info

Memiliki Rasa Yang Khas dan Gurih, Ternyata Ceker Ayam Memiliki Bahaya Tersembunyi

Pasti Anda semua sudah sangat familiar dengan salah satu bahan olahan yang diperoleh dari unggas yang satu ini. Ya, ceker ayam merupakan salah satu bagian dari ayam yang saat ini sedang naik daun dan menjadi tren tersendiri dikalangan banyak orang karena banyak diolah menjadi hidangan yang nikmat. Ceker ayam mungkin bukan jenis menu yang terkesan berkelas.

Tak sedikit juga yang melihatnya sedikit jijik mengingat bagaimana lingkungan ekosistem ayam ketika hidup. Tetapi disisi lain ceker ayam juga menjadi favorit banyak orang karena rasa gurihnya yang khas. Ditambah sejak dulu banyak orang berkeyakinan bahwa ceker ayam merupakan bagian ayam yang sehat dan mengandung banyak nutrisi.

Ceker ayam biasanya dimasukkan ke dalam sup, ayam kecap, dibuat masakan pedas dan lain sebagainya. Beberapa dari Anda mungkin sangat menyukainya, namun beberapa yang lain juga ada yang tidak menyukainya. Beberapa mitos mengatakan bahwa ceker ayam baik dikonsumsi oleh anak kecil agar larinya kencang.

Tak heran jika banyak orangtua yang memberi makan anaknya dengan ceker ayam. Namun berlawanan dengan itu, sejumlah rumot tersebar yang mengatakan bahwa ceker ayam merupakan salah satu makanan yang bisa memicu terjadinya kanker, termasuk kanker payudara dan kanker endometrium.

Manakah yang benar? Sejauh mana sebenarnya manfaat kesehatan dari ceker ayam? Dan apakah benar mengonsumsi ceker ayam juga berbahaya untuk kesehatan? Apakah ada cara tepat dalam mengolah ceker ayam sehingga lebih sehat untuk Anda konsumsi?

Sehatkah Mengkonsumsi Ceker Ayam?

Ceker ayam mengandung tulang, kulit, tendon dan tidak ada otot. Sehingga Anda tidak menemukan daging saat makan ceker ayam dan hanya bisa memakan kulit dan tendon serta sumsum dalam tulang ayam. Namun kebanyakan orang hanya memakan kulit dan tendonnya saja, sedangkan tulang ayam yang kaya akan nutrisi justru dibuang.

Padahal di dalam tulang ayam terdapat banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Mungkin sulit untuk mendapatkan sumsum tulang ini sehingga Anda membuangnya dan tidak memakannya. Tapi, sebenarnya Anda bisa memasaknya dengan membuatnya menjadi kaldu. Sehingga nutrisi dalam tulang ceker ayam lebih mudah Anda dapatkan.

Kaldu tulang dapat dibuat dengan cara merebus tulang ayam beberapa jam sampai nutrisi yang ada dalam tulang terlepas dalam air kaldu. Anda bisa menambahkan kaldu tulang ini dalam sup ayam, yang biasanya disukai oleh anak-anak.

Apa Saja Manfaatnya?

Salah satu hal yang dapat menyebabkan ceker ayam menjadi sangat digemari adalah karena memiliki banyak sekali kandungan gizi yang bermanfaat. Sudah banyak penilitian yang mengungkapkan bahwa ceker ayam memiliki banyak sekali manfaat, hampir sama manfaatnya dengan mengkonsumsi daging ayam itu sendiri. Berikut ini adalah sejumlah manfaat kesehatan ceker ayam yang bisa Anda dapatkan dengan mengkonsumsi ceker ayam dalam sejumlah macam sajian:

  • Sebagai Sumber Kalogen

Kandungan kolagen dalam ceker ayam tergolong sangat tinggi menurut sumber The Faculty ofVeterinary Science Chung Hsing University in Taiwan. Kandungan kolagennya bahkan dikatakan lebih baik dari rata-rata kandungan kolagen dalam buah dan sayuran, sehingga memberi manfaat lebih bagi kesehatan kulit dan regenerasi sel secara general.

Mereka yang dalam tubuhnya menyimpan cukup kolagen akan memiliki kulit yang lebih sehat dan elastis. Bahkan kulit yang ternutrisi dengan kolagen yang cukup juga akan memiliki permukaan yang lebih halus dan bebas dari kerutan serta noda gelap.

Manfaat kolagen bukan hanya berada pada seputaran kesehatan regenerasi sel dan kulit, tetapi juga membantu menjaga elastisitas dan kesehatan pembuluh darah. Kolagen juga baik dalam membantu proses penyerapan kalsium dan protein tertentu dalam tubuh. Selain juga dikatakan kolagen akan baik pula untuk mendorong pembakaran lemak.

