blog

Ini Alasannya Mengapa Seks Terasa Begitu Nikmat

Kalau ditanya tentang seks, semua orang yang sudah menikah tentu akan tersenyum. Apalagi kalau ditanyai tentang pengalaman yang ia rasakan. Tapi kalau ditanya “apakah dia tahu kenapa seks itu terasa nikmat?” Mungkin dia akan kebingungan untuk menjawabnya.

Sejak dimulainya peradaban manusia, berhubungan seks tak lagi dilihat hanya sebagai cara menghasilkan keturunan. Evolusi membuktikan bahwa manusia menikmati seks sebagai suatu bentuk rekreasi dan ekspresi kasih sayang, bukan sekadar reproduksi saja. Bahkan seiring berjalannya waktu, orang-orang terus berinovasi agar seks semakin terasa nikmat. Baik itu lewat beragam posisi seks baru, mainan seks (sex toys) penunjang keintiman, hingga pelumas vagina. Namun, mengapa berhubungan seks terasa enak?

Pasalnya, kenikmatan yang dirasakan ketika melakukan intim sungguh berbeda dari hal-hal lain dalam hidup. Misalnya makan makanan enak atau bermalas-malasan di tempat tidur. Lalu, apa sih yang membedakan kenikmatan seksual dari kenikmatan lainnya? Ini dia jawabannya.

Mengenal kenikmatan seksual

Seks terasa enak karena tubuh Anda bereaksi secara biologis terhadap rangsangan seksual. Perasaan tersebut juga dikenal sebagai kenikmatan seksual. Kenikmatan seksual bisa dicapai dengan berbagai hal, misalnya dengan sentuhan, ciuman, penglihatan, pendengaran, kata-kata, atau bahkan lewat imajinasi. Seluruh bagian tubuh Anda akan bekerja secara sinergis, mulai dari otak, jantung, darah, hingga organ intim. Reaksi tubuh inilah yang akan menciptakan kenikmatan.

Pada laki-laki, kenikmatan seksual biasanya ditandai dengan ereksi penis. Ini karena aliran darah dipompa menuju penis. Sementara itu, wanita biasanya akan mengalami vagina basah. Ketika merasa bergairah, vagina akan memproduksi cairan pelumas alami yang membuat daerah organ intim wanita jadi basah.

Cara dan Rasa Berhubungan Intim Saat Pertama Kali

Jika Anda penasaran bagaimana rasa saat melakukan malam pertama, sakit/tidak, enak/sangat enak, ketagihan/makin ketagihan, praktekkan cara berikut ini. Bagaimana cara melakukan hubungan seks pertama kali agar tidak terasa sakit bagi wanita adalah sebagai berikut :

Membuat diri senyaman mungkin : Nyaman dan rileks adalah faktor terpenting dalam menjalankan hubungan intim yang menyenangkan. Abaikan kekhawatiran dan cobalah untuk fokus kepada kebahagiaan diri bersama pasangan. Menarik napas dalam-dalam, memutar musik favorit yang menenangkan, dan berbincang dapat menjadi cara untuk santai.

Menikmati foreplay : Nikmati saat saling mencium, menyentuh, membelai. Tidak perlu terburu-buru mencapai tahap penetrasi.

Komunikasi : Tidak apa-apa untuk membicarakan bagaimana hubungan intim yang diinginkan sebelum melakukannya. Selain itu, bicarakan di sela-sela foreplay justru juga dapat membuat pasangan saling memahami yang diinginkan masing-masing.
Pastikan pasangan tahu bahwa yang dia lakukan menyenangkan atau tidak, dan bagaimana cara yang diinginkan.

Hindari orgasme palsu : Beberapa orang mengekspresikan diri seakan-akan dia telah mencapai orgasme demi membuat pasangannya senang. Padahal selain menipu diri sendiri, selanjutnya hal ini justru akan membuat kedua pihak makin sulit menemukan cara/posisi yang paling nyaman untuk mencapai klimaks bersama.

Sama-sama aktif : Hindari membiarkan pasangan seorang diri mengusahakan hubungan intim yang menyenangkan. Kedua pihak sebaiknya saling membantu dan melakukan gerakan yang dibutuhkan agar bersama-sama mencapai kenikmatan.

Merencanakan kehamilan : Jika memang ingin menunda kehadiran buah hati, ada baiknya merencanakan pemakaian kontrasepsi yang tepat dengan baik. Pasangan yang akan menikah dapat berkonsultasi ke dokter kandungan agar rencana dapat tersusun dengan baik. Hal ini diperlukan agar hubungan intim tidak membuat Anda khawatir karena belum ingin memiliki buah hati.

