info

Kekurangan Dan Kelebihan Dari Metode Lotus Birth

Banyak cara yang dilakukan ibu saat proses melahirkan, mulai dari Hypnobirthing hingga water birth. Tetapi kali ini ada metode baru yang dilakukan ibu saat melahirkan yakni, Lotus birth. Apa itu Lotus birth? Lotus birth adalah Lotus birth adalah metode persalinan bayi yang berlangsung tanpa pemotongan tali pusat. Artinya, setelah proses kelahiran terjadi, tali pusat bayi di biarkan tetap terhubung dengan plasentanya untuk beberapa lama atau hingga terputus dengan sendirinya. Lotus birth merupakan suatu metode persalinan yang saat ini sedang populer dan marak di perbincangkan baik di kalangan masyarakat atapun dunia kebidanan.

Secara persalinan normal, ketika bayi baru lahir maka tali pusar langsung diklem (dijepit) dan dipotong, sehingga terpisah dari plasenta atau ari-ari. Bila melahirkan dengan metode lotus birth, tali pusar tidak akan diklem sehingga masih ada hubungan antara plasenta dan bayi. Plasenta dibiarkan terhubung dengan bayi hingga akhirnya kering dan puput (terlepas) dengan sendirinya dalam 3-4 hari. Biasanya untuk menghilangkan bau, plasenta yang sudah ditempatkan di dalam baskom atau mangkok besar dibiarkan kering dan diberi garam, bunga atau rempah-rempah yang mengeluarkan wewangian. Melahirkan dengan metode ini dipercaya dapat mencegah bayi kekurangan zat besi dan membuat bayi memiliki kekebalan tubuh yang tinggi, karena diklaim darah yang masih mengalir dari plasenta dapat memberikan tambahan oksigen, makanan dan antibodi untuk si bayi.

Metode melahirkan ini awalnya banyak dipraktekkan di negara Tibet yang beragama Budha suku Aborigin di Australia dan Bali, yang mayoritas beragama Hindu. Praktek oleh tenaga medis pertama kali diperkenalkan di Amerika, dan saat ini juga banyak dilakukan di Australia. Para ibu yang pernah melakukan lotus birth mengaku merasakan banyak manfaatnya, terutama manfaat psikologis, seperti kedekatan ibu dan bayi, kedamaian, ketenangan, dan perasaan tetap terhubung dengan bayinya walaupun bayi itu telah dilahirkan. Namun secara kedokteran, metode ini masih dinggap kontroversial dan belum ada penelitiannya secara ilmiah.

Setiap persalinan yang dilakukan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan nya, dan berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan dari metode Lotus Birth.

Kelebihan dari Lotus Birth

  1. Metode melahirkan ini lebih alami.
  2. Bayi mendapat tambahan darah dari ibunya sekitar 100 ml, sehingga bayi tidak kekurangan hemoglobin, dapat mencegah bayi kekurangan zat besi, dan membuat bayi memiliki kekebalan tubuh yang tinggi, karena diklaim bahwa darah yang masih mengalir dari plasenta dapat memberikan tambahan oksigen, makanan dan antibodi untuk bayi.
  3. Tambahan darah ini juga memastikan bayi mendapatkan pasokan darah yang cukup untuk jantung dan otaknya.
  4. Dalam kepercayaan para praktisi lotus birth, plasenta juga merupakan bagian dari organ bayi yang tersambung dengan ibunya. Pemutusan paksa (dengan dipotong seperti yang dilakukan praktisi medis pada umumnya) dapat dikatakan sebagai perlakuan yang kurang manusiawi. Selain itu, lotus birth juga bisa dikatakan sebagai metode penghormatan terhadap bayi dan membiarkannya memasuki dunia dengan damai, tanpa paksaan.

Kekurangan dari Lotus Birth

  • Rentan infeksi

Plasenta yang mengandung darah rentan terjangkit infeksi, yang dapat langsung ditularkan pada bayi. Sesaat setelah bayi lahir dan tali pusat berhenti berdenyut, plasenta tak ubahnya sebagai jaringan mati karena sudah tak memiliki sirkulasi darah. Jika orang tua memutuskan untuk melakukan lotus birth, maka direkomendasikan untuk memantau secara hati-hati mengenai kemungkinan terjadinya infeksi.

  • Bayi kuning

Penundaan pemotongan tali pusat meningkatkan risiko bayi mengalami kelebihan bilirubin atau mengalami jaundice yang membuat bayi tampak berwarna kuning. Hal itu disebabkan pasokan darah ekstra yang diperoleh dari tali pusat. Bayi yang dilahirkan dengan metode ini, kemungkinan akan membutuhkan waktu lebih panjang untuk proses penyembuhan.

Penyanyi Jazz asal Indonesia Andien juga telah memakai metode Lotus Birth ini. Lewat sebuah foto, Andien menjelaskan metode yang masih belum terlalu populer di Indonesia ini. Andien dan bidan yang membantu persalinan tak memotong ari-ari bayi. Nantinya, tali plasenta akan terlepas dengan sendirinya, dan dalam kasus Kawa berlangsung selama tiga hari.

“Kawa, bayi lotus-ku. Bersama kakak plasentanya yang setia menemani selama 9 bulan di dalam rahim, hingga puput dengan sendirinya,” tulis Andien.

Andien, dalam akun Instagram, mengungkapkan tali pusar putranya lepas dalam waktu tiga hari. “Saya membiarkan ia lahir secara utuh dan tetap utuh. Lotus birth adalah pilihan, hadiah dari para orang tua yang sadar akan manfaatnya,” tulis Andien dalam bahasa Inggris melalui akun @andienaisyah.

Pada persalinan lainnya, tali plasenta bayi diputus begitu ia keluar dari rahim. Setelah itu ibu baru mengeluarkan plasenta dan kemudian diletakkan terpisah dari sang bayi. Namun tidak dengan Lotus birth, yang mana plasenta dibiarkan tetap menempel sampai lepas dengan sendirinya. Sampai saat ini masih ada pro kontra soal metode Lotus birth. Namun Andien termasuk golongan yang pro, dan ia memilih cara ini sebagai metode kelahiran putra pertamanya.