blog

Kaum Wanita Harus Tahu, Apa Itu Penyakit Endometriosis?

Ada seorang wanita yang sering harus bergelut melawan rasa nyeri yang luar biasa. Ketika sedang haid, Ia kerap merasakan nyeri hebat di perut yang disertai diare, sakit kepala, pusing, mual, serta nyeri di punggung bawah. Nyeri yang ia rasakan sampai menghalanginya untuk menyelesaikan pekerjaan dan menjalani kehidupan normal. Itulah sekelumit masalah yang dialami oleh penderita penyakit endometriosis. Lalu, apakah itu endometriosis?

Apa Itu Endometriosis

Endometriosis adalah suatu penyakit pada sistem reproduksi wanita di mana jaringan dari lapisan dalam dinding rahim atau endometrium tumbuh di luar rongga rahim. Tiap bulan, tubuh wanita akan melepaskan hormon yang memicu penebalan dinding rahim atau endometrium, yang merupakan persiapan untuk menerima sel telur yang sudah dibuahi. Apabila tidak terjadi kehamilan, dinding rahim akan luruh dan keluar dari tubuh dalam bentuk darah yang keluar dari vagina.

Endometriosis terjadi saat jaringan endometrium tumbuh di luar rahim. Jika Anda mengidap endometriosis, jaringan tersebut juga mengalami proses penebalan dan luruh, yang sama dengan siklus menstruasi. Tetapi, darah tersebut akhirnya mengendap dan tidak bisa keluar karena terletak di luar rahim. Endapan tersebut akan mengiritasi jaringan di sekitarnya. Lama-kelamaan, jaringan parut atau bekas iritasi pun terbentuk.

Siapa saja penderita Endometriosis?

Endometriosis umum terjadi pada wanita berusia 30 hingga 40 tahun, namun dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Endometriosis dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Prevalensi yang pasti dari endometriosis belum diketahui, sebab banyak wanita yang mungkin menderita endometriosis, namun tidak mengalami gejalanya. Penyakit ini adalah salah satu penyebab utama nyeri panggul dan menjadi alasan nomor satu bagi dilakukannya prosedur operasi laparoskopi dan histerektomi.

Ada sekitar 20% sampai 50% wanita yang sedang menjalani perawatan kesuburan menderita endometriosis, dan hingga 80% wanita yang mengalami nyeri panggul kronis mungkin juga menderita endometriosis. Meskipun sebagian besar kasus endometriosis yang berhasil didiagnosis terjadi pada wanita berusia sekitar 25 sampai 35 tahun, endometriosis juga telah dilaporkan terjadi pada gadis-gadis yang berusia sekitar 11 tahun. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa endometriosis paling banyak terjadi pada wanita tinggi, kurus dengan indeks massa tubuh (Body Mass Index = BMI) rendah.

Menunda kehamilan, belum pernah melahirkan, terlalu cepat menstruasi pertama dan menopause terlambat, juga meningkatkan resiko endometriosis.

Gejala-gejala Endometriosis

Meski umumnya tidak tergolong mematikan, penyakit menahun ini dapat menyebabkan gejala yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari pengidapnya. Gejala endometriosis yang paling sering terasa adalah sakit yang luar biasa pada saat menstruasi. Selain itu, beberapa penderita endometriosis juga merasakan sakit saat buang air besar dan kecil ataupun saat berhubungan seks.

Di samping itu, pengidap endometriosis juga bisa mengalami pendarahan menstruasi yang berlebihan ataupun perdarahan di tinja atau urine. Pengaruh endometriosis berbeda-beda pada tiap wanita, dan terkadang ada wanita yang sama sekali tidak merasakan gejala apa-apa. Karena itu, sangat penting bagi Anda untuk tidak meremehkan rasa sakit yang mendadak muncul atau melebihi dari biasanya pada saat menstruasi. Segera memeriksakan diri ke dokter jika merasakan gejala yang tidak seperti biasanya.

Tanda-tanda dan gejala endometriosis antara lain:

– Menstruasi yang menyakitkan. Nyeri dan kram pada panggul yang dimulai sebelum menstruasi dan semakin parah menjelang haid. Nyeri ini juga mungkin terjadi pada punggung bagian bawah dan perut.
– Nyeri saat berhubungan intim. Nyeri selama atau setelah berhubungan intim lazim dialami pasien endometriosis.
– Nyeri saat buang air besar atau buang air kecil. Pasien kemungkinan besar mengalami sakit saat buang air besar dan/atau buang air kecil pada selama periode menstruasi.
– Pendarahan yang berlebihan. Anda mungkin mengalami pendarahan menstruasi yang berat sesekali (menorrhagia) atau pendarahan di antara periode periode menstruasi (menometrorrhagia).
– Infertilitas (ketidaksuburan). Endometriosis seringkali pertama kali terdiagnosis pada wanita yang awalnya adalah pasien perawatan infertilitas.
– Gejala lain. Gejala lain yang mungkin dialami pasien antara lain kelelahan, diare, sembelit, kembung atau mual, terutama selama periode menstruasi.

