blog

Sering Mimisan? Inilah Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Mimisan

Pernakah kalian melihat seseorang mengeluarkan darah dari hidung? Biasanya kondisi seperti ini dinamakan dengan mimisan. Terkadang jika melihat keadaaan seperti ini orang akan menjadi panik sendiri. Ini dikarenakan mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menghentikan pendarahan tersebut. Nah, agar kalian gak panik ketika terjadi kejadian seperti ini maka kalian harus mengenal tentang penyakit yang satu ini.

Apa Itu Mimisan?

Mimisan adalah istilah yang dikenal secara medis sebagai epistaksis atau pendarahan hidung. Epistaksis adalah kondisi yang ditandai dengan keluarnya darah melalui lubang hidung. Kondisi ini relatif umum terjadi sehubungan dengan lokasi hidung yang berada di tengah-tengah wajah serta banyaknya jumlah pembuluh darah yang ditemukan pada hidung. Mimisan jarang menandakan sesuatu, tetapi dalam kasus tertentu, jika dibiarkan dapat mengancam hidup seseorang.

Apa yang dapat menyebabkan mimisan?

 

Biasanya mimisan memang akan terjadi secara spontan, tapi ada juga beberapa hal yang dapat memicu terjadinya mimisan. Misalnya seperti:

-Membuang ingus terlalu keras

 

Ketika kalian sedang terkena flu atau sedang tidak enak badan, biasanya tubuh akan merespon dengan bersin dan mengeluarkan ingus. Ingus yang muncul di hidung wajib dikeluarkan, namun terkadang beberapa orang membuang ingus terlalu keras dan membuat bagian dalam hidung terluka sehingga dapat menimbulkan mimisan.

-Terlalu dalam mengorek hidung

 

Kebiasaan mengorek hidung atau yang biasa dikenal dengan istilah mengupil ini sepertinya memang sudah menjadi kebiasaan bahkan hal wajib bagi sebagian orang. Namun demikian, tetap saja ada hal yang perlu diperhatikan, karena kegiatan ini dapat berbahaya bagi hidung. Ini dikarenakan akan berpotensi menimbulkan gejala mimisan apabila terlalu dalam mengorek hidung kalian terutama ketka secara tidak sengaja melukai bagian dalam hidung.

-Perubahan tekanan udara

Ini merupakan salah satu faktor alam yang juga berperan dalam menimbulkan gejala – gejala timbulnya mimisan. Perubahan tekanan udara dapat menimbulkan terjadinya mimisan. Biasanya perubahan tekanan udara ini muncul pada 2 kondisi, yaitu :

*Udara yang terlalu panas
*Udara yang terlalu dingin

Kedua kondisi tekanan udara diatas dapat menyebabkan terjadinya pecahnya pembuluh darah terutama pada bagian hidung dan pada akhirnya ini dapat menyebabkan mimisan.

-Penggunaan jenis obat – obatan

 

Mimisan juga dapat terjadi karena efek atau pengaruh dari penggunaan obat – obatan tertentu. jenis obat – obatan ini dapat membuat pendarahan pada bagian hidung karena kandungan kimianya. Berikut ini adalah beberapa jenis obat – obatan yang berpotensi menimbulkan gejala mimisan:

*Aspirin
*Antikoagulan
*Inhaler yang digunakan secara berlebihan
*Alergi

Pada beberapa kasus, mimisan juga dapat terjadi karena seseorang mengalami alergi terhadap polutan dan allergen yang ada di udara. Polutan dan allergen yang ada di udara ini terhirup masuk ke dalam tubuh melalui hidung secara tidak sengaja dan beberapa polutan atau allergen akan dapat menimbulkan alergi, terutama bagi orang yang sensitive hidungnya. Berikut ini beberapa jenis allergen dan polutan yang dapat menyebabkan mimisan :

*Debu dan pasir
*Asap kendaraan bermotor
*Asap rokok
*Bau yang menyengat, seperti bau durian dan bau sampah
*Kapuk atau bulu, terutama pada bantal dan guling

-Iritasi akibat senyawa kimia

Selain akibat allergen dan polutan di udara, mimisan juga dapat terjadi karena adanya iritasi pada bagian rongga dan pangkal hidung yang disebabkan oleh adanya senyawa atau bahan kimia yang masuk ke dalam hidung. Beberapa bahan kimia dapat menimbulkan reaksi gatal dan pendarahan pada bagian hidung apabila terhirup. Untuk menghindari hal ini, maka disarankan untk :

*Wajib menggunakan masker ketika harus bekerja dengan banyak senyawa dan zat kimia
*Sebisa mungkin menghindari peralatan yang dapat menghasilkan atau menimbulkan senyawa kimia.

