blog

Kenali Lebih Dalam Proses Dari Bayi Tabung

Dalam suatu hubungan rumah tangga, akan terasa sangat indah jika kita memiliki seorang anak yang lucu. Hadirnya sang buah hati akan menambah suasana harmonis dalam keluarga. Akan tetapi, tidak semua pasangan bisa mendapatkan buah hati mereka. Ini bisa disebabkan bakyak faktor misalnya, adanya suatu penyakit pada rahim, mandul dan berbagai faktor lainnya.

Biasanya bagi mereka yang sulit untuk mempunyai keturunan, mereka akan melakukan berbagai pengobatan, mulai dari medis hingga non medis, Apapun akan mereka lakukan agar mereka bisa mendapatkan buah hati mereka, Di zaman yang semakin modren ini, banyak sekali fasilitas yang disediakan untuk mendapatkan momongan. Mereka bisa mengikuti program untuk mendapatkan bayi, misalnya seperti yang lagi ngetrend yaitu Progran Bayi Tabung.

Pengertian Dari Bayi Tabung

Assisted Reproductive Technology atau yang populer dengan teknologi bayi tabung merupakan aplikasi teknologi dalam bidang reproduksi manusia. Bahasa kedokteran pada bayi tabung ini disebut In Vitri Fertilization (IVF). In Vitro berasal dari bahasa Latin yang berarti di dalam sedangkan Fertilization adalah bahasaInggris yang memiliki arti pembuahan.

Jadi perngertian dari bayi tabung yang lengkap adalah suatu upaya untuk memperoleh kehamilan dengan jalan mempertemukan sel sperma dan sel telur sehingga terjadi pembuahan dalam suatu wadah atau cawan petri (semacam mangkuk kaca berukuran kecil) hal ini hanya boleh dilakukan oleh petugas medis. Proses pembuahan yang terjadi di cawan kaca (seolah seperti tabung), ini akhirnya membuat masyarakat mengenalnya sebagai bayi tabung.

Bayi tabung merupakan suatu teknologi reproduksi berupa teknik pembuahan sel telur (ovum) di luar tubuh wanita. Prosesnya terdiri dari mengendalikan proses ovulasi secara hormonal, pemindahan sel telur dari ovarium dan pembuahan oleh sel sperma dalam sebuah medium cair. Awal perkembangan dari teknik ini bermula dari ditemukannya teknik pengawetan sperma.

Sperma ini bisa bertahan hidup lama bila dibungkus dalam gliserol yang dibenamkan dalam cairan nitrogen pada temperatur -321 derajat fahrenheit. Pada mulanya program ini hanya bertujuan untuk menolong pasangan suami istri yang tidak mungkin memiliki keturunan secara alamiah yang disebabkan karena  tuba falopi istrinya mengalami kerusakan permanen. Namun, untuk sekarang ini telah ada perkembangan dimana program ini diterapkan pada yang memiliki penyakit atau kelainan lainnya yang menyebabkan tidak dimungkinkan untuk memperoleh keturunan.

Sejarah Bayi Tabung

Nah, kalau tadi kita sudah membahas pengertian dari bayi tabung, saatnya kita untuk memasuki sejarah dari bayi tabung. Inggris adalah negara yang menjadi tonggak awal sejarah dari teciptanya bayi tabung di dunia . Di sanalah sejumlah dokter untuk pertama kalinya membuka pelaksanaan dari program bayi tabung. Bayi tabung pertama yang berhasil dilahirkan dari program tersebut adalah Louise Brown yang lahir pada tahun 1978.

Seperti yang sudah mimin jelaskan tadi program bayi tabung ini pada awalnya hanyalah untuk mendapatkan keturunan bagi pasangan suami isteri yang mengalami gangguan kesuburan. Sebelum program bayi tabung ditemukan, inseminasi buatan dikenal sebagai metode untuk menyelesaikan masalah tersebut. Inseminasi buatan dilakukan dengan menyemprotkan sejumlah cairan sperma suami ke dalam rahim isteri dengan menggunakan bantuan alat suntik. Dengan cara ini sperma diharapkan mudah bertemu dengan sel telur. Walupun sebenarnya tingkat keberhasilan metode inseminasi buatan hanya sebesar 15%, yang namanya mencoba kan gak ada salahnya kan.

