info

Terdapat Benjolan Kecil Pada Bibir Vagina? Bisa Jadi Anda Mengidap Kista Bartholin

Kista Bartholin? Ya, mungkin istilah ini terdengar baru di telinga para wanita, padahal nyatanya penyakit ini tergolong cukup banyak dijumpai pada 2% dari populasi wanita muda usia 20-30 tahun yang sudah aktif seksual. Penyakit kista merupakan tumor jinak yang akan berkembang menjadi kanker jika dibiarkan dan tidak segera ditangani.

Salah satu jenis kista yang paling umum menyerang wanita adalah kista bartholin. Penyakit kista ini biasanya banyak dialami oleh wanita pada masa produktif yaitu usia 20 sampai 30 tahun. Kelenjar bartholin bermuara di kedua sisi bibir vagina. Kelenjar bartholin ini sangat rentan terhadap infeksi karena bentuknya sempit dan pendek.

Kista Bartholin dan abses Bartholin merupakan masalah umum pada wanita usia reproduksi. Kelenjar Bartholin terletak bilateral di posterior introitus dan bermuara dalam vestibulum pada posisi arah jam 4 dan 8. Kelenjar ini biasanya berukuran sebesar kacang dan tidak teraba kecuali pada keadaan penyakit atau infeksi. Pada masa pubertas, kelenjar ini mulai berfungsi memberikan kelembaban bagi vestibulum.

Di Amerika Serikat, incidensnya adalah sekitar 2% dari wanita usia reproduksi akan mengalami pembengkakan pada salah satu atau kedua kelenjar Bartholin. Penyakit yang menyerang kelenjar Bartholin biasanya terjadi pada wanita antara usia 20 dan 30 tahun. Pembesaran kelenjar Bartholin pada pasien yang berusia lebih dari 40 tahun jarang ditemukan dan perlu dikonsultasikan pada gynecologist untuk dilakukan biopsi.

Penyakit kista bartholin disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang ditularkan melalui proses kontak kelamin. Bakteri jenis ini sangat menyukai area yang lembab seperti pada bagian anus, urethra dan cervix. Pada kondisi yang lebih parah, infeksi bakteri ini bisa menyebar ke bagian tuba fallopi dan uterus (rahim) sehingga beresiko mengakibatkan kemandulan.

Apa Itu Kista Bartholin?

Kelenjar Bartholin adalah sepasang kelenjar sebesar kacang yang terletak di lubang vagina, tepatnya di antara labia minora dan selaput dara (sekitar arah jarum jam 5 dan 7). Ketika tidak membengkak atau terinfeksi, kelenjar Bartholin tidak dapat diraba dan dilihat dengan mata telanjang. Kelenjar ini mengeluarkan cairan untuk melumasi selama berhubungan seksual. Cairan tersebut dilepaskan melalui saluran Bartholin.

Kista Bartholin muncul apabila saluran Bartholin tersumbat. Kondisi ini membuat cairan naik kembali dan menumpuk di dalam kelenjar Bartholin. Kelenjar yang membengkak jarang menjadi penyebab kekhawatiran, karena tidak menimbulkan gejala yang menakutkan.

Kista kerap sembuh dengan sendirinya. Bisa juga ditangani dengan perawatan rumahan, seperti mandi air hangat selama lima hari. Namun kista Bartholin yang terinfeksi dapat memicu pertumbuhan abses. Akibatnya pasien akan mengalami nyeri, vulva membengkak, kedinginan dan demam. Abses Bartholin dapat diobati melalui prosedur drainase, minum antibiotik dan pada beberapa kasus prosedur bedah sederhana untuk membuat saluran Bartholin tetap terbuka.

Kelenjar bartholin merupakan dua organ kecil di bawah kulit pada area genital wanita. Kelenjar ini berlokasi di masing-masing sisi liang vagina. Kebanyakan dari anda tidak bisa merasakan atau melihat kelenjar ini. Kelenjar bartholin berfungsi untuk menghasilkan cairan yang membantu melubrikasi (melumasi) vagina.

Terkadang saluran kelenjar bartholin mengalami obstruksi atau penyumbatan sehingga cairan yang harusnya dikeluarkan, akan kembali lagi ke dalam kelenjar. Hal ini menyebabkan pembengkakan yang disebut sebagai kista bartholin. Ukuran kista bervariasi mulai dari seukuran biji hingga sebesar kelereng yang besar. Biasanya kista ini tumbuh dengan lambat.

Jika cairan dalam kista bartholin terinfeksi oleh bakteri, maka timbullah rasa nyeri dan peradangan dan terbentuk nanah. Jika nanah tetap tertahan di sana, maka disebut abses kelenjar bartholin.

Penyebab

Cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar Bartholin mengalir melewati saluran langsung menuju vagina. Saluran yang tersumbat akan menampung kelebihan cairan kemudian berkembang menjadi kista. Kista Bartholin dapat makin membesar setelah berhubungan seksual karena penambahan cairan yang diproduksi kelenjar Bartholin saat terjadi hubungan seksual.

