healthy

Kenali 5 Gejala Umum Dari Diabetes Tipe II

Diabetes adalah suatu kondisi dimana glukosa darah atau yang biasa disebut dengan gula darah dalam tubuh Anda terlalu tinggi. Glukosa darah adalah salah satu jenis dari gula yang ditemukan di dalam darah dan bermanfaat sebagai sumber energi utama. Glukosa berasal dari makanan yang Anda makan sehari-hari, ia juga di cerna dalam hati dan otot. Darah di dalam tubuh membawa glukosa ke seluruh sel-sel tubuh untuk menghasilkan energi.

Nh, tapi gimana kalau Diabetes menyerang tubuh Anda? So, pasti itu akan menyebabkan beberapa kondisi atau gejala yang akan terjadi terhadap tubuh Anda. Untuk itu, kali ini saya akan  memberikan beberapa informasi mengenai gejala umum yang sering terjadi apabila Diabetes menyerang kalian. Diabetes itu bukan Diabetes Tipe-I melainkan Diabetes tipe-II. Yuk, cek dibawah ini informasinya.

1. Mati rasa

Mati rasa pertama kali awalnya dari kesemutan di tangan, jari dan kaki. Hal ini merupakan tanda peringatan diabetes. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan kadar gula darah sehingga menyebabkan pembatasan pembuluh darah ke ekstremitas dan pada akhirnya mengakibatkan kerusakan serabut terhadap saraf.

Kesemutan, kebas atau mati rasa pada kaki dan jari-jari kaki dapat disebabkan oleh banyak kondisi yang berbeda-beda dan sering kali disertai rasa seperti ditusuk jarum atau tersengat listrik. Kesemutan ini bisa saja disebabkan oleh hal yang sederhana tetapi jenis gejala ini bisa saja menyerang sistem saraf. Gejala ini akan mempengaruhi kemampuan Anda saat berjalan dan bisa juga mengakibatkan gejala yang sangat serius.

2. Sering buang air kecil

Biasanya penderita Diabetes akan memiliki dorongan yang sangat kuat untuk buang air kecil dan ketika mereka melakukan buang air kecil jumlahnya ini cukup signifikan. Bahkan peningkatan buang air kecil ini sering mengakibatkan dehidrasi berat. Jadi hal ini sangat penting untuk menjaga kadar cairan tinggi. Jika tubuh menjadi dehidrasi, fungsi kekebalan tubuh pun akan menurun.

3. Penurunan berat badan

Penurunan berat badan akan sangat cepat terjadi terhadap orang menderita Diabetes karena tubuh tidak dapat menyerap glukosa atau gula dengan benar. Hal ini akan terjadi terhadap penderita Diabetes tipe-I khususnya. Namun Diabetes tipe-II ini cukup berpengaruh terhadap tubuh karena tidak dapat mengangkut glukosa dari darah serta sel-sel tubuh yang digunakan sebagai energi sehingga dapat dengan mudah mengakibatkan penurunan berat badan secara tiba-tiba.

Ketika tubuh tidak mampu untuk mendapatkan insulin yang cukup, ia akan mulai membakar lemak dan otot sebagai sumber energi. Dan hal itu sudah terbukti jelas, cukup makan sedikit saja untuk mengurangi berat badan secara keseluruhan. Jika Anda ingin menumpahkan 5 dan 10-pon berat badan dalam waktu kurang dari 6-bulan hal ini bisa Anda lakukan dengan baik.

4. Cepat merasa lapar

Penyebab cepat lapar tidak banyak diketahui oleh orang sebabnya karena mereka tidak tahu darimana asalnya rasa tersebut. Yang mereka tahu ketika mereka lapar mereka harus segera makan supaya perut mereka tidak kosong sama sekali.

Penurunan berat badan secara mendadak dapat meningkatkan nafsu makan Anda. Awalnya memang Anda mungkin merasa beruntung karena bisa makan apapun yang diinginkan tanpa adanya konsekuensi, Namun sebenarnya tubuh Anda sedang mengalami keadaan Diabetes.

Ini adalah hal yang biasa terjadi ketika nafsu makan meningkat setelah pengerahan tenaga fisik, tapi pada umunya ini terjadi setelah makan. Namun, nafsu makan yang meningkat secara signifikan selama periode berkepanjangan bisa menjadi gejala dari penyakit serius, seperti diabetes atau hipertiroidisme. Jika Anda mengalami rasa lapar yang berlebihan, sebaiknya Anda harus segera berkonsultasi kepada dokter sesegera mungkin.

5. Masalah penglihatan

Anda mungkin sudah tahu bahwa diabetes dapat menyebabkan masalah penglihatan dan bahkan kebutaan jika tidak diobati. Hal ini terjadi karena tingkat glukosa spike yang merusak pembuluh darah dan membatasi cairan untuk mata. Bahkan diabetes bisa berisiko lebih tinggi dari gangguan mata ringan dan kebutaan tanpa penyakit. Inilah sebabnya mengapa memeriksa mata secara teratur adalah hal penting yang harus dilakukan.

Pasien Diabetes juga memiliki risiko 40 persen lebih tinggi terkena glaukoma (suatu kondisi yang menyebabkan tekanan di kerusakan mata dan saraf retina) dibandingkan dengan individu non-diabetes. Statistik dari American Diabetes Association mengklaim bahwa semakin lama pasien memiliki diabetes, semakin tinggi risiko glaukoma. Demikian juga katarak (yang mengaburkan lebih dari lensa mata) yang memiliki risiko 60 persen lebih tinggi pada penderita Diabetes.