Kesuksesan perdana program bayi tabung yang dilakukan secara konvensional/In Vitro Fertilization (IVF) dengan lahirnya Louise Brown membuat program ini semakin diminati oleh negara-negara di dunia. Di Indonesia sendiri, sejarah bayi tabung yang pertama dilakukan adalah di RSAB Harapan Kita, Jakarta, pada tahun 1987.

Program bayi tabung tersebut akhirnya melahirkan bayi tabung pertama di Indonesia, yakni Nugroho Karyanto pada tahun 1988. Baru setelah itu mulai banyak bermunculan kelahiran bayi tabung di Indonesia. Bahkan sekarang jumlahnya sudah mencapai 300 anak. Wow, hebat kan.

Kesuksesan program bayi tabung ternyata tidak begitu saja memuaskan dunia kedokteran. Upaya untuk mengukir tinta emas sejarah tentang bayi tabung terus berlanjut. Jika selama ini masyarakat hanya mengenal satu teknik proses bayi tabung secara IVF, maka sekarang telah banyak muncul bermacam-macam bayi tabung dengan menggunakan teknik baru yang semakin canggih daripada teknik sebelumnya. Di antaranya adalah Partial Zone Dessection (PZD) dan Subzonal Sperm Intersection (SUZI).

Teknik PZD dilakukan dengan menyemprotkan sperma ke sel telur dengan membuat celah pada dinding sel telur terlebih dulu agar memudahkan kontak antara sperma dengan sel telur. Sedangkan pada teknik SUZI, sperma yang disuntikkan secara langsung ke dalam sel telur. Hanya saja dari sisi keberhasilan, kedua teknik ini dianggap masih belum memuaskan.

Proses bayi tabung yang lain lagi adalah dengan menggunakan teknik Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI). Teknik ini sangat sesuai jika diterapkan pada kasus sperma yang mutu dan jumlahnya sangat minim. Jika pada teknik IVF konvensional membutuhkan 50 ribu-100 ribu sperma untuk membuahi sel telur, maka pada teknik ICSI hanya membutuhkan satu sperma dengan kualitas bagus. Dengan bantuan pipet khusus, sperma kemudian disuntikkan ke dalam sel telur. Langkah selanjutnya juga serupa dengan teknik IVF konvensional.

Menurut dr. Subyanto DSOG dan dr. Muchsin Jaffar DSPK, tim unit infertilitas Melati, RSAB Harapan kita, di Indonesia program bayi tabung dengan menggunakan teknik ICSI sudah mulai dilakukan sejak tahun 1995. Dengan pemakaian teknik tersebut, keberhasilan bayi tabung bisa mencapai 30%-40%.

Sepertinya program bayi tabung ini gak akan berhenti sampai di sini. Dunia kedokteran akan terus berusaha mengembangkan berbagai penelitian hingga mendapatkan teknik bayi tabung yang bisa memberikan tingkat keberhasilan yang paling memuaskan.

Proses Dari Bayi Tabung

Seperti penjelasan diatas bayi tabung atau in fitro vertilization (IVF) merupakan suatu pilihan alternatif bagi kalian yang ingin mempunyai momongan. Bayi tabung ini dilakukan dengan cara menggabungkan telur dan sperma di luar tubuh. Kemudian, sel telur yang sudah dibuahi dan sudah dalam fase siap akan dipindahkan ke dalam rahim wanita. Walaupun prosesnya kelihatannya sederhana. Namun, sebenarnya proses bayi tabung ini berlangsung sangat panjang karena diperlukan persiapan yang benar-benar matang. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya.

*Mengetahui siklus menstruasi sebelum melakukan program bayi tabung

Bagi kalian yang ingin melakukan proses bayi tabung ini kalian harus mengetahui bagaimana siklus menstruasi, sebelum melakukan program bayi tabung. Kalian juga akan disarankan untuk mengonsumsi pil kontrasepsi sebelum melakukan program ini. Mengonsumsi pil kontrasepsi terbukti dapat meningkatkan kesuksesan dari program bayi tabung dan juga dapat menurunkan risiko sindrom hiperstimulasi ovarium dan kista ovarium. Namun, tidak semua dokter biasanya merekomendasikan hal ini.

Setelah kalian melakukan ovulasi (ovarium melepaskan sel telur), dokter akan memberikan kalian antagonis GnRH (seperti Ganirelix) atau agonis GnRH (seperti Lupron). Obat ini biasanya berupa obat suntik. Obat ini akan memungkinkan dokter untuk mengontrol penuh siklus ovulasi  saat program bayi tabung dimulai.

