info

Bak Seperti Uang Koin, Ciuman Memiliki Sisi “Negatif Dan Positif”

Ciuman? Yah hal seperti berciuman kerap dilakukan beberapa pasangan, namun adakah yang mengerti hasrat atau bahkan arti dari ciuman tersebut? Ciuman adalah perbuatan menekankan bibir seseorang terhadap salah satu anggota tubuh diri sendiri atau orang lain.

Pandangan budaya terhadap tindakan mencium sangatlah bervariasi. Sebuah ciuman dapat digunakan untuk menyatakan banyak perasaan, antara lain cinta, gairah, kasih sayang, rasa hormat, salam dan persahabatan. Saat ini, ciuman telah menjadi ungkapan umum perasaan kasih sayang pada banyak budaya di berbagai belahan dunia.

Namun, adakah yang mengetahui bagaimana asal dari ciuman tersebut? Atau kalian hanya sekedar mengetahui bahwa ciuman adalah hasrat seseorang kepada pasangannya? Maka dari itu yuk, kita simak bersama ulasan berikut.

Asal Usul Berciuman

Istilah kiss yang berasal dari istilah Inggris kuno, cyssan memiliki arti menyentuh atau memberi perhatian dengan bibir sebagai sebuah ekspresi dari salam, afeksi maupun penghargaan. Beberapa peneliti percaya bahwa ciuman telah dimulai sejak jutaan tahun yang lalu sebagai akibat dari memberi makan dari mulut ke mulut, seperti pada ibu hewan mamalia yang mengunyah makanan dan kemudian “memaksakan ” ke dalam mulut anak-anak mereka.

Dari pengamatan inilah ciuman diklaim sebagai bentuk manusia yang belajar bertukar makanan antara induk dan anak-anak hewan, kata Texas A & M University antropolog Vaughn Bryant, yang telah lama meneliti sejarah dan penyebaran berciuman.

Sejarah Ciuman Dari Waktu Kewaktu

Jika hal ini benar dan itu adalah bawaan, maka mengapa tidak semua manusia berciuman?, Kita tahu bahwa banyak kelompok budaya yang tidak melakukan ciuman, dan tak tahu apa-apa tentang hal itu hingga mereka ditunjukkan,” kata Bryant. Asal muasal berciuman sendiri masih tetap menjadi misteri, sejarawan telah menemukan referensi awal ciuman di India untuk dipelajari.

  • Ciuman Menurut bukti catatan sejarah

Ciuman Menurut bukti catatan sejarah Empat teks utama dalam sastra Veda Sansekerta menunjukkan bentuk awal dari berciuman. Berasal dari tahun 1500 SM, mereka telah menggambarkan kebiasaan menggosok dan menekan hidung bersama-sama. “Akhirnya” seseorang diam-diam menemukan bahwa jika bibir yang sangat sensitif dan dpertemukan itu menyenangkan. Itulah salah satu teori tentang bagaimana ciuman itu pertamakali dimulai, kata Bryant.

Sekitar 500 tahun kemudian, puisi epik Mahabharata yang diketahui berisi referensi bibir berciuman. “Dia mengatur mulutnya ke mulut saya, dan itu membuat kebisingan yang menghasilkan kesenangan dalam diriku,” katanya. Referensi bersejarah terus berlanjut dengan Kama Sutra, teks klasik erotika yang ditulis pada abad kelima Masehi awal, di mana terdapat banyak deskripsi teknik berciuman.

  • Berciuman, Alexander Agung-Romawi

Sekitar 326 SM, berciuman mulai menyebar dari India berkat penaklukan oleh tentara Alexander Agung. Mereka belajar tentang berciuman dari India. Setelah kematian Alexander, pasukannya berpisah dan jenderalnya dan pergi ke berbagai wilayah di Timur Tengah.

Bangsa Romawi adalah orang-orang yang mempopulerkan teknik berciuman dan menyebarkan praktek ini ke sebagian besar negara Eropa dan sebagian Afrika Utara. “Mereka dikhususkan ‘berciuman’ misionaris,” kata Bryant. Bagi mereka, berciuman itu bukan hanya sekedar ciuman. Ada berciuman osculum, yang merupakan ciuman persahabatan yang sering disampaikan sebagai kecupan di pipi.

Ada ciuman basium, jenis ciuman yang lebih erotis yaitu ciuman dari bibir ke bibir. Ciuman danyang terakhir, ciuman savium. Savium adalah jenis ciuman gairah, yang kemudian lebih dikenal sebagai “ciuman Perancis.” Berciuman merupakan salah satu dari begitu banyak bagian dari budaya Romawi kuno dan yang telah disyahkan oleh hukum yang terkait. “Satu menyatakan bahwa, jika seorang gadis perawan yang dicium dengan penuh gairah di depan umum, maka dia bisa menuntut untuk diberikan hak perkawinan penuh dari orang itu,” kata Bryant.