Hindari minuman keras : Sebaiknya hindari melibatkan minuman keras sebelum atau selama berhubungan intim untuk menghilangkan kecemasan. Minuman keras justru dapat membuat manusia kurang sadar saat beraktivitas seksual.

Nah, itulah yang harus Anda prkatekkan saat melakukan malam pertama agar tidak sakit. Bagaimana Apakah sebagai pengantin baru Anda sudah tidak sabar melakukannya malam ini?

Seperti Apa Sih Rasa Seks Itu?

Di balik rasa penasaran dan kegembiraan sudah tidak sabar lagi menantikan malam pertama, tiap pasangan pasti punya banyak pertanyaan dan kekhawatiran di pikiran menjelang malam pertama. Padahal semua kecemasan inilah yang justru akan mematikan perasaan bahagia dan kesenangan saat melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang sering muncul, beserta jawabannya, seperti:

Apakah akan terasa sakit?

Wanita yang menjalani hubungan intim pertama kalinya bisa merasakan nyeri pada vagina. Rasa sakit ini umumnya disebabkan robeknya selaput dara saat penetrasi. Selaput dara adalah lapisan yang meliputi sebagian atau seluruh jalan masuk ke vagina. Meski demikian, selaput ini bisa saja sudah robek tanpa disadari pada saat lain, seperti ketika mereka melakukan olahraga yang sedikit ekstrem.

Namun sebenarnya rasa sakit lebih sering diakibatkan oleh rasa cemas dan khawatir akan munculnya rasa sakit itu sendiri. Rasa khawatir ini sebenarnya dapat dikurangi jika masing-masing merasa nyaman dengan satu sama lain. Foreplay yang tepat dapat menjadi kunci keluarnya pelumas dari vagina. Foreplay adalah bentuk aktivitas sebelum penetrasi seksual, seperti mencium, memeluk, atau seks oral.

Sedangkan pelumas bermanfaat memudahkan penetrasi. Tanpa pelumas, penetrasi penis akan mendatangkan nyeri pada vagina. Di sisi lain, pria juga sebaiknya melakukan penetrasi dengan perlahan-lahan. Selain karena faktor psikologis, emosional, serta robeknya selaput dara, rasa sakit juga dapat disebabkan kemungkinan adanya penyakit tertentu.

Akankah keluar darah berarti tidak perawan?

Sebagian wanita mengalami pendarahan yang keluar dari vagina saat senggama, sementara sebagian lain tidak. Namun hal tersebut tidak berhubungan dengan keperawanan seseorang. Darah memang pertanda robeknya selaput dara. Namun seperti disebut di atas, selaput dara ini dapat robek sebelum malam pertama.

Bagaimana jika pasangan kecewa?

Khawatir akan bentuk tubuh yang tampak tidak indah kadang-kadang membuat wanita sering ingin bersembunyi di balik selimut atau bersikeras tidak menyalakan lampu sepanjang bercinta. Padahal rasa tidak percaya diri ini justru dapat menjadi pemicu utama rasa tidak nyaman dan nyeri saat penetrasi. Selain itu, ketidakpercayaan diri tersebut dapat berdampak kepada sisi emosional pasangan.

Apakah saya dan pasangan akan mencapai klimaks?

Sebaiknya tidak perlu terlalu berharap dapat mencapai orgasme. Selain hanya akan mendatangkan beban, faktanya kebanyakan wanita memang tidak mencapai klimaks saat pertama kali berhubungan intim. Orgasme mudah dicapai jika pasangan telah sama-sama merasa nyaman dan terbiasa dengan tubuh serta kebiasaan satu sama lain. Hal inilah yang membutuhkan waktu. Suatu hal yang wajar jika seseorang ingin malam pertama terasa sempurna dan tidak terlupakan. Meski demikian, harus disadari bahwa ada banyak faktor yang membuat kondisi tersebut sulit dicapai.

Namun di sisi lain, ada cara agar momen yang dinantikan tersebut dapat menjadi sebahagia dan senyaman mungkin. Banyak hal tidak terduga dan tidak selalu menyenangkan yang terjadi di malam pertama. Para pria yang mulanya berniat berhubungan seks lebih lama, ternyata mengalami orgasme lebih awal. Di lain pihak, wanita yang berangan-angan mencapai klimaks ternyata sudah merasa kesakitan di awal penetrasi. Bagaimana sebaiknya menjalani hubungan intim untuk pertama kalinya? Yuk, coba mengenal dulu tahap-tahap kenikmatan seksual mungkin akan membantu anda dalam bercumbu.