Jika kalian belum mendapatkan siklus ovulasi , maka dokter mungkin akan memberikan obat progesteron dalam bentuk Provera. Kalian akan diminta untuk menggunakan antagonis dan agonis GnRH sekitar 6 hari atau lebih setelah mengambil pil Provera. Namun, hal ini mungkin berbeda-beda antar individu, sebaiknya selalu ikuti instruksi dari dokter yang menanganimu.

*Saat program bayi tabung dimulai

Program bayi tabung dimulai pada hari pertama saat kalian mengalami menstruasi. Pada hari kedua menstruasi, mungkin dokter akan melakukan tes darah dan USG (transvaginal ultrasound).

Pada saat tes darah, dokter akan melihat kadar estrogen pada dirimu, terutama E2 atau estradiol. Tes ini dilakukan untuk memastikan ovarium “tidur”, inilah efek yang diinginkan dari suntikan antagonis GnRH.
USG transvaginal dilakukan untuk memeriksa ukuran ovarium. USG ini juga dapat menemukan kista ovarium jika kalian memang memilikinya. Jika ada kista, dokter akan menangani kista tersebut terlebih dahulu sebelum melanjutkan program ke tingkat selanjutnya.

*Stimulasi dan pemantauan ovarium

Stimulasi ovarium dilakukan dengan menyuntikkan obat kesuburan pada tubuh kalian. Kalin akan diajarkan bagaimana cara menyuntikkan obat tersebut sendiri di rumah. Mengapa? Karena kalian akan sering menyuntikkan obat kesuburan tersebut sendiri. Berapa banyak suntikan dan berapa lama akan tergantung dari aturan pengobatan yang kalian lakukan. Biasanya kalian akan diminta untuk menyuntikkan 1-4 obat setiap hari selama seminggu sampai sepuluh hari.

Stimulasi ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah telur yang diproduksi oleh ovarium kalian. Sehingga, semakin banyak telur yang bisa diambil dan dibuahi selama proses bayi tabung ini, serta semakin besar pula kesempatan Anda untuk hamil.

Selama stimulasi ovarium ini, dokter akan memantau pertumbuhan dan perkembangan folikel dengan cara melakukan tes darah dan USG setiap beberapa hari. Tes darah dilakukan untuk mengetahui kadar estradiol . Sedangkan USG dilakukan untuk memantau perkembangan telur dalam ovarium kalian(oosit).

Pemantauan sangat penting dilakukan untuk menentukan seberapa banyak dosis obat kalian, apakah perlu ditingkatkan atau malah diturunkan. Jika folikel kalian sudah besar kira-kira berukuran 16-18 mm, maka kalian perlu memantaunya  setiap hari.

*Pematangan oosit (telur dalam ovarium)

Telur harus menyelesaikan pertumbuhan dan perkembangannya sebelum telur bisa diambil. Untuk memicu pematangan oosit, diperlukan suntikan human chorionic gonadotropin (hCG). Biasanya, suntikan hCG diberikan ketika empat atau lebih folikel telah berukuran sekitar 18-20 mm dan kadar estradiol Anda sudah lebih dari 2000 pg/ ml.

Suntikan hormon ini dilakukan sebanyak satu kali dan harus dilakukan pada waktu yang tepat. Mengapa? Jika dilakukan terlalu dini, maka telur bisa tidak cukup matang. Sedangkan, jika suntikan dilakukan terlalu lama, telur akan terlalu tua dan tidak bisa berbuah dengan baik. Untuk melihat kapan waktu yang tepat dalam melakukan suntikan, diperlukan ultrasound kembali.

*Pengambilan telur

Pengambilan telur dilakukan sekitar 34-36 jam setelah kalian  menerima suntikan hCG. Sebelum pengambilan telur, kalian akan dianestesi agar kalian tidak merasakan sakit. USG transvaginal dilakukan untuk memandu dokter dalam pengambilan telur. Pengambilan telur dilakukan menggunakan jarum yang akan menghisap folikel dalam ovarium kalian.

Terdapat satu oosit (telur) tiap satu folikel yang akan diambil dari ovarium kalian. Jumlah folikel yang diambil bisa berbeda-beda antar individu. Oosit ini kemudian akan dibawa ke laboratorium embriologi untuk dilakukan pembuahan.

