healthy

Bahaya Dari Memakai Headset Terlalu Lama

Teknologi semakin berkembang, trend baru untuk mendengarkan musikpun mengikuti. Ada banyak manfaat mendengarkan musik melalui headphone/earphone/headset, termasuk tak harus mendengarkan musik dengan Audio Stereo set untuk mendapatkan klualitas sound yang mendekati, bisa dilakukan dimana saja, dan tidak mengganggu orang lain disekitar. Kebiasaan mendengarkan portable music player (PMP), seperti MP3 player, bisa membuat telinga cedera. Itu terjadi jika kita terlalu sering memakai earphone atau headphone bervolume tinggi. Berdasar penelitian, efek buruk datang jika menggunakan earphone selama lima jam dalam seminggu. Dampaknya adalah kerusakan permanen pada telinga, kemungkinan terbesar hal itu terjadi pada usia muda.

Menurut para peneliti, earphone atau headphone pada alat atau player musik bisa memiliki tingkat kebisingan yang hampir sama dengan kebisingan yang ditimbulkan oleh mesin jet. Beberapa pemutar musik yang umum kita kenal bisa menghasilkan suara keras sebesar 110 dB, yang mirip dengan intensitas suara mesin jet dan lebih keras daripada bor pneumatik. Hmmm… jadi bukan hal yang mustahil akan merusak telinga jika dilakukan secara terus-menerus.

Jenis-Jenis Headset

Headset sendiri mengacu kepada peralatan output suara atau speaker dalam bentuk kecil, yang bisa dibawa kemanapun, dan ditujukkan secara personal, yang langsung diletakkan pada telinga kita. Headset juga sering dikenal dengan istilah personal audio, karena memang sifatnya yang personal. Headset ada beberapa jenis, seperti :

  1. Handsfree dengan microphones
  2. Headphone
  3. Earphone
  4. Earplug
  5. In – ear monitor
  6. Dan banyak lagi jenis – jenis dari headset.

Berikut 5 efek negatif headset atau earphone untuk kesehatan tubuh:

1. Kerusakan permanen pada telinga

Hal ini terjadi bila telinga sudah tidak kuat lagi menanggung beban suara keras dari earphone yang langsung terhubung dengan lubang telinga, biasanya, hal ini terjadi pada mereka yang masih berusia muda atau remaja.

2. Kehilangan pendengaran di usia 20-an

Berdasarkan penelitian, efek penggunaan earphone atau headset yang berlebih ini memang tidak akan langsung terasa. Kerusakan akibat penggunaan headset atau earphone yang berlebihan ini akan muncul secara perlahan, biasanya efek akan mulai terasa di usia 20-an. Di usia itu, si penderita akan mulai kehilangan pendengarannya.

3. Kerusakan otak

Gelombang elektromagnetik akibat earphone atau headset ini diduga berpengaruh terhadap listrik otak. Terbukti gelombang elektromagnetig ini berpengaruh pada listrik otak pada tikus. Namun, hingga saat ini belum diketahui seberapa besar efek dari gelombang elektromagnetik itu pada otak manusia. Tapi yang jelas kamu harus tetap waspada.

4. Ambang pendengaran

Paparan musik dengan earphone atau headset dapat mempengaruhi ambang pendengaran manusia, terutama bila dilakukan dengan volume keras dan dalam jangka waktu lama. Secara perlahan efek ini akan mengarah pada gangguan pendengaran secara permanen. Karenanya kamu harus menggunakan earphone atau headset ini sesuai kebutuhan saja, jangan berlebih. Mengenai tingkat suara, suara tingkat ringan untuk dewasa berada antara 25 hingga 40 desibel, sedangkan anak-anak 20 hingga 40 desibel. Bertingkat semakin tinggi hingga suara terberat berkualitas 90 desibel atau lebih yang masih dapat didengar.

5. Telinga seperti mati rasa

Studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang menggunakan waktunya lebih banyak untuk mendengarkan musik keras melalui headphone merasakan telinganya mati rasa. Kemampuan pendengaran mereka mati rasa sementara, dan kemudian normal kembali. Mati rasa pada pendengaran bisa membahayakan dan menyebabkan ketulian. Sel-sel saraf yang membawa sinyal listrik dari telinga ke otak memiliki lapisan yang disebut dengan selubung myelin, yang membantu sinyal listrik untuk bisa melalui sel.

Paparan suara keras(lebih dari 110 desibel) bisa menghilangkan lapisan sel ini, dan mengganggu sinyal listrik. Akibatnya, saraf tidak lagi efisien bisa mengirimkan informasi dari telinga ke otak.Namun jika seseorang berhenti endengarkan musik keras menggunakan headphone, maka sel-sel ini akan berfungsi lagi seperti biasa. Artinya kehilangan pendengaran ini bisa bersifat sementara, dan berfugsi penuh kembali kata para peneliti. Namun bagaimana jika kita jarang mengistirahatkan telinga kita dari suara keras melalui headphone?

Tips aman menggunakan headphone

Tak untuk menakuti Anda yang membaca artikel ini. Namun mengetahui semua efek buruk dan bahaya menggunakan headphone bagi kesehatan bisa membuat kita lebih berhati-hati lagi untuk mengaplikasikan apapun dalam kehidupan sehari-hari. Nah, selanjutnya baca juga beberapa tips sederhana untuk melindungi telingga dari penggunaan perangkat ini :

  • Hindari menggunakan headphone yang dimasukkan secara langsung ke saluran telinga kecil. Lebih baik menggunakan headphone besar model lama, yang posisinya berada diluar daun telinga.
  • Hindari bergantian headphone dengan orang lain.
  • Pastikan Anda mengganti penutup spon / karet headphone Anda sebulan sekali.
  • Namun Jika headphone tidak memiliki bungkus spon, pastikan Anda rutin membersihkannya.
  • Jangan gunakan headphone ketika Anda mengendarai mobil, motor, naik kereta, atau bahkan berjalan – untuk menghindari kecelakaan.
  • Jangan mendengarkan genre musik keras menggunakan headphone.
  • Jangan mendengarkan suara musik melebihi 90 desibel, apalagi hal itu menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.