Tingkat keparahan rasa sakit bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan mengenai kondisi endometriosis yang berkembang. Beberapa wanita yang menderita endometriosis ringan merasakan sakit yang parah, sementara pasien lain dengan endometriosis yang parah, bisa jadi hanya merasakan sakit ringan atau bahkan tidak merasa sakit sama sekali.

Penyebab

Penyebab dari endometriosis masih belum diketahui. Namun para ahli meyakini ada beberapa pemicu yang mengakibatkan endometriosis. Penyebab pertama adalah menstruasi retrograde, atau istilah umum dari endometriosis. Bukannya keluar dari tubuh, darah menstruasi yang mengandung sel endometrium mengalir kembali melalui tuba fallopi menuju rongga panggul, menyebabkan sel endometrium menempel pada dinding pelvis dan permukaan organ pelvis.

Pertumbuhan sel embrio adalah penyebab lainnya. Sel embrio menghasilkan sel yang melapisi perut dan rongga panggul. Apabila satu atau beberapa area kecil dari lapisan perut berubah menjadi jaringan endometrium, Anda dapat mengalami endometriosis. Jika Anda pernah menjalani operasi seperti histerektomi atau operasi Caesar, implantasi bekas operasi yang terbentuk dapat membuat sel menempel, dan menyebabkan endometriosis. Apabila sel endometrium dihantarkan oleh pembuluh darah atau cairan jaringan ke bagian tubuh lainnya, endometriosis dapat terjadi.

Penyebab lainnya adalah gangguan sistem imun. Apabila sistem imun Anda memiliki masalah yang membuat tubuh tidak dapat mengenali dan menghancurkan jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim, endometriosis dapat terjadi. Selain itu, Anda dapat mengalami kondisi ini akibat sel pada perut dan pelvis berubah menjadi sel endometrium, atau sel endometrium telah terbentuk di luar rahim sejak Anda masih janin.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk endometriosis? Ada banyak faktor risiko untuk endometriosis, yaitu:

  • Tidak pernah melahirkan
  • Salah satu anggota keluarga (ibu, tante atau saudara perempuan) memiliki endometriosis
  • Keluarnya darah menstruasi dari tubuh terhambat oleh suatu kondisi medis
  • Sejarah infeksi pelvis
  • Kelainan pada rahim
  • Mengalami menstruasi pertama sebelum berusia 12 tahun
  • Bentuk abnormal pada rahim, serviks, atau vagina yang menghambat atau memperlambat menstruasi

Komplikasi dari Endometriosis

Endometriosis dapat membawa komplikasi lain,yaitu:

1. Infertilitas (ketidaksuburan)

Komplikasi utama dari endometriosis adalah terganggunya kesuburan. Sekitar sepertiga sampai setengah dari wanita yang menderita endometriosis mengalami kesulitan untuk hamil.

Agar kehamilan bisa terjadi, sel telur harus dilepaskan dari ovarium, melakukan perjalanan melalui tuba fallopi, dibuahi oleh sel sperma dan menempelkan dirinya ke dinding rahim untuk memulai pertumbuhan embrio. Endometriosis dapat menyumbat tuba fallopi dan menghalangi pembuahan. Endometriosis juga mempengaruhi kesuburan secara tidak langsung, yaitu dengan merusak sel telur.

Meski begitu, banyak wanita pasien endometriosis ringan sampai sedang masih bisa hamil dan bersalin. Dokter Rosdiana Ramli menyarankan pasien endometriosis tidak menunda hamil karena kondisi endometriosis dapat memburuk seiring waktu.

2. Kanker ovarium

Resiko kanker ovarium lebih besar terjadi pada pasien endometriosis. Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa meskipun endometriosis dapat menjadi penyebab kanker ovarium, persentasenya masih relatif rendah.