Setelah prosedur selesai, kalian akan diminta untuk istirahat sebentar selama beberapa jam untuk memastikan keadaan kalian baik-baik saja. Jika kalian memiliki tanda-tanda sindrom hiperstimulasi ovarium, seperti:

*Kembung
*Nyeri ringan atau ketidaknyamanan pada perut
*Mual
*Diare
*Kenaikan berat badan

Sebaiknya kalian harus segera laporkan tanda-tanda tersebut pada dokter kalian. Sindrom hiperstimulasi ovarium bisa terjadi pada 10% wanita yang menjalani bayi tabung, ini merupakan efek samping dari penggunaan obat kesuburan.

*Pembuahan telur

Telur atau folikel yang sudah diambil tersebut kemudian akan dipilih yang mana yang baik. Sedangkan, sperma yang dibutuhkan untuk pembuahan juga sudah harus tersedia. Pada saat kalian melakukan pengambilan telur, suami kalian mungkin akan diminta untuk memberikan semen yang berisi sperma.

Sperma kemudian akan dipisahkan dari hal-hal lain pada semen dan juga dipilih bibit yang paling bagus. Sekitar 10.000 sperma kemudian akan ditempatkan dengan telur pada wadah khusus. Wadah ini kemudian akan diinkubasi di laboratorium. Dalam waktu 12-24 jam sangat diharapkan sudah terjadi pembuahan antara sperma dengan telur.

Pada pria yang mengalami masalah ketidaksuburan atau yang mempunyai kualitas sperma rendah, sperma mungkin perlu disuntikkan langsung ke masing-masing telur yang matang. Ini disebut dengan intra-cytoplasmic sperm injection (ICSI).

*Pemindahan telur yang sudah dibuahi (embrio) ke dalam rahim

Setelah telur dibuahi, telur akan disimpan selama 3-5 hari di tempat khusus sebelum dipindahkan ke rahim wanita. Pemindahan telur yang sudah dibuahi (embrio) biasanya dilakukan pada hari kelima setelah pembuahan, di mana embrio sudah berada pada fase blastosit. Embrio pada fase blastosit sudah mampu menempel dengan baik pada rahim wanita.

Beberapa hari sebelum dilakukan pemindahan embrio, kalian akan diberikan obat hormon progesteron untuk membantu mempersiapkan dinding rahim kalian untuk menerima embrio. Obat hormon ini akan diberikan dengan cara suntikan, pil atau gel.

Saat pemindahan embrio, tabung tipis atau kateter yang berisi cairan embrio akan dimasukkan ke dalam serviks kalian. Jumlah embrio yang dipindahkan tergantung pada kualitas embrio, biasanya hanya 2-5 embrio yang dipindahkan. Setelah prosedur ini selesai maka kalian akan diminta untuk tetap berbaring selama beberapa jam.

Jika masih ada embrio kualitas baik yang tersisa, kalian bisa membekukan mereka. Ini disebut dengan embrio kriopreservasi. Embrio ini bisa digunakan nanti jika proses tidak berhasil atau bisa disumbangkan.

Apakah saya akan langsung Hamil?

Setelah dilakukan pemindahan embrio pada rahim kalian, kalian harus menunggu waktu selama dua minggu untuk melihat apakah kalian berhasil hamil. Selama ini, sebaiknya lakukan kegiatan yang biasa kalian lakukan sehari-hari seperti biasa. Jangan buat diri kalian menjadi stres hanya karena kalian memikirkan proses kehamilan kalian.

Setelah memasuki 2 minggu, sebaiknya kalian sudah harus melakukan tes kehamilan. Tes ini bisa kalian lakukan selama beberapa hari. Jika hasil tes positif, maka SELAMAT Anda hamil. Jangan lupa untuk memeriksakan kehamilan kalian ke dokter. Dokter akan melakukan USG untuk memantau kehamilan. Karena bisa saja kalian mengalami keguguran atau kehamilan ektopik atau juga bisa kehamilan kembar.

Alasan Kenapa Harus Memilih Bayi Tabung

Sebenarnya guys,  bayi tabung bukanlah satu-satunya solusi untuk seseorang yang mengalami masalah infertilitas dan masalah genetik. Ada banyak pilihan lainnya, seperti menggunakan obat kesuburan yang bisa digunakan untuk meningkatkan produksi telur.

Beberapa jawaban dibawah ini mungkin dapat menjadi jawaban mengapa seseorang  lebih memilih proses bayi tabung.