Penyumbatan kelenjar Bartholin disebabkan oleh beberapa faktor, seperti infeksi bakteri, iritasi jangka panjang atau peradangan. Infeksi kista Bartholin dapat disebabkan oleh bakteri penyebab infeksi menular seksual (IMS), yaitu bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menyebabkan penyakit gonore atau kencing nanah dan bakteri Chlamydia trachomatis yang menyebabkan penyakit Chlamydia. Bakteri lainnya adalah Escherichia coli atau E. coli yang sering menjadi penyebab diare dan keracunan makanan.

Gejala

Pada dasarnya kista ini diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu peradangan ataupun trauma yang pada akhirnya menyebabkan adanya dilatasi kistik dukus. Sebenarnya kista jenis ini tidak berbahaya dan tidak membutuhkan penanganan khusus. Gejala yang akan dirasakan yaitu rasa sakit pada waktu berjalan dan kesulitan ketika duduk. Terkadang kista bartholin tidak menunjukan keluhan, namun kista tersebut akan menimbulkan kesulitan pada waktu berhubungan intim.

Jika kista terinfeksi maka akan berkembang menjadi abses bartholin sengan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Adanya pembengkakan pada vulva selama 2-4 hari
  • Nyeri saat berjalan, duduk dan berhubungan intim
  • Pada beberapa kasus tidak disertai demam, terkecuali jika infeksi tersebut ditularkan melalui hubungan intim
  • Biasanya terdapat secret pada vagina.

Diagnosis

Anda bisa menemukan sendiri kista bartholin atau dokter yang mengetahuinya selama pemeriksaan fisik. Jika kista tidak menyebabkan gejala maka seringkali pasien tidak akan mengetahui adanya kista dengan sendirinya.

Abses pada kista bartholin bisa didiagnosis berdasarkan tanda infeksi misalnya bengkak, demam dan nyeri di bagian vulva. Pada kista yang terinfeksi maka dokter akan mengambil sampel dari area tersebut untuk memeriksa adanya kemungkinan infeksi menular seksual. Jika ada infeksi menular seksual maka penyakit ini harus diobati bersamaan dengan mengobati abses.

Pada beberapa kasus, terutama jika anda sudah berusia lebih dari 40 tahun atau sudah menopause, dokter akan menyarakan untuk mengambil kista untuk meyakinkan bahwa benjolan ini bukan karena kanker atau masalah lainnya. Dokter akan menyarankan dilakukannya tindakan biopsi pada massa yang ditemukan di vagina untuk menyingkirkan kemungkinan adanya penyebab atau masalah lain yang mendasarinya.

Apakah kista bartholin bisa dicegah? Tidak ada cara spesifik untuk mencegah kista bartholin. Namun demikian, praktik ‘hubungan’ yang aman, penggunaan kondom, dan kebersihan yang baik akan membantu mencegah infeksi. Dan apabila memiliki infeksi menular seksual, maka harus segera diobati.

Apa komplikasi dan bahayanya? Jika abses Bartholin memburuk dan tidak diobati, infeksi bisa menyebar ke organ-organ lain dalam tubuh. Infeksi dapat memasuki aliran darah, suatu kondisi yang disebut septikemia. Kondisi ini berbahaya karena infeksi dapat menyebar seluruh tubuh. Jika anda mengalami demam lebih dari 38 derajat, penting untuk mencari bantuan medis. Anda juga harus mencari bantuan medis jika kisa bartholin pecah tiba-tiba dan rasa sakit tidak mereda.

Pengobatan Kista Bartholin

Beberapa kista bartholin bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Pada tahap awal, anda pun bisa melakukan perawatan rumahan sebagai berikut:

Minum obat penghilang nyeri tanpa resep dokter misalnya dengan meminum ibuprofen untuk penghilang nyeri.
Kompres area tersebut dengan menggunakan air hangat untuk membantu penyembuhan. Jangan berhubungan seks saat proses penyembuhan kista bartholin. Jika kista mengalami infeksi, kista bisa pecah dan mulai sembuh sendiri setelah tiga hingga 4 hari. Namun jika kista terasa sangat nyeri maka dokter bisa membantu mendrainase (mengalirkannya). Anda juga butuh mengkonsumsi antibiotik untuk mengobati infeksinya.

Untuk menjaga agar kista tidak menutup dan terisi cairan kembali maka dokter bisa menempatkan tabung drainase dengan menggunakan balon kecil pada sisi bagian dalam kista. Balon dipompa di bagian dalam kista untuk menjaga agar kista tetap terbuka. Sesudah kelenjar sembuh maka tabung dan balon dipindahkan kembali.

Kadang pengobatan dengan laser karbon dioksida (laser CO2) atau nitrat silver bisa digunakan untuk mencegah pertumbuhan kista kembali. Untuk kista yang berat yang kerap tumbuh lagi, pasien perlu dilakukan tindakan operatif untuk menghilangkan kelenjar dan saluran bartholinnya.

Ada sebuah prosedur atau tindakan yang disebut dengan marsupialisasi untuk mengatasi kista ini. Tindakan marsupialisasi ini dilakukan dengan membuka kista dengan membuat sebuah lubang pada dinding kista, mengeluarkan isi kista dan menjahit tepi kista dengan tepi irisan kulit. Tindakan ini memungkinkan kista untuk didrainase.

