healthy

Mata Selalu Melotot? Mungkin Anda Terserang Penyakit Ini

Apakah kalian pernah melihat seseorang yang matanya terlihat seperti orang yang terkejut ( terbelalak) ? Biasanya jika melihat yang seperti itu, kita akan berpikir kalau mereka mungkin saja memang benar-benar dalam keadaan terkejut.

Sebenarnya guys, ini bukanlah keadaan dimana seseorang sedang terkejut. Akan tetapi, ini adalah keadaan dimana seseorang sedang menderita suatu penyakit. Penyakit ini dinamakan penyakit Graves. Sebenarnya penyakit seperti apa sih ini? Kalau kalian penasaran dan ingin tahu, simak terus artikel ini ya.

Apa Sih Sebenarnya Penyakit Graves Itu?

Penyakit Graves sebenarnya diambil dari nama seorang dokter asal Irlandia-Robert J. Graves. Dia pertama melihat pasien yang mengidap penyakit ini yaitu pada tahun 1835. Penyakit ini juga disebut sebagai penyakit Basedow’s dan penyakit ini dinamakan sama dengan nama dokternya yang berasal dari Jerman, Karl Adolph van Basedow yang menemukannya pada tahun 1840. Dokter asal Jerman ini tidak tahu kalau ternyata penyakit ini sudah pernah ditemukan oleh dokter sebelumnya. Akan tetapi, istilah Basedow ini ternyata yang paling umum digunakan di benua Eropa dan pada akhirnya dinamakan sebagai penyakit Graves.

Penyakit Graves adalah salah satu jenis gangguan pada sistem imun tubuh yang menjadi penyebab umum terjadinya kondisi hipertiroidisme, yaitu berlebihannya produksi hormon tiroid.

Apa Itu Autoimun?

Masalah Autoimun ( sistem imun) memang memiliki jenis yang berbeda yang kemudian akan berkembang ketika sistem kekebalan tubuh menurun dan pada akhirnya akan menyerang bagian jaringan yang sehat.

Para peneliti sebenarnya masih belum mengetahui tentang apa sebenarnya yang  dapat menyebabkan terjadinya autoimun. Yah, meskipun katanya ini masih  ada kaitannya dengan faktor genetik tapi tetap saja ini belum bisa dipastikan. Penyakit Geves ini ternyata lebih umum mempengaruhi wanita daripada laki-laki.

Apa Itu Hipertiroidisme?

Jika kita sudah terserang penyakit grave ini maka antibodi akan menciptakan tiroid yang semakin tumbuh dan pada akhirnya akan membuat hormon tiroid menjadi lebih banyak daripada yang dibutuhkan tubuh.

Antibodi ini juga dapat merangsang imunoglobulin (TSIs). TSIs ini akan mengikat reseptor pada sel tiroid, yang biasanya bertugas “mengunci” hormon perangsang tiroid-(TSH — hormon yang bertanggung jawab untuk menghasilkan hormon tiroid). TSIs kemudian akan membuat tiroid tumbuh dan menghasilkan hormon tiroid terlalu banyak, sehingga akan menyebabkan hipertiroidisme.

Apa Saja Sih Gejala Dari Penyakit Ini?

Penyakit Graves ini sebenarnya telah membuat orang bingung, sampai pada akhirnya para pakar kesehatan membuat diagnosis tantangan untuk mendeteksi gejala dari penyakit ini,

Beberapa gejala yang lebih umum termasuk:

*Berat badan yang tidak stabil
*Kecemasan, kegelisahan, gemetaran, lekas marah dan mengalami kesulitan tidur (insomnia)
*Sering merasa kepanasan dan berkeringat
*Nyeri dada dan berdebar-debar
*Sesak nafas dan kesulitan bernapas
*Meningkatnya frekuensi tubuh (dengan atau tanpa diare)
*Periode menstruasi yang tidak teratur
*Kelemahan otot
*Kesulitan mengendalikan diabetes
*Gondok
*Mata yang menonjol dan melotot
*Masalah penglihatan (seperti penglihatan ganda)

Gejala dan tanda-tanda fisik

Jika kalian tidak segera mengobati penyakit graves ini, maka tanda-tanda fisik akan terlihat. Tanda- tandanya adalah:

*Gondok:

 

Gondok adalah kelenjar tiroid yang membesar. Gondok juga termasuk dalam penyakit graves yang tentunya dapat menyebar. Jika tiroid semakin besar, maka leher pasien akan terlihat penuh dan membengkak. Kadang-kadang gondok juga dapat membuat kita sulit untuk menelan, menyebabkan batuk dan bahkan akan terasa mengganggu ketika tidur.

*Masalah mata:

Masalah mata ini juga terhubung dengan penyakit graves yang bisa berdampak dari sangat ringan sampai sangat berat. Mungkin tidak terlalu parah tapi tetap saja ini akan sangat mengganggu. Biasanya gejala pada mata termasuk, mata merah, perasaan seperti ada pasir atau debu pada mata dan juga sangat sensitif terhadap cahaya. Penyakit mata yang berkaitan dengan penyakit graves ini disebut Graves’ ophthalmopathy.