  • Sejarah Berciuman Pada Abad Pertengahan

Pada Abad Pertengahan, seluruh Eropa sudah berciuman. Namun, praktek itu diperintahkan oleh kedudukan/jabatan seseorang. Orang-orang yang sederajat, baik laki-laki maupun perempuan, akan mencium di bibir, dan orang-orang yang berpangkat rendah akan mencium pada pipi, tangan, lutut, kaki atau tanah di depan orang tersebut. “Semakin besar perbedaan derajat, maka semakin jauh dari bibir orang akan mencium orang itu,” kata Bryant.

Seperti banyak pada orang yang tidak tahu cara membaca dan menulis, ciuman juga digunakan untuk menutup kontrak. Orang menggambar sebuah tanda “X” untuk nama mereka pada dokumen dan menciumnya untuk membuatnya syah menurut hukum. Itulah asal muasal Valentines memakai lambang X, atau huruf untuk melambangkan ciuman.

  • Ciuman Hingga Hari Ini

Mungkin kamu sudah paham apa yang dimaksud dengan ciuman hingga kini, yah tak perlu malu-malu lagi bukan? Toh kamu sendiri juga sudah melakukannya. Banyak gaya bahkan cara berciuman para era kini. Romantis, penuh gairah, kerinduan, jutaan ciuman telah diberikan di Hari Valentine hingga kini.

Mungkin bagi kita warga negara Indonesia berciuman seperti halnya orang barat itu adalah hal paling melanggar, apalagi ciuman tersebut dilakukan di depan umum. Namun apakah kamu tahu bahwa ciuman memiliki manfaat bagi kesehatan?

Berciuman Dan Manfaat Kesehatan

Secara teknis dapat dikatakan bahwa sebuah ciuman mulut dilakukan dengan membuat kontraksi pada dua otot orbicularis di bibir saat kedua bibir tersebut beradu. Di saat seorang bayi lahir, ia akan dengan spontan dapat menghisap payudara sang ibu tanpa perlu diajari terlebih dahulu. Tehnik yang digunakan ini hampir sama dengan mencium. Berarti ciuman adalah insting dasar yang dimiliki oleh manusia sejak kecil.

Bagi kesehatan kamu sendiri, ciuman di bibir dapat memberikan beragam manfaat seperti:

  1. Meredakan stres. Ketika stres, coba cium pasangan kamu. Setelahnya pasti akan merasa jauh lebih tenang. Ya, berciuman memang bisa mengurangi ketegangan dan rasa cemas yang disebabkan oleh hormon stres kortisol. Saat berciuman, hormon tersebut akan berkurang dan tergantikan oleh hormon yang bisa membuat kamu merasa lebih baik, yaitu hormon oksitosin.
  2. Membuat kamu merasa bahagia. Setelah stres hilang, kamu juga bisa merasakan kebahagiaan setelah berciuman. Ketika berciuman, tubuh akan melepas endorfin, hormon baik yang bisa membuat kamu merasa senang.
  3. Wajah terlihat awet muda. Ciuman bibir yang dilakukan dengan penuh gairah bisa membuat otot-otot di sekitar wajah bekerja. Hasilnya wajah dan leher akan terasa kencang.
  4. Membakar kalori. Semenit berciuman kemungkinan kamu bisa membakar sekitar 2-6 kalori, tergantung seberapa bergairahnya kamu ketika berciuman.
  5. Kesehatan jantung terjaga. Saat berciuman, jantung dan denyut nadi akan terpompa dengan baik. Pada saat yang sama, tekanan darah menurun karena terjadi pelebaran pembuluh darah.
  6. Meredakan sakit kepala. Ciuman yang lembut bisa melepas zat kimiawi yang berdampak baik pada otak.
  7. Meningkatkan sistem imun. Tahukah kamu bahwa bertukar air liur bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh? Ya, kemungkinan pertahanan tubuh kamu akan lebih kuat berkat manfaat ciuman bibir.
  8. Menghilangkan plak gigi. Air liur juga bisa menyingkirkan bakteri pada gigi kamu. Hal itu bisa membantu merontokkan plak-plak yang menempel pada gigi. Namun itu bukan berarti kamu bisa membuang sikat gigi begitu saja.

Gimana? Sudah tahukah kamu mengenai manfaat dari berciuman, atau kamu hanya tahu bahwa ciuman dapat menghilangkan rasa stress semata saja, namun ada hal yang juga kamu perlu tahu. Jangan karena memiliki banyak manfaat kamu asik begitu saja berciuman dengan siapa pun. Ada hal yang perlu kamu kethaui bahwa berciuman juga memiliki bahayanya. Seperti halnya uang koin memiliki 2 sisi, yakni yang positif dan negatif.

Bahaya Ciuman Bibir

Pergaulan bebas dan mudahnya mengakses hal yang berbau 17+ membuat para remaja semakin tidak bisa mengontrol dirinya dan bertindak semaunya tanpa peduli larangan yang ada. Misalnya contoh kecilnya saja adalah ciuman bibir, jika ciuman bibir dilakukan oleh suami-istri adalah hal yang wajar namun sayangnya banyak sekali remaja yang melakukan ciuman bibir dengan pacarnya tanpa tahu resiko yang akan mereka hadapi/bahaya ciuman bibir.