  • Menjaga Kesehatan Kuku dan Rambut

Rupanya manfaat ceker ayam bukan hanya bekerja pada kulit, tetapi juga pada kuku dan rambut. Tubuh membutuhkan sejumlah komponen protein seperti glysine, hydroxipoline dan proline dan cartilage, juga komponen kalsium dan fosfor untuk melangsungkan fungsi regenerasi sel tanduk pada kuku dan rambut. Sedang tubuh juga membutuhkan kolagen untuk menjaga kekuatan struktut dalam rambut dan kuku.

Semua komponen tersebut bisa Anda temukan dalam ceker ayam, sehingga mereka yang sering mengonsumsi ceker ayam sehari-hari akan cenderung memiliki struktur rambut dan kuku yang juga sehat dan kuat.

  • Menjaga Keseimbangan Hormonal

Salah satu kunci dari keseimbangan hormonal adalah cukupnya kadar zink dalam tubuh. Dan kabar baiknya ceker ayam mengandung kadar zink yang mampu memenuhi setidaknya 1/3 kebutuhan tubuh dalam setiap porsinya.

Lemak baik dalam ceker ayam juga membantu meningkatkan kinerja kelenjar-kelenjar dalam tubuh karena sejumlah kelenjar dalam tubuh bekerja dengan bantuan peran lemak sehat dalam tubuh. Kesehatan sistem pembuluh darah karena efek kolagen juga berperan membantu menjaga suplai sel darah menuju sejumlah titik pusat kendali hormonal termasuk pada sistem saraf pusat di dalam otak dan pada sejumlah kelenjar di seluruh tubuh.

  • Mencegah Terjadinya OsteoporosisĀ 

Tanpa disadari ceker ayam banyak mengandung protein yang membantu merawat kulit, otot, tulang dan kolagen. Kolagen adalah sejenis protein jaringan ikat yang liat dan bening berwarna kekuning-kuningan. Jika terkena panas, kolagen akan mencair jadi agak kental seperti lem.

Susunan utama pada ceker ayam adalah asam amino, yaitu komponen dasar protein. Dalam asam amino sendiri terdapat glisin-prolin, hidroksiprolin-agrinis-glisin. Ceker ayam juga mengandung zat kapur dan sejumlah mineral. Kalsium memang mempunyai andil besar membangun dan mempertahankan kekuatan tulang, termasuk membantu mengatur detak jantung, pertumbuhan otot dan mencegah pengumpatan darah.

Di Cina, ceker ayam sering menjadi bahan tambahan untuk menu sup mereka karena memang dipercaya bahwa dengan menyantapnya bakal awet muda. Selain itu, para ahli bela diri di sana juga memakan ceker ayam dengan teratur karena pergerakan mereka bisa menjadi lebih lancar.

  • Menjaga Kesehatan Gusi dan Mulut

Gigi sendiri adalah bentuk lain dari zat tanduk yang terbentuk dalam tubuh. Karenanya komponen kalsium, fosfor, dan komponen kolagen juga diperlukan dalam membantu gigi tetap dalam komposisi yang tepat. Ini sebabnya mengonsumsi kaldu yang terbuat dari rebusan ceker ayam pada anak-anak sangat baik untuk membantu proses pembentukan dan pertumbuhan tulang dan gigi mereka.

Bukan hanya gigi, sebagaimana pada usus, pembuluh darah dan kulit, gusi juga merupakan bagian dalam tubuh yang membutuhkan banyak kolagen dalam proses regenerasinya. Sehingga mendapatkan asupan kolagen dalam kadar cukup akan membantu menjaga kesehatan gusi, melindungi kerusakan pembuluh darah tepi pada area gigi yang membuatnya mudah mengalami perdarahan dan membantu mempercepat kerusakan pada dinding gusi karena infeksi jamur dan bakteri.

Bahaya Memakan Ceker Ayam Secara Berlebihan

Dikatakan ceker ayam sebagai salah satu makanan murah meriah yang bernutrisi dan baik untuk kesehatan tubuh Anda. Tapi ternyata sejumlah suara bermunculan soal ceker ayam yang bisa memicu terjadinya kanker payudara dan kanker endometrium. Apakah benar demikian?

Menurut nationalgeographic.co.id, pada dasarnya kanker payudara dan kanker endometrium terjadi akibat tingginya kadar estrogen dalam tubuh yang berlangsung dalam jangka panjang. Tubuh yang mengalami kenaikan kadar hormon estrogen terus menerus bisa menjadi rentan membentuk sel-sel abnormal dalam sejumlah bagian tubuh terutama pada dinding rahim dan pada jaringan payudara.