-Penggunaan NAPZA

Narkotika dan obat – obatan terlarang alias narkoba, terutama jenis narkoba yang dihirup masuk ke dalam tubuh juga dapat menimbulkan iritasi dan mimisan pada hidung. Salah satu jenis narkoba yang paling umum adalah jenis kokain.

-Muncul tumor pada rongga hidung

 

Tumor ini merupakan suatu pertumbuhan benjolan yang tidak normal, yang dalam hal ini muncul dan tumbuh pada bagian rongga hidung. Ketika tumor akan tumbuh menjadi semakin membesar, maka tumor tersebut dapat menyebabkan beberapa hal, antara lain :

*Menutup saluran pernapasan
*Menekan pembuluh darah hingga pecah
*Adanya suatu kelainan pada sistem pembekuan darah

Beberapa orang biasanya memiliki kondisi yang berbeda dari kondisi orang normal pada umumnya. Apabila pada umumnya luka yang dialami oleh seseorang dapat menjadi kering dan sembuh dalam waktu singkat, maka bisa jadi mereka menderita hemophilia (kelainan dalam sistem pembekuan darah) akan sulit dalam melakukan proses tersebut. Salah satu gejala utama dari hemophilia adalah terjadinya pendarahan pada bagian – bagian tubuh, salah satunya adalah pada bagian hidung (mimisan).

-Gejala psikosomatis

 

Gejala psikosomatis merupakan salah satu gejala – gejala fisiologis yang disebabkan oleh faktor psikologis. Faktor psikologis yang biasanya sering menyebabkan terjadinya gangguan psikosomatis antara lain :

*Perasaan tertekan
*Stres
*Depresi
*Kecemasan akan sesuatu
*Takut
*Phobia

Beberapa kondisi psikologis diatas juga telah terbukti memiliki dampak terhadap kondisi kesehatan dan kondisi fisik seseorang, salah satunya adalah dengan kondisi tubuh terutama hidung yang akan mengalami mimisan.

Jenis Dari Mimisan

Memang semua orang yang mengalami mimisan itu pasti selalu mengluarkan darah dari hidung. Namun

– Mimisan anterior

Mimisan anterior terjadi jika pendarahan berasal dari nasal septum bagian bawah. Nasal septum adalah dinding yang memisahkan rongga hidung kiri dan kanan. Bagian dalam hidung ini memiliki banyak pembuluh darah yang halus dan menerima darah dari arteri karotis, dua arteri utama di depan leher yang memasok darah ke kepala dan leher.

Sedikit ketukan atau benturan akan langsung menyebabkan pembuluh darah pecah dan mengeluarkan darah. Jenis mimisan ini bisa dengan mudah diobati di rumah dan biasnya mimisan jenis ini lebih sering terjadi pada anak-anak.

-Mimisan posterior

Mimisan posterior dapat terjadi ketika pendarahan berasal dari bagian yang terletak jauh di belakang dan bagian hidung yang lebih tinggi, tempat cabang arteri memasok darah ke hidung. Untuk itu, pendarahan pada jenis mimisan ini biasanya lebih berat. Mimisan posterior biasanya lebih parah dan serius dibanding anterior dan ini akan sangat membutuhkan perawatan medis yang serius. Biasanya jenis mimisan ini terjadi pada orang dewasa.

Seperti Apa Gejala Mimisan Yang Harus Diwaspadai?

Bagi sebagian keadaan mungkin mimisan bukanlah hal yang berbahaya, Akan tetapi, jika gejala mimisan yang ditimbulkan seperti dibawah ini maka kalian perlu mewaspadainya.

*Mimisan yang berlangsung lebih dari 30 menit. Jika kalian mengalaminya, maka sebaiknya segeralah untuk ke rumah sakit.
*Mimisan yang terjadi pada anak-anak berusia di bawah 2 tahun.
*Mimisan dengan volume darah yang banyak.
*Mimisan yang terjadi setelah operasi di daerah hidung atau sinus.
*Sering mimisan dalam waktu singkat.
*Detak jantung yang tidak beraturan.
*Kesulitan bernapas.
*Pada saat sedang mengonsumsi obat pengencer darah seperti aspirin atau warfarin.
*Muntah darah karena menelan banyak darah.
*Demam atau mengalami ruam.
Mimisan yang terjadi setelah kalian mengalami cedera.
*Kulit berubah pucat.
*Mimisan yang disertai pendarahan dari bagian lain tubuh, misalnya pada urine.

Bagaimana Cara Dalam Menghentikan Mimisan?

