, silahkah simak artikel berikut ini.

Proses Terbentuknya Sel Kanker

Untuk meluruskan saja, sebenarnya sel kanker bukan datang dari luar. Maka salah bila ada informasi mengatakan bahwa jenis makanan tertentu bisa membawa sel kanker masuk ke dalam tubuh. Faktanya sel kanker berasal dari sel normal dalam tubuh kita. Hanya saja sejumlah faktor merusak karakter dan perilaku sel sehat tadi sehingga berubah menjadi sel abnormal yang bersifat agresif atau memiliki kemampuan menyerang serta merusak sel sehat di sekitarnya. Inilah yang kemudian dikenal sebagai sel kanker.

Dalam sel yang sehat terdapat nukleus yang berfungsi sebagai sistem pusat. Nukleus sendiri menampung kromosom yang terbentuk dari rangkaian DNA. Di dalam DNA, terkandung ribuan gen yang akan memberi instruksi pada sel untuk menjalankan fungsinya pada organ tubuh tempat sel tersebut hidup. Maka nukleus yang menjadi rumah bagi ribuan gen ini akan menentukan jenis sel apa yang dibutuhkan organ tubuh tertentu, kapan sel perlu membelah diri, dan sel mana yang harus mati dan digantikan.

Sayangnya, proses ini tidak selalu berjalan dengan sempurna. Ketika sel melakukan pembelahan diri, ada risiko sel baru yang lahir dari pembelahan tersebut mengandung gen yang rusak atau digandakan terlalu banyak. Perubahan struktur gen dalam sel ini disebut sebagai mutasi gen. Ketika mutasi gen terjadi, sel sudah tidak bisa lagi menerima perintah dan instruksi dari sistem pusat sehingga sel ini akan tumbuh di luar kendali dan menghasilkan protein yang tidak normal. Kelainan pada protein yang diproduksi akan semakin memicu pembelahan sel-sel baru dengan gen yang tidak sempurna. Pada kasus lain, protein yang dibutuhkan untuk menghentikan kelahiran sel baru justru tidak diproduksi sama sekali.

Biasanya, mutasi gen yang berbeda-beda dan yang telah terjadi lebih dari lima kali baru akan berpotensi tumbuh menjadi sel kanker. Prosesnya bisa berlangsung hingga bertahun-tahun sampai sel-sel tersebut membelah diri dan membentuk sel kanker yang cukup besar. Barulah gejala-gejalanya mulai muncul dan sel-sel kanker tampak ketika tubuh kamu dipindai.

Apa Semua Orang Memiliki Sel Kanker?

Tidak semua orang punya sel kanker dalam tubuhnya. Mitos kalau semua orang sebenarnya menyimpan sel kanker itu salah. Pertama, kamu harus memahami dari mana kanker berasal. Kanker adalah sel, bukan organisme seperti virus atau bakteri yang berasal dari luar tubuh manusia dan kanker memang bisa berkembang di dalam tubuh manusia.

Namun, tubuh orang yang sehat itu bersih sama sekali dari sel kanker. Hanya orang yang mengidap penyakit kanker yang memiliki sel kanker dalam tubuhnya. Mitos bahwa semua orang punya kanker dari pemahaman bahwa sel-sel dalam tubuh manusia berpotensi untuk menjadi sel kanker. Pemahaman ini benar, tetapi bukan berarti setiap orang sudah menyimpan sel kanker yang siap menyerang kapan saja.

Tak seperti dugaan banyak orang, sel kanker tak akan muncul begitu saja. Tanpa pemicu, kesalahan sistem dan siklus sel tak mungkin terjadi. Untuk itu, kamu harus memahami apa saja pemicu (faktor risiko) kanker berikut ini:

1. Faktor genetik

Setiap sel tubuh kamu terdiri dari rangkaian informasi genetik yang telah ditentukan saat kamu lahir. Maka bisa jadi ketika lahir tubuh kamu sudah memiliki kelainan sel yang diturunkan oleh orangtua kandung.

2. Faktor karsinogen

Karsinogen adalah zat pemicu atau penyebab kanker yang datang dari luar tubuh manusia. Contohnya antara lain radiasi, zat kimia atau virus. Karsinogen akan menyebabkan kerusakan sel yang kemudian berkembang jadi kanker.

3. Faktor gaya hidup

Kebiasaan kamu sehari-hari juga bisa memicu perkembangan sel kanker. Terutama kalau kamu merokok, makan tidak sehat dan kurang beraktivitas fisik.

Gejala Kanker

Kanker yang mengancam nyawa dapat bermula dari gejala-gejala biasa yang bersifat umum. Mendeteksinya lebih awal dapat meningkatkan efektivitas penanganan potensi kanker. Cara terbaik menangani kanker adalah mendeteksi gejala paling awal yang telah atau mungkin berkembang di dalam tubuh. Meskipun sebagian besar gejala ini dapat bersifat sangat umum, tapi memeriksakannya lebih awal dapat membuat perbedaan besar. Berikut ini adalah gejala-gejala penyakit kanker yang harus kamu waspadai:

Perubahan pada kulit

Kanker kulit dapat ditandai dengan adanya perubahan pada ukuran, warna dan bentuk tahi lalat atau permukaan kulit lain. Perubahan-perubahan tersebut dapat berupa:

  • Pertumbuhan rambut yang berlebihan.
  • Hiperpigmentasi atau warna kulit menjadi lebih gelap.
  • Kulit dan mata menjadi kekuningan.
  • Eriterma atau kulit berwarna kemerahan.
  • Gatal-gatal.
  • Kulit memar tanpa sebab yang jelas.