Biasanya, pada kasus yang memang sudah banyak terjadi, salah satu atau kedua mata akan terlihat menonjol dari soket mata (juga disebut orbit). Penyakit graves ini dapat menyebabkan respons peradangan pada otot mata; otot dan jaringan yangmembengkak.

Karena orbit ini tulang bagian wajah akan terus membengkak, bengkak ini akan mengakibatkan otot dan jaringan menjadi terdorong ke luar. Hal ini dikarenakan jika pembengkakan terjadi, maka jaringan tidak memiliki tempat untuk pergi dan akhirnya mereka akan menonjol ke luar.

Inilah pada akhirnya yang membuat mata menjadi menonjol dan gerakan mata menjadi terbatas. Istilah medis untuk ini adalah exophthalmos dan dapat membuat kalian seolah-olah seperti sedang melotot.

* Penebalan kulit:

Beberapa pasien yang terserang penyakit graves ini juga dapat mengembangkan penebalan kulit atas bagian depan kaki dan bagian bawah. Kondisi ini juga bisa disebut dengan tibia. Gangguan ini dapat menyebabkan warna kulit menjadi tidak merata dan terkadang ada yang berwarna pink. Masalah kulit ini disebut juga dengan pretibial myxedema.

Faktor Apa Saja Sih Yang Dapat Menyebabkan Penyakit Ini?

Ternyata guys, ada faktor  yang dapat meningkatkan penyakit graves ini. Faktor-faktor ini meliputi:

*Sejarah keluarga.

Sejarah dari keluarga yang memang sudah memiliki penyakit graves ini, akan memungkinkan seseorang lebih rentan terhadap gangguan ini.

*Jenis kelamin.

Biasanya yang lebih rentan akan terkena penyakit graves ini adalah wanita.

*Usia.

Penyakit graves ini biasanya akan menyerang orang yang berusia di bawah 40 tahun.

* Gangguan autoimun lainnya.

Orang yang memiliki gangguan selain dari sistem kekebalan tubuh, seperti diabetes tipe 1 atau rheumatoid arthritis, juga akan berisiko terserang penyakit ini.

* Stres emosional atau fisik.

Stres ternyat juga dapat bertindak sebagai pemicu untuk terjadinya penyakit graves ini.

* Kehamilan.

Masa kehamilan dan masa ketika persalinan juga dapat meningkatkan risiko dari penyakit ini.

* Merokok.

Merokok juga dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan pastinya dapat meningkatkan resiko ini.

Jenis Komplikasi Apa Yang Akan Terjadi?

Komplikasi dari penyakit graves ini adalah:

* Masalah kehamilan.

Kemungkinan komplikasi dari penyakit graves selama masa kehamilan adalah keguguran, kelahiran prematur, disfungsi tiroid janin, pertumbuhan janin yang miskin, ibu gagal jantung dan Preeklamsia. Preeklampsia adalah kondisi yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan tanda-tanda serius.

* Gangguan jantung.

Jika tidak segera diobati, penyakit graves ini dapat menyebabkan gangguan irama jantung, perubahan dalam struktur dan fungsi otot-otot jantung dan ketidakmampuan jantung untuk memompa darah ke tubuh (jantung kongestif).

* Badai tiroid.

Bisa dibilang kalau ini merupakan kondisi yang cukup langka dan dapat mengancam jiwa. Ini juga dikenal sebagai hipertiroidisme atau paralisis krisis.

Peningkatan hormon tiroid secara mendadak dan drastis dapat menghasilkan sejumlah efek, termasuk demam, keringat berlebihan, muntah, diare, delirium, lemah akut, kejang, detak jantung tidak teratur , kulit kuning dan mata (kuning), darah rendah berat dan koma. Badai tiroid membutuhkan perawatan darurat segera.

* Tulang rapuh.

Jika hipertiroidisme tidak diobati maka ini juga dapat menyebabkan tulang lemah dan rapuh (osteoporosis). Kekuatan tulang akan bergantung pada sebagian jumlah kalsium dan mineral lainnya yang dikandungnya. Hormon tiroid akan mengganggu kemampuan tubuh untuk menggabungkan kalsium ke tulang.

Lalu Pengobatan Seperti Apa Yang Harus Dilakukan?

Dengan perawatan yang tepat, kalian akan dapat meminimalkan efek dari penyakit graves ini. Tujuan terapi ini adalah untuk mengontrol over produksi hormon tiroid (hipertiroidisme).

Ada tiga pilihan pengobatan untuk penyakit graves ini. Dokter atau Ahli endokrinologi akan merekomendasikan pengobatan terbaik untuk kalian yang mengalami kasus penyakit graves.