Mengenal tahap-tahap kenikmatan seksual

Mornings with my real love are special for me

Ketika berhubungan seks, ada tahapan-tahapan yang bisa membawa pasangan menuju puncak kenikmatan. Fase atau tahapan tersebut ditandai dengan berbagai perubahan pada tubuh pria dan wanita. Dalam setiap tahapan, rasa enak yang muncul pun intensitasnya berbeda-beda.

Pelajari berbagai tahap kenikmatan seksual berikut ini untuk mencari tahu mengapa seks terasa enak, bahkan dari mulai pemanasan atau foreplay.

1. Tahap bergairah

Pada tahapan awal, kedua pasangan akan memproduksi feromon, yaitu zat kimia alami dari tubuh. Feromon akan meningkatkan gairah seksual dan bertanggung jawab untuk memberikan sensasi nikmat ketika Anda menerima atau memberikan rangsangan seksual. Biasanya pada saat ini detak jantung jadi lebih cepat dan muncullah keinginan yang sangat besar untuk berhubungan seks.

2. Tahap plateau

Gairah yang Anda rasakan semakin memuncak dan intens. Tahapan plateau atau kurva yang naik ini berlangsung lebih lama dari tahap lainnya. Biasanya pada fase ini Anda melakukan penetrasi, seks oral, atau tindakan seksual lainnya yang cukup intens. Penis akan mengalami ereksi dan membesar, sementara vagina menjadi basah. Puting susu pria dan wanita juga akan mengeras dalam tahap ini.

Menurut penelitian, bagian otak yang mengenali rasa nikmat, yaitu amigdala, hipotalamus, dan korteks sensorik menjadi sangat aktif. Otak membaca aktivitas seksual sebagai suatu hadiah atau reward bagi tubuh Anda. Akibatnya, otak pun mengirimkan sinyal bagi tubuh untuk meningkatkan sensasi nikmat tersebut.

Jika pada tahap ini Anda merasa seks tidak enak atau bahkan menyakitkan, sebaiknya ambil jeda dulu dan bicarakan pada pasangan. Ingat, seharusnya seks terasa enak. Kalau Anda tidak merasakannya, mungkin Anda berdua belum siap secara psikologis atau ada kondisi kesehatan tertentu yang memengaruhi performa seks.

3. Orgasme atau klimaks

Setelah melalui tahap bergairah dan tahap naiknya kurva kenikmatan seksual, Anda mencapai klimaks atau puncak tertinggi kenikmatan seksual. Tahap ini adalah yang paling terasa enak. Namun, tak semua orang bisa selalu mencapai klimaks. Pasalnya, reaksi tubuh yang terjadi begitu rumit. Reaksi ini disebut sebagai orgasme.

Ketika mencapai klimaks dengan orgasme, aktivitas otak justru menurun. Tubuh Anda akan fokus pada area intim, yaitu penis dan vagina. Hormon yang diproduksi saat orgasme adalah endorfin, prolaktin, dan oksitosin. Hormon-hormon tersebut berfungsi untuk mengusir rasa sakit serta memberikan sensasi kenikmatan dan kepuasan seksual. Inilah yang membuat seks terasa enak dan berbeda dari kenikmatan lainnya.

Pada pria, orgasme ditandai dengan ejakulasi. Sementara itu pada wanita orgasme biasanya ditandai dengan kontraksi pada otot-otot di sekitar vagina dan keluarnya cairan ejakulasi wanita. Tahap klimaks ini biasanya berlangsung sebentar, tidak lebih dari satu menit, difase tersebut akan tercipta sebuah aliran listrik yang menyenangkan. Namun, sensasi kenikmatannya bisa bertahan selama beberapa menit sesudah mencapai klimaks. Hal ini pula yang menjelaskan kenapa ada sensasi tersendiri seperti tubuh yang bergetar atau berteriak saat orgasme terjadi dan disudahi dengan ejakulasi.

Anda dan semua orang yang sudah merasakannya akan mengalami proses seperti itu, karena secara alami setiap manusia memang punya “kebutuhan dasar” yang harus dipenuhi yaitu seks. Nah, sudah tahu kan kenapa dan dari mana datangnya kenikmatan yang Anda rasakan saat berhubungan seks?