blog

Sperma Dianggap Sebagai Benda Asing Oleh Wanita, Inilah Penyebabnya

Mungkin kita mendengar seseorang yang menderita alergi itu sudah biasa. Ini dikarenakan mungkin alergi yang kita tahu hanyalah alergi pada makanan ataupun alergi lainnya yang masih kita anggap wajar. Namun, apakah kalian tahu kalau ternyata ada suatu alergi yang kalau dipikir-pikir cukup unik sih.

Alergi yang mimin maksudkan disini adalah alergi terhadap sperma. Gimana cukup unik kan guys. Hal yang pertama muncul dalam pikiran mimin ketika mendengar alergi tersebut adalah kalau seseorang menderita alergi sperma bagaimana dia bisa berhubungan intim dan mempunyai keturunan? Nah, itulah yang akan kita bahas dalam pertemuan kali ini. Bagi kalian yang penasaran dan juga pengen tahu yuk kita obok-obok artikelnya.

Pengertian Dari Alergi Sperma

Alergi air mani atau sperma adalah suatu kondisi dengan gejala yang sebenarnya hampir mirip dengan penyakit menular akibat dari bebasnya berhubungan seksual seperti HIV dan AIDS bedanya hanyalah alergi ini tidak menular. Orang yang menderita alergi air mani menderita reaksi alergi ketika mereka mengalami kontak dengan air mani. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai seminal plasma hypersensitivity. Alergi ini dipicu oleh protein yang terkandung di dalam air mani.

Apa Yang Menyebabkan Seseorang Menderita Alergi Sperma?

Pada saat pasangan melakukan hubungan intim, ada beberapa di antara wanita yang dikatakan memiliki alergi terhadap sperma dari sang suami. Biasanya setelah mereka melakukan hubungan badan sang wanita akan merasakan rasa gatal, iritasi (pada bagian vagina) bahkan diantara mereka ada yang sampai merasakan sesak nafas.

Alergi sperma pada wanita bisa terjadi karena adanya cairan antibodi di mulut rahim yang anti pada sperma. Cairan antibodi itu akan menganggap sperma sebagai benda asing, sehingga dia bisa menimbulkan alergi sebagi reaksinya.

 

Pada dasarnya penyebab alergi bukanlah sel sperma melainkan plasma atau cairan pengangkut sperma. Alergi sperma ini juga bisa dipicu sebagai akibat dari abstinence atau tidak berhubungan seks selama beberapa waktu, misalnya selama hamil atau setelah melahirkan. Ketika hubungan seks kembali dimulai alergi bisa muncul begitu saja meski kaliantidak memiliki riwayat alergi sebelumnya.

Setiap individu memiliki gejala yang bervariasi, lamanya pun berbeda-beda, ada yang hanya mengalami selama 20 menit tapi sering juga dijumpai hingga lebih dari sehari.

Meski demikian, belum pernah ditemukan ada wanita yang murni alergi terhadap cairan sperma, apalagi sampai menimbulkan akibat fatal dan membahayakan nyawanya. Jadi, pada prinsipnya segala sesuatu bisa saja menimbulkan alergi. Secara teoritis, yang dikatakan alergi terhadap sperma bisa saja karena tubuh si wanita melawan komponen yang ada di sperma.

Bagaimana Seseorang Bisa Mengetahui Bahwa Ia Memiliki Alergi Sperma?

Kalian dapat mengetahui apakah kalian memiliki alergi sperma atau tidak adalah dengan melalui penyelidikan medis. Beberapa wanita baru menemukan bahwa mereka memiliki alergi sperma ketika mereka pergi untuk melakukan tes kesuburan, setelah mencoba untuk memiliki anak namun selalu tidak berhasil.

Biasanya ketika akan melakukan pemeriksaan, yang pertama akan dilakukan dokter adalah menetapkan setiap penyumbatan di  tuba falopi wanita. Selain itu, dokter akan memeriksa apakah pasanganmu memiliki sperma yang sehat. Aspek lain yang akan dilakukan untuk pemeriksaan adalah untuk mengetahui apakah ada antibodi pada setiap produksi dari sperma. Biasanya antibodi yang berlebihan ini disebut interaksi mukosa spema dan inilah yang menetapkan apakah sperma masih berfungsi di normal ketika mereka berada dalam serviks lendir.

Gejala Seperti Apa Yang Ditimbulkan Dari Alergi Sperma

Seperti yang sudah kita bahas diatas, biasanya wanita yang mengalami alergi sperma akan menunjukkan gejala yang mirip dengan infeksi vagina. Gejala alergi sperma umumnya berupa:

-Rasa terbakar di vagina
-Vagina membengkak
-Warna kemerahan pada kulit yang terkena sperma

Nah, kalau alergj yang seperti ini dibiarkan begitu saja dan terlalu lama maka ini dapat memicu reaksi alergi yang cukup parah seperti anafilaksis. Anafilaksis bisa terjadi pada orang yang memiliki alergi dan terpapar sperma. Reaksi anafilaksis bisa ditandai dengan munculnya gejala berupa pembengkakan yang tidak biasa, gatal-gatal pada kulit. Selain itu, kita bisa juga mengalami penurunan tekanan darah dan kesulitan untuk bernapas yang parah. Bahkan bisa mengancam nyawa.

Apakah Seorang Laki-Laki Juga Bisa Menderita Alergi Sperma?

Mungkin akan terdengar aneh jika seorang bisa menjadi alergi pada spermanya sendiri, tapi itulah kenyataannya bahwa laki-laki juga bisa mengalami alergi sperma. Dalam kasus tersebut, laki-laki dapat membentuk antibodi terhadap sperma-nya sendiri. Hal inilah yang kan menyebabkan sistem reproduksi pria untuk menghancurkan sperma-nya sendiri.

Laki-laki dapat mengembangkan antibodi terhadap sperma, ketika mereka datang ke dalam kontak dengan darah mereka, biasanya setelah masa vasektomi ( prosedur mensterilkan  yang melibatkan pemotongan dan pengikatan pada penis).

Contoh lain adalah ketika ada torsi testis (pembengkakan pada testis), infeksi atau trauma. Karena sperma dan darah biasanya tidak tercampu, akibatnya darah akan bereaksi menjadi alergi terhadap sperma.

Orang-orang yang menjalani reverse vasectomies dengan harapan menjadi ayah dari anak-anak, mungkin akan berakhir dengan mengembangkan reaksi alergi terhadap sperma mereka sendiri.

Yah, itulah tadi sedikit penjelasan tentang alergi sperma yang bisa menambah pengetahuan kalian. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kalian, sampai jumpa dilain pertemuan?