Kompres dengan air hangat selama beberapa kali dalam sehari bisa membantu untuk meredakan kista bartholin yang terinfeksi.

Sesudah tindakan pembedahan untuk mengobati kista yang terinfeksi, melakukan kompres dengan air hangat sangatlah penting untuk membantu menjaga area tersebut tetap bersih, meredakan ketidaknyamanan dan meningkatkan efektifitas drainase kista. Obat penghilang nyeri juga turut membantu meredakan gejala.

Sebelum melakukan pengobatan, biasanya dokter akan melihat beberapa hal berikut ini:

  • Ukuran kista
  • Seberapa parah dampak dari kista tersebut
  • Melihat gejala dan tanda-tanda kista
  • Jika kista terinfeksi maka akan menimbulkan pembengkakan atau abses

Adapun beberapa langkah pengobatan yaitu:

Teknik Pengeringan (Marsupialization)

Prosedur pengeringan dilakukan setelah melalui tahap pemeriksaan. Dengan teknik marsupialization maka benjolan menjadi kering dan dinding benjolan pada kulit akan dijahit dan kemudian dibuat saluran baru. Teknik ini membutuhkan waktu kurag lebih satu bulan.

Mandi Sitz

Mandi sitz bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Caranya yaitu dengan berendam menggunakan air hangat. Dalam sehari, Anda bisa melakukannya sampai 4 kali. Manfaatnya yaitu untuk menghambat perkembangan kista tersebut.

Pembedahan

Pembedahan dilakukan untuk mengeluarkan abses akibat dari infeksi apendiks vermicularis. Sebelum melakukan operasi ini terlebih dahulu dilakukan foto thoraks dan USG abdomen menggunakan CT-Scan.

Antibiotik

Apabila setelah dilakukan tes dan pemeriksaan terdapat penyakit menular seksual maka dokter akan mengambil tindakan dengan memberikan antibiotik untuk menekan pertumbuhan bakteri tersebut. Akan tetapi untuk kasus abses yang dikeringkan tidak memerlukan antibiotik.

Jelly Gamat QnC, Solusi Ampuh Sembuhkan Kista Bartholin

Salah satu obat kista bartholin alami yang bisa anda pilih adalah Jelly Gamat QnC yakni obat alami ekstrak teripang atau gamat emas yang telah terbukti mampu memecahkan kista bartholin, pilihan tepat untuk pengobatan kista bartholin tanpa operasi.

Untuk anda yang menderita kista bartholin konsumsi rutin Jelly Gamat QnC dapat membantu mengecilkan dan memecahkan benjolan kista bartholin utamanya yang disebabkan oleh infeksi serta meringankan gejala nyeri jika kista bartholin yang anda derita disertai rasa nyeri.

Hal tersebut karena teripang atau gamat emas yang menjadi komposisi utama Jelly Gamat QnC memiliki kandungan antiseptik alamiah yang bersifat antibakter, antivirus dan antiradang sehingga efektif dalam mengatasi perdangan akibat infeksi bakteri dan virus.

Sifat antivirus dan antibakteri yang dimiliki teripang atau gamat bisa melawan dan memusnahkan berbagai macam jenis bakteri dan virus termasuk bakteri penyakit meneluar yang menjadi penyebab timbulnya kista bartholin.

Tidak hanya itu teripang atau gamat emas juga memiliki kandungan zat serta nutrisi lainnya yang bagus dan cocok untuk mengobati kista bartholin yakni berupa :

  • Kandungan glukosaminoglykan (GAG’s) yang bersifat anti-kanker dan anti-tumor.
  • Kandungan saponin yang juga bersifat anti-kanker, antioksidan, serta anti mikroba.
  • Kandungan “Cell Growth Factor” (faktor regenerasi sel), yang mampu meregenerasi atau memperbaiki sel serta jaringan tubuh yang rusak atau bermasalah, atau bahkan sel yang sudah mati dan membusuk sekalipun, hingga pulih kembali.

Selain zat tersebut teripang atau gamat juga bisa dijadikan sebagai obat tumor dan kanker alami serta dipercayai mampu mengobai beragam penyakit karena memiliki segudang biokaktif alami yang yakni berupa : hondroitin sulfat, triterpen glikosida (saponin), lektin, heparin, cerberosides, ganglosides, peptida bioaktif, sterol dan omega-6 dan omega-3 asam lemak, yang memiliki sifat anti-angiogenik, antikanker, antikoagulan, anti-hipertensi, anti-inflamasi, antimikroba, antijamur, antioksidan, antitrombotik dan antitumor.

Itulah alasan mengapa Jelly Gamat QnC sangat baik dikonsumsi oleh anda penderita kista bartholin, dimana konsumsi rutin obat kista bartholin Jelly Gamat QnC 2-3 kali sehari sebanyak 2 sendok makan sekali minum dapat membantu memecahkan dan mengempeskan benjolan kista bartholin.

Semoga artikel tentang Penyakit Kista Bartholin di atas bisa bermanfaat dan menjadi perantara bagi kesembuhan anda.