* Kondisi Kesehatan

Seseorang yang memiliki penyakit seperti kanker, membutuhkan perawatan yang dapat mengganggu kesuburannya. Dengan demikian, jadi jika mereka ingin memiliki momongan, maka mereka dapat menjalani program bayi tabung untuk menjaga sel telurnya agar nanti bisa digunakan.

* Kelainan Genetik

Bagi orang tua pasti ingin anak mereka lahir dengan sempurna, tapi bagaimana jika orang tua mereka yang memiliki kelainan Genetik? Mau gak mau anak mereka akan mengalami hal yang sama dengan mereka.

Pasangan yang tidak ingin menyebarkan kelainan genetik pada keturunannya kelak, maka dapat menjalani proses yang disebut diagnosis genetika pra-implantasi (PGD). Teknik ini dapat memperbaiki kemungkinan kehamilan yang berhasil dan kelahiran bayi yang normal dengan memastikan hanya embrio yang sehat saja yang akan dipilih untuk kemudian ditanamkan ke dalam rahim untuk melakukam implantasi.

* Penyebab Infertilitas yang Belum Ditentukan

Ada kalanya suatu alasan tidak dapat ditemukan pada kasus ketidaksuburan pasangan. Disinilah program bayi tabung menawarkan solusinya untuk mereka yang masih belum menemukan jawaban atas ketidaksuburannya.

*Kualitas Sperma yang Rendah

Pembuahan akan sulit terjadi apabila kualitas sperma si pria rendah. Kelainan ukuran, bentuk dan konsentrasi sperma di bawah rata-rata dapat menyebabkan seseorang menjadi sulit untuk memiliki keturunan. IVF atau bayi tabung dapat menjadi solusi jika tidak ada masalah kesehatan yang mendasarinya atau masalahnya tidak dapat diperbaiki.

* Ligasi Tuba

Beberapa wanita yang menjalani prosedur ini untuk mencegah kehamilan. Namun jika mereka berubah pikiran dan ingin hamil, mereka harus menjalani pembalikan ligasi tuba. Untuk mereka yang tidak ingin menjalani pembalikan ligasi tuba, solusinya adalah dengan menjalani program bayi tabung.

* Endometriosis

Penyakit yang disebabkan oleh tumbuhnya lapisan rahim (endometrium) di luar rahim, sehingga ini dapat mempengaruhi fungsi tuba falopi, ovarium dan rahim. Seseorang dengan endometriosis seperti ini mungkin akan sulit untuk hamil, namun prosedur IVF atau bayi tabung bisa menjadi solusi yang tepat untuk pembuahan.

* Ovarium Prematur

Wanita yang telah kehilangan fungsi ovarium normalnya sebelum menginjak usia 40 tahun tidak akan dapat menghasilkan cukup estrogen. Program bayi tabung ini dapat dipertimbangkan jika penderita menginginkan kehamilan.

* Resiko kehamilan

Kehamilan sebenarnya juga dapat menimbulkan resiko kesehatan yang serius bagi beberapa wanita dan IVF atau bayi tabung dipandang sebagai solusi untuk mereka yang benar-benar ingin memiliki anak.

Resiko Program Bayi Tabung

Proses bayi tabung atau IVF ini memang telah melibatkan waktu yang panjang dan tentunya dengan biaya yang gak sedikit, energi fisik dan emosional pun ikut terkuras. Namun, bukan berarti hal ini terbebas dari resiko yang ada. Berikut ini ada beberapa resiko dari proses bayi tabung yang kamu harus tahu, antara lain:

*Keguguran

Sama seperti proses kehamilan yang alami, akan selalu ada kemungkinan 15 sampai 25% seorang wanita juga akan mengalami keguguran pada anak yang dikandung melalui proses bayi tabung. Namun, tingkat keguguran pada proses bayi tabung tergantung dengan usia wanita itu sendiri. Bahkan sekalipun jika menggunakan embrio yang dibekukan kemungkinan itu akan tetap ada.

*Stress

Proses bayi tabung atau IVF dapat menguras tenaga seseorang secara emosional, fisik dan pastinya finansial. Inilah sebabnya mengapa ketika menjalani proses ini sangat dianjurkan untuk didampingi oleh teman atau keluarga dekat. Dukungan dari orang terdekat dapat membuat proses ini menjadi lebih mudah sekaligus dapat membantu mengurangi tingkat stress.

