healthy

Benarkah Minum Es Bikin Batuk? Ini Penjelasannya

Sering banget denger kata-kata mama “jangan minum es nanti batuk”, bener gak? Terkadang kita berpikir banyak orang yang minum es tapi gak batuk, tapi kok mama ngelarang kita minum es ya. Sebenarnya itu fakta atau mitos sih? Nah pada penasaran kan? Yuk, lihat artikel ini.

Apa Benar Minum Es Bikin Batuk?

Di siang hari saat cuaca panas menyengat, alangkah segarnya kalau kita langsung minum es untuk melepas dahaga. Tapi, buat sebagian anak pasti ada yang mengingat pesan mamanya kalau minum es itu bisa buat batuk dan mengurungkan niatnya untuk minum es. Apa iya batuk disebabkan oleh es? Para ahli mengatakan tidak selalu batuk tersebut diakibatkan es, karena sebagian besar itu disebabkan karena virus, bakteri, jamur, reaksi alergi dan asap rokok. Virus ini biasanya ditularkan antar manusia melalui cara yang berbeda. Ada yang melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi ataupun melalui sentuhan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh mulut, hidung atau mata.

Di zaman yang canggih ini masih banyak orang yang mempercayai mitos tersebut, itu semua karena minimnya pengetahuan para orang tua. Emilia E. Achmadi, MS, clinical dietitian dan pakar nutrisi serta pencegahan penyakit, menegaskan bahwa minum air es sebenarnya bisa memperburuk keluhan batuk. Karena itu, alangkah baiknya jika air es dihindari saat batuk. Namun demikian bukan berarti orang yang minum air es akan menjadi batuk. Menurutnya, air es hanya bisa memperburuk batuk saat seseorang memang sudah mengalami batuk.

“Kalau kita sudah kena batuk, es bisa membuat batuk jadi parah. Kenapa? Karena air es itu merangsang saluran pernapasan atas. Sehingga makin membuat iritasi di saluran pernapasan atas, otomatis batuk pun jadi tambah parah,” ujarnya dalam acara yang bertema Media Briefing & Dialog Interaktif Batuk Itu Mengganggu dan Pahami Pencegahan Efektifnya, di Luna Negra, Plaza Bapindo, ground floor, Sudirman, Jakarta.

Dan menurut dr. Tjatur Hendarto, batuk yang muncul setelah minum air es lebih mungkin terjadi saat stamina tubuh menurun atau bisa saja juga karena tubuh memang memiliki alergi dingin. “Stamina tubuh yang menurun ditambah dengan pola hidup termasuk pola makan yang tidak sehat akan membuat tubuh rentan terserang penyakit,” tuturnya.

Bukan cuma minum es saja yang bisa membuat batuk semakin parah, tetapi makanan yang manis, asin, berminyak dan pedas juga bisa memicu batuk semakin parah. Oleh karena itu agar kondisi batuk tidak bertambah parah, sebaiknya ketika sedang batuk hindari mengonsumsi makanan yang bisa membuat iritasi pada saluran napas atas.

Jenis – Jenis Batuk

Batuk bisa dialami siapa saja dan kapan saja, jangan pernah sepelekan batuk. Kenapa? Kamu harus kenali tanda-tanda batuk, bisa jadi batuk tersebut merupakan gejala penyakit. Berikut ini adalah macam-macam batuk yang harus kamu tahu:

  • Batuk asma. Batuk ini adalah satu gejala yang bisa timbul pada penderita asma. Jenis batuk yang dialami oleh penderita asma adalah batuk kering dan diiringi dengan mengi. Penderita asma memiliki peradangan pada saluran napasnya dan hal ini menyebabkannya susah untuk bernapas sehingga sering batuk.
  • Batuk karena asam lambung. GERD alias gastroesophagal reflux disease lebih dikenal dengan gangguan refluks asam lambung. Orang yang mengalami GERD ternyata tidak hanya bermasalah pada saluran pencernaannya saja, namun juga pada sistem pernapasan sehingga menyebabkan batuk.
  • Post-nasal drip. Di dalam hidung dan tenggorokan terdapat lendir yang bertugas untuk menjaga kelembaban serta mencegah kekeringan. Pada kondisi post nasal drip, lendir yang ada di sekitar hidung dan tenggorokan terlalu banyak. Hal ini menyebabkan saluran tenggorokan menjadi tersumbat, oleh karena itu batuk bisa terjadi.
  • PPOK. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit kronis pada paru yang ditandai dengan adanya penyumbatan saluran napas serta masalah pada kantung-kantung udara di paru-paru. Salah satu gejala yang paling sering ditemukan pada penderita PPOK adalah batuk berdahak dalam jangka lama dan paling sering terjadi ketika pagi hari.
  • Batuk akibat obat. Jika kamu mengalami batuk yang kering dan sedang mengonsumsi obat tekanan darah tinggi, mungkin saja batuk tersebut diakibatkan oleh obat yang kamu makan. Sebanyak 20% obat hipertensi bisa menyebabkan batuk kering dan akan muncul ketika beberapa saat mengonsumsi obat tersebut.
  • Pneumonia. Awalnya timbul gejala batuk kering kemudian beberapa hari setelahnya menjadi batuk berdahak dengan dahak berwarna hijau, kuning atau merah kebiruan. Tidak hanya itu, penderita pneumonia juga mengalami demam, sulit bernapas dan merasa nyeri ketika mengambil napas yan terlalu dalam. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan bakteri sehingga dokter akan memberikan obat untuk mengatasi gejala serta tanda yang muncul.

Mengobati Batuk Dengan Cara Alami

Saat kamu mengalami batuk, selain obat batuk yang kamu beli di apotik ataupun dari dokter, kamu juga bisa mengobatinya dengan cara alami seperti berikut ini:

Jahe

Jahe mengandung zat anti-bakteri dan bisa menghangatkan tubuh, selain itu juga dapat mengobati batuk berdahak. Buat kamu yang sekarang sedang terserang batuk berdahak, cobalah meminum sari jahe hangat minimal sehari sekali.

Jeruk nipis

Jeruk nipis jika dicampurkan dengan kecap atau madu telah lama dipercaya ampuh dalam mengobati batuk berdahak.

Daun sirih dan jahe

Seperti yang telah kita ketahui bahwa daun sirih memang mempunyai sejuta manfaat. Misalnya saja bisa digunakan untuk mengobati keputihan secara alami. Selain itu ternyata daun sirih juga bisa dijadikan sebagai obat untuk mengatasi batuk berdahak jika dicampurkan dengan potongan jahe.

Demikianlah kurang lebih penjelasan di atas, sekarang udah tahu kan kalau ternyata batuk itu bukan disebabkan es saja. Tetapi, alangkah baiknya jangan meminum es ketika sedang batuk agar tidak bertambah parah. Di atas juga udah disebutkan cara mengobati batuk secara alami. Semoga bermanfaat ya.