Pada dasarnya, masalah estrogen bisa dikaitkan dengan lemak tidak sehat dan kolesterol atau LDL. Dan faktanya memang dalam ceker terkandung kolesterol yang meski sebagian dalam formula HDL tetapi sejumlah bagian juga merupakan LDL. Namun sebenarnya kadarnya tak sepenuhnya perlu dikhawatirkan.

Dan kontradiksi lain justru datang dari pandangan bahwa ceker ayam menjadi salah satu bagian ayam yang banyak mendapatkan susupan senyawa dalam suntikan hormonal yang mendorong ayam ternak tumbuh dengan agresif. Dikhawatirkan suntikan hormonal ini mengganggu keseimbangan hormonal dalam tubuh manusia.

Sejauh ini riset mengenai kaitan ceker ayam dan suntikan hormonal ini memang belum terlalu didalami. Belum ada bukti klinis yang memadai mengenai pengungkapan ini. Klaim terkuat mengenai bahaya dari ceker ayam bersumber dari pengungkapan seorang dokter asal Cina yang menyatakan bahwa kebiasaan makan camilan ceker dan sayap ayam yang sebelumnya ketika hidup mendapatkan suntikan hormonal dan antibiotik tertentu bisa menyebabkan peningkatan resiko kanker payudara dan kanker endometrium. Sebagaimana dijelaskan dalam missnews.net .

Ini semacam dua sisi mata uang karena di satu sisi kandungan zink dalam ceker ayam memang terbukti cukup tinggi dan diketahui zink akan bekerja dalam menyeimbangkan kadar hormonal. Rupanya kolagen sendiri bekerja dengan dua sisi berlawanan terhadap kanker.

Sebagaimana dijelaskan dalam Tumour Biology tahun 2014 dengan tajuk Collagen as a double-edged sword in tumor progression mengatakan bahwa kolagen dapat bekerja melindungi fungsi regenerasi sel sehingga mencegah pembentukan sel kanker tetapi juga akan mempercepat pertumbuhan sel kanker ketika sel kanker sudah terlanjur tumbuh. Pada dasarnya berlebihan dengan kolagen cenderung meningkatkan resiko pertumbuhan sejumlah jenis sel kanker.

Jadi bagaimana cara tepat mengonsumsi ceker ayam? Ceker ayam sudah mengandung cukup banyak lemak dan kolesterol, jadi mengonsumsinya dalam bentuk sajian gorengan bisa jadi akan memperburuk kadar kolesterol dalam ceker ayam. Sajian rebus, kukus atau tumis akan lebih sehat ketimbang goreng dalam rendaman minyak (deep fry).

Untuk wanita di atas usia 30 tahun sebaiknya memang mengonsumsi ceker ayam dalam jumlah moderat. Berlebihan dengan ceker ayam dikhawatirkan akan mendorong peningkatan berlebihan kadar kolagen dalam tubuh. Sementara itu justru anak-anak akan disarankan mengonsumsi ceker ayam beberapa kali dalam satu pekan untuk membantu mensuplai lemak dalam tubuhnya.

Tips Mengurangi Bahaya Ceker

Namun demikian, bahaya makan ceker ayam tersebut bisa kita kurangi. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengurangi efek bahaya makan ceker ayam :

  • Hindari makan ceker ayam yang terlalu gemuk, karena kemungkinan memiliki kandungan hormon dan zat kimia yang tinggi
  • Pilih ayam dari peternakan yang menggunakan metode penggemukan tradisional tanpa penyuntikan
  • Konsumsi ayam kampung atau ayam pejantan, yang memiliki bobot tubuh lebih kecil dibandingkan ayam potong biasa
  • Olah ceker ayam dengan baik dan juga benar, ada baiknya membeli dan mengolah sendiri ceker ayam Anda
  • Apabila ingin makan ceker ayam di restoan atau rumah makan tertentu, pastikan pengolahan dari ceker ayam tersebut baik adanya dan pastikan juga Anda yakin dengan kebersihan restoran tersebut.
  • Usahakan jangan telalu sering mengkonsumsi ceker ayam yang gemuk secara berlebihan. Apabila ingin makan banyak ceker ayam, makanlah ceker ayam yang kecil, seperti ayam kampung dan juga ayam pejantan.

Nah, itulah beberapa bahan makan ceker ayam yang ternyata dapat membahayakan diri kita sendiri. Berhatiā€“hatilah dalam memilih makanan dan selalu terapkan gaya hidup sehat agar tubuh kita pun ikut menjadi sehat dan terhindar dari bermacam-macam penyakit berbahaya.