* Kehamilan Ektopik

Kondisi ini adalah dimana sel telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim, biasanya ini sering terjadi di dalam tuba falopi. Pada kehamilan ektopik ini tentunya embrio akan mati karena tidak dapat hidup saat berada di luar rahim. Sekitar dua sampai lima persen wanita akan mengalami kasus seperti ini.

*Komplikasi Saat Pengambilan Telur

Penggunaan jarum saat pengambilan sel telur dapat menyebabkan terjadinya pendarahan, infeksi atau kerusakan pada kandung kemih, pembuluh darah atau usus.

Efek Samping Dari Program Bayi Tabung

Setelah menjalani proses bayi tabung,  beberapa wanita mungkin akan mengalami beberapa efek samping. Kondisi seperti ini akan mengharuskan mereka untuk beristirahat penuh setelah melewati berbagai proses. Berikut beberapa efek samping yang bisa dialami setelah IVF (proses bayi tabung): Sembelit. Perut kembung dan Kram ringan.

Namun ada juga efek samping yang memerlukan perhatian dokter, antara lain:

*Terdapat darah dalam urin.

*Demam tinggi, lebih dari 38°C.

*Nyeri pada panggul.

*Perdarahan yang berat pada vagina.

Ada juga efek samping yang terkait dengan penggunaan obat kesuburan di awal prosedur bayi tabung seperti sakit perut, perut kembung, sakit kepala, hot flashes, mood swings dan lain-lain.

Beberapa wanita bahkan ada yang mengalami efek samping lebih parah, seperti pingsan, sesak napas, mual atau muntah, frekuensi kencing berkurang dan kenaikan berat badan yang cepat.

Faktor yang Menentukan Keberhasilan Bayi Tabung

Keberhasilan proses bayi tabung bergantung pada beberapa faktor, seperti: Umur wanita itu sendiri, Alasan ketidaksuburannya, Gaya hidup dan Riwayat reproduksinya.

The Society of Assisted Reproductive Technologies telah memberikan perkiraan keberhasilan dari proses bayi tabung yang dapat dilihat dari usianya:

Untuk wanita berusia 35 tahun kebawah: 41-43%.

Untuk wanita berusia 35 sampai 37 tahun: 33 -36%.

Untuk wanita berusia 38 sampai 40 tahun: 23 -27%.

Untuk wanita berusia 41 tahun ke atas: 13-18%.

Kesehatan Pada Anak Hasil Dari Bayi Tabung

Suatu penelitian yang dilakukan di Australia oleh para pakar menunjukkan bahwa anak-anak yang dilahirkan melalui proses bayi tabung memang lebih memiliki presentase yang lebih tinggi dalam hal riwayat rawat inap di rumahsakit, penyakit asma serta alergi, sebesar 7% lebih rentan dibandingkan anak-anak yang lahir melalui proses pembuahan alami.

Walaupun demikian, penyebab rawat inap di rumah sakit tidak selalu konsisten karena bisa terdiri dari gejala-gejala tertentu saja. Kebanyakan anak-anak hasil proses bayi tabung tidak akan mengalami kondisi kesehatan yang serius macam apapun maupun gangguan selama masa pertumbuhan. Jadi sebaiknya para orang tua tidak perlu khawatir.

Hal-hal yang diduga dapat memicu kondisi kesehatan seperti asma dan alergi pada anak-anak yang lahir melalui proses bayi tabung meliputi :

1. Kecenderungan orang tua yang terlalu sering membawa anaknya ke dokter karena insting protektif yang berlebihan terhadap anak kelahiran bayi tabung.
2. Kecenderungan orang tua yang terlalu melindungi anak kelahiran bayi tabung dari paparan debu maupun kotoran, yang memang dapat meningkatkan kerentanan anak terhadap alergi.
3. Adanya kemungkinan kecil yang disebabkan oleh perawatan bayi tabung yang berbasiskan peningkatan kesuburan yang kemudian dapat mempengaruhi kesehatan anak kelahiran bayi tabung.

Pada dasarnya, penelitian lebih lanjut masih tetap dibutuhkan. Namun sejauh ini, telah terbukti jika kebanyakan anak yang dihasilkan melalui prosedur panjang dan bertahap bayi tabung tetap dapat tumbuh secara sehat dengan kualitas hidup dan kecerdasan yang setara dengan anak-anak hasil pembuahan alami.

Itulah sedikit penjelasan tentang proses bayi tabung yang kalian harus tahu. Agar kalian mempunyai persiapan yang cukup jika ingin memiliki anak hasil dari proses bayi tabung.