Tes dan Diagnosis Endometriosis

Untuk mendiagnosa endometriosis dan kondisi lain yang dapat menyebabkan nyeri panggul, dokter akan meminta Anda untuk menjelaskan gejala yang Anda rasakan, termasuk lokasi rasa sakit dan kapan rasa sakit itu terjadi. Tes untuk memeriksa petunjuk fisik endometriosis, antara lain:

Pemeriksaan panggul. Selama pemeriksaan panggul, dokter Anda secara manual akan memeriksa (palpates) daerah di panggul Anda untuk menemukan kelainan, seperti kista pada organ reproduksi atau bekas luka di rahim Anda. Seringkali tidak memungkinkan untuk merasakan adanya endometriosis, kecuali apabila telah membentuk kista.

USG. Tes ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk membuat gambaran bagian dalam tubuh Anda. Untuk menangkap gambar, perangkat yang disebut transducer ditempelkan pada kulit perut atau dimasukkan ke dalam vagina Anda (USG transvaginal). Kedua jenis USG ini dapat dilakukan untuk mendapatkan gambaran terbaik dari organ reproduksi Anda. USG tidak secara definitif dapat menunjukkan pada dokter Anda apakah Anda membawa endometriosis, tetapi dapat mengidentifikasi adanya kista yang terkait dengan endometriosis (endometrioma).

Laparoskopi. Tes ini biasanya dilakukan terlebih dulu. Tapi untuk memastikan Anda membawa endometriosis, dokter Anda dapat merujuk Anda ke ahli bedah untuk melihat ke dalam perut Anda dan memeriksa adanya tanda-tanda endometriosis menggunakan prosedur pembedahan yang disebut sebagai laparoskopi. Anda akan dibius umum dan dokter bedah membuat sayatan kecil di dekat pusar Anda serta memasukkan instrumen untuk melihat organ dalam (laparoskopi) untuk mencari jaringan endometrium yang mungkin berkembang di luar rahim. Laparoskopi dapat memberikan informasi tentang lokasi, luas dan ukuran implan endometrium untuk membantu menentukan pilihan pengobatan terbaik.

Obat & Pengobatan

Sayangnya, belum ditemukan obat untuk menyembuhkan endometriosis. Namun, Anda dapat mengendalikan rasa sakit dan kemandulan dengan beberapa penanganan. Berdasarkan keparahan gejala dan keinginan Anda untuk hamil, Anda dapat memilih pengobatan yang tepat. Terapi hormon untuk menurunkan kadar estrogen dan mengurangi sakit, namun jika Anda ingin hamil, Anda dapat melakukan operasi, penanganan kemandulan, atau keduanya. Apabila Anda memiliki rasa sakit ringan, tidak berencana untuk hamil, atau sudah dekat dengan menopause, Anda dapat memilih untuk tidak menerima pengobatan apapun.

Obat-obatan adalah penanganan yang tepat apabila Anda mengalami sakit atau perdarahan, namun tidak berencana untuk hamil dalam waktu dekat. Obat-obatan dapat berupa hormon pil KB untuk mencegah endometriosis memburuk, atau anti peradangan untuk mengendalikan rasa sakit. Apabila gejala yang Anda alami parah dan NSAID tidak bekerja, Anda dapat mencoba terapi hormon yang lebih kuat.

Apabila terapi hormon yang lebih kuat tidak membantu atau jika organ lainnya terpengaruh, operasi adalah langkah selanjutnya. Pertumbuhan endometrium dan jaringan luka akan diangkat pada saat operasi. Hal ini biasanya dilakukan dengan satu atau lebih sayatan kecil, menggunakan laparoskopi.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk endometriosis?

Anda dapat diminta untuk menjelaskan gejala yang Anda alami, termasuk lokasi rasa sakit dan kapan rasa sakit muncul. Pada beberapa kasus, Anda akan diminta untuk menjalani beberapa tes untuk melihat tanda-tanda fisik dari endometriosis, seperti pemeriksaan pelvis, ultrasound, dan laparoskopi.

Pada pemeriksaan pelvis, dokter akan menggunakan tangan atau kekuatan fisik untuk memeriksa adanya kelainan pada pelvis, seperti kista pada organ reproduksi atau luka di belakang rahim. Ultrasound memerlukan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menciptakan gambar dari bagian dalam tubuh. Walau dokter mungkin tidak mengetahui kondisi persis Anda, namun dengan ultrasound imaging dokter dapat mengidentifikasi kista yang terkait dengan endometriosis.

Apabila penanganan di atas tidak dapat memastikan kondisi Anda, direkomendasikan untuk ahli bedah melihat bagian dalam perut untuk tanda-tanda endometriosis, dengan prosedur operasi laparoskopi. Dengan bantuan laparoskopi, dokter dapat mengetahui lokasi, tingkat, dan ukuran implan endometrium untuk membantu memilih alternatif penanganan terbaik.