Faktanya, sebagian jenis penyakit memang dapat lebih mudah menular dibandingkan penyakit lain melalui air liur saat berciuman dengan pacar. Bakteri dan virus dalam darah dan air liur penyebab suatu penyakit dapat menular ke pasangan saat berciuman. Dan kamu perlu waspada, berikut penyakit yang dapat ditularkan melalui ciuman bibir.

1. HIV/AIDS

Kemungkin kecil bisa menyebabkan HIV jika pasangan sudah tertular HIV. Kalau hanya satu atau dua kali tidak akan terkena. Cara penularan, HIV dapat ditularkan melalui injeksi langsung ke aliran darah, serta kontak membran mukosa atau jaringan yang terlukan dengan cairan tubuh tertentu yang berasal dari penderita HIV. Cairan tertentu itu meliputi darah, semen, sekresi vagina dan ASI.

2. Kutil

Kutil disebabkan oleh virus HPV yang dikenal memiliki 100 jenis. Salah satu jenis kutil yang tumbuh di sekitar hidung dan mulut adalah kutil filiform yang berbentuk kecil dengan warna yang sama dengan warna kulit. Terdapat juga kutil kelamin yang selain terdapat pada vagina atau leher rahim, juga bisa muncul pada lidah, mulut, tenggorokan, atau bibir. Kutil pada mulut ini dapat menular terutama ketika terdapat area yang terluka pada mulut.

3. Hepatitis B

Selain pada darah dan air mani, virus hepatitis B juga terdapat pada air liur. Saat berciuman, virus ini dapat menular jika air liur yang terinfeksi mengenai selaput lendir (mukosa) atau pembuluh darah orang lain. Selaput lendir ini melapisi berbagai rongga tubuh termasuk mulut dan hidung. Selain itu, hepatitis B akan lebih mudah menular jika saat berciuman, pasangan mengalami luka terbuka pada mulut atau di sekitar mulut, atau jika salah satu pasangan mengenakan kawat gigi.

4. Infeksi saluran pernapasan atas atau pilek

Pilek dapat tertular melalui kontak langsung dengan virus lewat udara atau dalam cairan seperti dahak atau ingus orang yang terinfeksi. Berciuman membuat orang terpapar virus ini dengan mudah.

5. Demam kelenjar akibat infeksi mononukleosis

Penyakit yang berasal dari infeksi virus Epstein-Barr ini disebut juga dengan penyakit ciuman atau mononukleosis. Penyakit ini dikenali dengan gejala-gejala berupa tenggorokan terasa panas, sakit kepala, demam dan nyeri di seluruh tubuh, ruam dan pembengkakan kelenjar getah bening pada leher dan ketiak.

Ada manfaat ada juga bahaya yang harus kamu perhatikan, gimana? Masih mau sembarangan berciuman? Namun selain memiliki dua sisi saat berciuman, ada fakta lain yang juga harus kamu tahu. Dan mungkin saat berciuman kamu kerap mengalaminya dan bingung mengapa hal tersebut terjadi ketika kamu dan pasangan berciuman.

Fakta Mengenai Ciuman

Cinta mungkin bicara soal hati, namun kamu sebagai pasangan pasti ingin menjadi lebih dekat dan intim dengannya untuk mengungkapkan rasa cinta. Salah satu bentuk rasa cinta adalah ciuman. Ciuman bukan hanya asal menyentuhkan bibir satu sama lain, namun punya banyak pengaruh positif untuk tubuh.

Apakah kamu tahu? Ternyata saat kamu berciuman, otak akan mencoba mempelajari dan mengumpulkan beberapa “data” perasaan tentang pasangan kamu. Kemudian membantu kamu mengambil langkah berikutnya. Saat kamu berciuman dan saling menyentuh bibir, hormon edorfin akan dilepaskan dan ini akan memberikan kamu euforia luar biasa, mungkin hal ini yang sering disebut dengan melayang-layang.

Dan hal ini yang palking sering terjadi pada saat kamu melakukan ciuman. Pada saat kamu berciuman, pasti jantung akan berdetak lebih cepat dan membuat otak mendapatkan lebih banyak oksigen, kemudian seluruh aliran darah di tubuh berjalan dengan lancar. Bagi kamu yang belum berciuman, jangan mengkhayal dulu ya? Karena hanya mengkhayal sebuah ciuman saja, pikiran kamu akan mendesir dan ketika begini sebenarnya kamu sedang mengeluarkan hormon dopamin yang mengakibatkan rasa senang yang luar biasa.

Berciuman mungkin satu aktivitas fisik yang intim dan romantis, namun tak selalu berujung pada pemikiran untuk melakukan seks. Ketika kamu berciuman namun tak melulu soal seks, penelitian mengungkapkan bahwa ini menunjukkan kepuasan dua belah pihak secara batin dan emosi, memperkuat kualitas hubungan cinta. Gimana sudah pahamkan mengenai ciuman tersebut, duh bicarain mengenai “ciuman” saya jadi kangen mantan nih hehe.