Nah, bagi kalian yang melihat seseorang mengalami mimisan, kalian tidak perlu panik. Yang harus kalian lakukan adalah:

Dudukkan pasien. Minta ia untuk menundukkan kepala (bukan menengadah) sehingga darah bisa kering. Gunakan sarung tangan sekali pakai untuk melindungi diri sendiri dan pasien.

Pencet hidung. Minta pasien untuk bernapas melalui mulut dan pencet bagian lunak dari hidung untuk mengurangi aliran darah. Beri wadah atau mangkuk agar ia bisa membuang darahnya. Menelan darah bisa menyebabkan sakit. Minta ia untuk tidak menelan, menghirup atau batuk, agar bekuan darah yang mulai terbentuk tidak rusak.

Periksa hidungnya. Setelah 10 menit lepaskan tekanan dan periksa hidung. Jika masih ada perdarahan, pencet lagi hidung sekitar 10 menit lagi.

Beri kompres es. Beri pasien es batu atau kompres dingin di bagian hidung untuk mengurangi aliran darah.

Periksa hidung lagi. Setelah perdarahan berhenti, bersihkan bagian hidung dengan lap basah. Minta pasien untuk tidak meniup atau mengorek hidung sampai 12 jam kemudian.

Adakah Obat Alami Untuk Mengatasi Mimisan?

Selain dari metode dalam menghentikan pendarahan di hidung. Ada beberapa obat alami yang juga dapat menhentikan pendarahan di hidung

– Air garam

Mimisan bisa disebabkan oleh berbagai hal. Beberapa di antaranya adalah udara yang terlalu dingin dan kering. Untuk itu, kalian akan membutuhkan air garam untuk meredakan perdarahan akibat udara dingin dan kering. Air garam akan membantu melembapkan lapisan dalam hidung dan mengurangi iritasi pada selaput hidung. Garam juga ampuh untuk mempersempit aliran pembuluh darah di hidung sehingga perdarahan akan terhenti.

Untuk mengobati mimisan dengan air garam, kalian bisa larutkan garam dalam air hangat. Setelah itu, basahi kapas dengan air garam tersebut. Sambil sedikit mendongakkan kepala kalian, teteskan juga air garam secukupnya dari kapas melalui lubang hidung.

-Kompres es

Siapkan es batu dan bungkus dengan kain lembut. Jangan pernah menempelkan es batu langsung pada hidung karena hal tersebut berisiko menyebabkan kerusakan jaringan. Setelah es batu dibungkus kain, kompres pada bagian luar hidung selama beberapa menit. Seperti air garam, es yang dingin juga mampu menghentikan perdarahan dengan cara menyempitkan pembuluh darah Anda pada bagian hidung.

– Bawang merah

Tak disangka-sangka, bawang merah bisa jadi penyelamat kalian ketika mimisan. Senyawa belerang yang terdapat dalam bawang merah akan mampu membantu pembekuan darah secara alami. Hal ini bisa meredakan perdarahan pada hidung. Selain itu, bawang merah juga kaya akan vitamin C dan zat bioflavonoid yang berfungsi untuk memperkuat pembuluh darah kapiler. Ini tentu berguna untuk menghentikan perdarahan akibat pembuluh darah yang pecah.

Sebagai obat mimisan, kalian hanya perlu menghirup aroma bawang merah. Potong bawang tipis-tipis dan tempelkan irisan bawang di bawah hidung kalian. Hirup aromanya selama beberapa menit untuk meredakan perdarahan.

– Perasan jeruk lemon

Jeruk lemon memiliki segudang khasiat yang baik untuk kesehatan, tak terkecuali untuk hidung yang mimisan. Lemon juga memiliki kadar keasamannya tinggi  yang akan mampu untuk menghentikan perdarahan. Sementara itu, kandungan vitamin C-nya baik untuk memperkuat pembuluh darah yang rusak di dalam hidung Anda. Peras lemon secukupnya dan teteskan satu atau dua tetes perasan lemon ke dalam hidung yang mimisan. Mimisan pun akan berhenti dalam waktu beberapa menit.

– Daun ketumbar

Selain untuk memasak, daun ketumbar ternyata bisa jadi salah satu obat mimisan alami yang aman tapi manjur. Ketumbar dikenal sebagai salah satu bahan yang bisa membantu menghentikan perdarahan dan menyeimbangkan tekanan darah.

Untuk mengatasi mimisan di rumah, lumatkan daun ketumbar dalam blender atau dengan cobek sampai halus. Kemudian oleskan ketumbar yang sudah dihaluskan tersebut pada bagian dalam hidung kalian.

Yah, itulah tadi penjelasan tentang mimisan yang harus kalian tahu. Jadi sekarang kalian akan lebih gampang dalam mengatasi mimisan.