Benjolan pada kulit yang tidak kunjung hilang juga patut diwaspadai. Perubahan pada kelenjar getah bening yang sering ditandai dengan adanya benjolan sebenarnya adalah hal yang umum saat terjadi infeksi. Tetapi perubahan ini sayangnya juga dapat menjadi indikasi adanya limfoma ataupun leukemia.

Perubahan pada payudara

Perubahan di bawah ini tidak hanya terjadi pada wanita, tapi juga dapat terjadi pada payudara pria. Sekitar satu persen kanker payudara juga dapat terjadi pada pria dengan gejala yang serupa, yaitu dimulai dengan adanya benjolan pada payudara. Selain itu, gejala lain yang mungkin timbul adalah:

  • Puting yang melesak.
  • Kulit payudara berkerut atau kemerahan.
  • Adanya cairan yang keluar dari puting.
  • Untuk memeriksakan diri lebih lanjut, kamu dapat meminta pemeriksaan fisik oleh dokter dan tes mamogram di rumah sakit terdekat.

Perut kembung

Perut kembung yang terasa terus-menerus diiringi perdarahan dari vagina atau penurunan berat badan secara signifikan bisa jadi merupakan tanda adanya kanker ovarium. Tes darah, pemeriksaan panggul atau USG diperlukan untuk mendeteksi kemungkinan tersebut.

Rasa sakit saat menelan

Rasa sakit saat menelan makanan merupakan hal biasa terutama jika kamu sedang batuk, tetapi kanker tenggorokan ataupun kanker perut juga memiliki gejala serupa, terutama jika disertai muntah atau penurunan berat badan. Suara yang berubah menjadi serak dalam jangka panjang juga harus diwaspadai.

Berat badan turun secara drastis

Penurunan berat badan hingga 4,5 kilogram atau lebih dalam waktu singkat tanpa sebab yang jelas dapat menjadi salah satu pertanda yang patut diwaspadai. Kanker pankreas, kanker perut dan kanker paru-paru timbul dengan gejala awal berupa penurunan berat badan secara drastis tanpa usaha apapun.

Nyeri ulu hati

Nyeri ulu hati yang tidak kunjung reda dapat menjadi gejala adanya kanker ovarium, kanker tenggorokan dan kanker perut.

Perubahan pada mulut

Kanker mulut yang sering terjadi pada perokok ditandai dengan adanya bercak kemerahan cerah di dalam mulut dan lidah. Dapat pula bercak yang berwarna putih. Kondisi ini disebut leukoplakia, yaitu masa prakanker yang disebabkan oleh iritasi berulang kali. Umumnya disebabkan oleh merokok, terutama perokok tembakau yang menggunakan pipa.

Demam berkepanjangan

Demam dapat terjadi karena kanker atau dampak penanganan kanker kepada sistem kekebalan tubuh. Leukemia ataupun kanker darah lain dapat diawali dengan gejala demam yang tidak kunjung sembuh.

Kelelahan yang tidak kunjung reda

Selalu merasa lelah meski sudah beristirahat secukupnya dapat menjadi gejala kanker, terutama jika disertai gejala lain, seperti darah pada tinja. Kelelahan ini dapat menjadi tanda bahwa kanker sedang berkembang.

Batuk dan batuk darah

Batuk yang tidak kunjung reda dengan sendirinya hingga empat minggu dan disertai darah dapat menjadi gejala kanker paru-paru.

Gangguan buang air

Berbagai perubahan yang terjadi seputar buang air dapat menjadi pertanda adanya penyakit yang lebih serius. Mengompol atau hasrat buang air kecil yang tidak dapat dikendalikan dan air kencing yang susah keluar dapat menjadi gejala-gejala kanker prostat. Adanya darah pada tinja dapat menjadi gejala hemoroid atau bahkan kanker usus. Sementara kencing darah bisa jadi gejala kanker ginjal atau kandung kemih. Diare dan konstipasi berkepanjangan juga wajib diperiksakan ke dokter.

Depresi dan sakit perut

Waspada jika terdapat riwayat kanker pankreas di dalam keluarga. Depresi yang disertai dengan sakit perut berkepanjangan dapat menjadi gejala penyakit ini.

Rasa sakit pada bagian tubuh tertentu

Nyeri yang dirasakan dapat menjadi pertanda bahwa kanker sudah menyebar ke bagian lain pada tubuh. Sakit kepala yang terjadi secara terus-menerus dapat menjadi salah satu gejala awal tumor otak. Sedangkan nyeri punggung dapat menjadi gejala kanker ovarium, kanker usus ataupun kanker dubur. Nyeri sendi atau otot yang tidak kunjung hilang juga perlu diwaspadai.

Pendarahan di luar waktu menstruasi

Pendarahan di luar waktu menstruasi kadang-kadang dapat menjadi pertanda adanya kanker endometrial atau kanker pada dinding rahim. Periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi ini.

Asupan makanan yang terjaga, lingkungan yang baik dan pola hidup sehat adalah kunci dari pencegahan kanker yang efektif. Pastikan kamu selalu mengasup sumber makanan kaya anti oksidan, protein dan kaya akan vitamin serta mineral yang dibutuhkan demi menjaga regenerasi sel tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Demikianlah penjelasan tentang kanker ini, maka dari itu mulai dari sekarang waspadailah gejala-gejala kanker tersebut. Semoga kamu tidak mengalami penyakit berbahaya ini ya, see you 🙂