* Obat-obat antitiroid

Obat ini akan membantu mencegah memproduksi hormon tiroid yang berlebihan. Methimazole dan propylthiouracil (PTU) adalah obat generik yang dapat mencegah kemampuan kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon. Sangat efektif menghilangkan gejala dalam beberapa minggu, hipertiroidisme dapat dihentikan dengan obat ini.

Kemungkinan efek samping yang mungkin akan terjadi adalah terjadinya alergi terhadap obat-obatan jenis ini, seperti ruam kulit, gatal dan gatal-gatal. Efek samping lain umum yang biasanya bersifat sementara termasuk mual, muntah, sakit maag, sakit kepala, nyeri sendi atau otot dan hilangnya indra perasa.

Pastikan untuk meminta dokter untuk menjelaskan efek samping yang serius. Kalian mungkin akan mengalaminya, jadi kalian juga harus tahu cara mengatasinya.

Salah satu efek samping yang serius dengan obat-obat antitiroid adalah agranulositosis, yang dapat menyebabkan kalian tidak memiliki cukup sel darah putih. Sudah jelas ini akan membuat kalian menjadi lebih rentan terhadap infeksi agranulositosis yang langka.

Namun, jika kalian telah mengembangkan sebuah demam atau sakit tenggorokan ketika mengkomsumsi obat-obat antitiroid, pastikan untuk segera menelpon dokter.

Jika kalian memiliki hipertiroidisme pada saat hamil, dokter akan sangat hati-hati dalam memantau kadar hormon tiroid dan menyesuaikan obat sehingga ibu dan bayi akan tetap sehat. Dalam masa kehamilan PTU akan lebih sering digunakan daripada methimazole.

* Radioaktif yodium (RAI)

Beberapa dokter kebanyakan mendukung yodium radioaktif karena obat-obat antitiroid tidak berefek jangka panjang. Untuk hipertiroidisme dan komplikasi bedah (bedah adalah pilihan pengobatan ketiga dan ini akan mimin jelaskan dibawah ini). RAI diberikan dalam kapsul atau juga dapat berbasis air. Mungkin butuh waktu berbulan-bulan agar pengobatan ini bisa menjadi efektif.

Yodium radioaktif bekerja dengan menghancurkan sel-sel jaringan tiroid, sehingga dapat mengurangi kadar hormon tiroid. Namun, ada perdebatan mengenai apakah dosis tetap atau secara individual dapat menjadi dosis yang terbaik.

Tujuan dari pengobatan RAI adalah untuk meninggalkan jaringan tiroid dan membuat hormon yang sehat menjadi seimbang, hasilnya banyak pasien yang telah mengembangkan hipotiroidisme. Hipotiroidisme (ketika tubuh menghasilkan hormon tiroid yang cukup) ini akan menjadi jauh lebih mudah untuk diobati.

Yodium radioaktif tidak dianjurkan jika kalian sedang hamil atau jika kalian berencana untuk menjadi hamil dalam waktu 6 hingga 9 bulan.

* Operasi

Beberapa pasien mungkin memerlukan operasi untuk berbagai alasan. Sebagai contoh, beberapa orang mungkin tidak bisa menggunakan obat antitiroid atau RAI dan kadang-kadang pengobatan ini tidak akan berhasil. Selain itu, jika kalian sedang hamil dan PTU (obat antitiroid) tidak bekerja, dokter mungkin merekomendasikan operasi.

Dalam kasus lain, gondok mungkin memerlukan operasi untuk pengangkatan.

Jika operasi merupakan pilihan pengobatan terbaik, maka dokter akan menjelaskan kepadamu mengapa dia merekomendasikan operasi, serta keuntungan dan komplikasi yang mungkin akan terjadi.

Kaliam akan ditangani oleh seorang dokter ahli bedah dan biasanya seorang ahli bedah pada bidang endokrin atau telinga, hidung dan tenggorokan untuk melakukan operasi pengangkatan tiroid.

Operasi dilakukan di bawah anestesi umum. Operasi mungkin memakan waktu beberapa jam. Ahli bedah akan menghilangkan sebagian atau seluruh tiroid melalui sayatan kecil yang dibuat di depan leher.

Dokter bedah akan mendiskusikan rincian operasi termasuk menjelaskan risiko dan manfaatnya. Komplikasi yang mungkin terjadi setelah operasi termasuk infeksi, perdarahan, obstruksi, suara serak dan tingkat kalsium yang menjadi rendah.

Biasanya penghapusan tiroid secara total akan lebih efektif dalam menghasilkan hipertiroidisme pada kebanyakan pasien. Oleh karena itu, jika kalian menjalani operasi pengangkatan tiroid total, maka kalian perlu untuk mengambil penggantian hormon tiroid setiap hari. Endokrinologi atau dokter yang merawat kalian akan menentukan dosis yang benar dan memantau efektivitas satu atau lebih kali per tahun darah pada tubuh.

Nah, itulah guys penjelasan tentang penyakit graves yang bisa menyebabkan pembengkakkan pada mata. Semoga dengan adanya artikel ini kalian lebih dapat mencegah penyakit ini.