blog

Hal Terpenting Tentang Orang Yang Menderita Anorexia Nervosa

Penyakit ini merupakan gangguan makan dan juga kondisi kesehatan mental yang serius. Jadi apabila seseorang yang mengalami anorexia membatasi asupan makanannya secara berlebihan untuk menurunkan berat badan. Namun, pada akhirnya berat badannya menjadi jauh di bawah normal, yang tentunya tidak sehat dan menyebabkan buruknya sirkulasi darah. Selain itu penderita anorexia hanya memiliki sedikit lapisan lemak di bawah kulit sehingga sangat rentan terhadap suhu dingin.

Sebagian orang berharap ingin terlihat berbeda atau untuk bisa memperbaiki sesuatu dalam penampilan fisik tersendiri. Dengan pengaruh media yang luas saat ini, kebanyakan wanita ingin memiliki badan yang lebih ramping dengan harapan bisa diterima oleh masyarakat.

Jenis Anorexia Nervosa

Restricting type, pada tipe ini, penderita anoreksia melakukan diet dengan membatasi asupan kalori dan meningkatkan olahraga untuk mengurangi berat badan. Penderita selalu memberikan batasan untuk dirinya sendiri terhadap asupan makanan sehari-hari.

Binge-eating-purging type, penderita anoreksia akan memuntahkan makanannya kembali karena merasa bersalah telah terlalu banyak makan meskipun sebenarnya porsi yang digunakannya masih normal. Orang tipe ini juga sering menyalahgunakan obat pencahar untuk mengeluarkan makanan yang baru saja ia makan.

Tanda dan gejala

Seseorang yang menderita anoreksia nervosa dapat menunjukkan satu atau beberapa tanda dan gejala. Individu dengan anoreksia cenderung berusaha keras untuk menyembunyikan perilaku makan mereka dari keluarga dan teman. Mereka sering berbohong tentang apa yang mereka makan atau pura-pura makan.

  • Penurunan berat badan
  • Pusing
  • Sering pingsan
  • Rambut menipis
  • haid tidak teratur
  • Berkurangnya libido pada pria
  • Intoleransi dingin, meski terasa hangat
  • Merasa lesu
  • Perut kembung dan sembelit
  • Perubahan pada wajah yaitu mata cekung atau terlihat pucat

Penyebab

Penyebab anoreksia saat ini masih belum diketahui hingga sekarang, menurut Mayoclinic kombinasi antara faktor biologis, psikologis dan pengaruh lingkungan kemungkinan meningkatkan resiko terhadap penyakit anoreksia.

Faktor Biologis / Genetika, meskipun belum diketahui secara pasti gen apa yang menyebabkan penyakit anoreksia, namunperubahan genetik tertentu kemungkinan dapat menimbulkan seseorang lebih rentan memiliki anoreksia. Gen yang mengarah pada perfeksionis, sensivitas dan ketekunan ditengarai memiliki sifat yang terkait dengan anoreksia.

Faktor Psikologis, manusia terkadang memiliki karakteristik emosional yang mengembangkan anoreksia. Sifat kepribadian obsesif-kompulsif yang biasanya dimiliki oleh anak muda terutama wanita cenderung mendorong dia untuk melakukan diet ekstrem yang beresiko guna mendapatkan kesempurnaan bentuk tubuh. Sifat lain yang berupa kecemasan tingkat tinggi juga akan mendorong seorang wanita untuk tidak makan meskipun merasa sangat lapar.

Pengaruh Lingkungan, Tekanan orang lain apalagi teman sebaya untuk memiliki bentuk tubuh yang ramping menjadi faktor pemicu seseorang melakukan diet ekstrem. Anggapan bahwa kurus lebih baik dibandingkan dengan gemuk membuat seorang gadis melupakan asupan gizi yang diperlukan pada masa pertumbuhannya.

Diagnosa

Pemeriksaan kesehatan yang mendiagnosis penyakit Anda secara akurat, kemungkinan ini akan membutuhkan riwayat medis yang lengkap. Pertanyaan yang akan diajukan termasuk jika Anda telah kehilangan banyak berat akhir-akhir ini, bagaimana perasaan Anda tentang berat badan Anda dan jika Anda mengkhawatirkannya, dan jika Anda menganggap Anda memiliki masalah makan.

Pengobatan

  • Pengobatan Psikologis

Perawatan psikologis anoreksia nervosa efektif dalam mengurangi keparahan, durasi, dan dampak kondisi. Metode ini bertujuan untuk mengurangi risiko dan meningkatkan berat badan, kebiasaan makan teratur, dan perilaku olahraga. Tujuan utamanya adalah pemulihan fisik dan psikologis penuh.

  • Terapi Perilaku

Bentuk terapi ini bertujuan untuk mengetahui dan membantu mengubah perilaku yang berpotensi tidak sehat seperti gangguan makan. Ini berfungsi berdasarkan gagasan bahwa semua perilaku dipelajari dan semua kebiasaan buruk dapat diperbaiki dan diubah.

  • Terapi Analitik Kognitif

Terapi analitik kognitif atau CAR adalah jenis terapi yang menggunakan wawasan dari berbagai aspek psikologi analitik dan terapi kognitif. Ini bertujuan untuk memahami mengapa seseorang berpikir, berperilaku dan merasakan apa yang mereka lakukan.

  • Terapi perilaku kognitif

Terapi perilaku kognitif (CBT) adalah jenis terapi bicara atau psikoterapi yang umum. Seorang profesional kesehatan mental akan bekerja dengan pasien sampai kondisinya diatasi atau diobati.

  • Terapi Psikodinamik Fokal

Focal Psychodynamic Therapy bertujuan untuk memperbaiki kebiasaan tidak sehat. Ini bekerja dengan baik dengan terapi perilaku kognitif.

Pengobatan lain untuk anoreksia nervosa termasuk penggunaan antidepresan seperti inhibitor reuptake selektif (SSRI) atau antipsikotik. Namun, obat-obatan tidak boleh digunakan sebagai pengobatan primer untuk AN.

Hal terpenting tentang orang yang menderita anoreksia adalah mereka butuh bantuan untuk merasa lebih baik. Jangan lupa untuk mencari pertolongan medis jika Anda memiliki tanda dan gejala. Jika Anda berkonsultasi dengan dokter Anda mungkin akan menyarankan menemui ahli kesehatan mental untuk segera diobati.

Keluarga dan teman juga dapat memainkan peran penting dalam memberikan dukungan yang dibutuhkan. Mendukung seseorang dengan anoreksia diperlukan untuk mengurangi kecemasan dan gejala lainnya.

Pencegahan

Kata pepatah mencegah lebih baik daripada mengobati, seseorang mungkin bisa mencegah terjadinya anoreksia tapi mungkin sulit untuk mencegah semua kasus anoreksia. Tantangan terbesar datang pada diri sendiri karena orang dengan anoreksia menganggap ini bukanlah penyakit melainkan pilihan hidup.

Pendidikan kebiasaan makan sehat dan sikap realistis terhadap citra tubuh sejak dini akan membantu seseorang mengurangi resiko memiliki anoreksia. Aktivitas relaksasi seperti meditasi atau yoga juga membantu seseorang mengurangi rasa stress terhadap tekanan dari lingkungan yang mempermasalahkan citra tubuh.