healthy

Waspada! Kenali Gejala PCOS Penyakit Yang Bikin Wanita Susah Hamil

PCOS (polycystic ovary syndrome) atau sindrom ovarium polikistik merupakan kondisi terganggunya fungsi ovarium pada wanita yang berada di usia subur. Kondisi ini menyebabkan hormon wanita yang menderita PCOS menjadi tidak seimbang karena hal-hal yang tidak diketahui. Tanda-tanda awal PCOS adalah masa ovulasi atau subur yang tidak beraturan, meningkatnya kadar hormon pria (androgen) dalam tubuh wanita, dan munculnya banyak kista (kantong berisi cairan) pada ovarium. Jika seorang wanita mengalami setidaknya dua dari tiga tanda awal itu, maka kemungkinan ia mengidap PCOS.

Wanita yang mengidap kondisi ini, mempunyai terlalu banyak hormon pria. Sebaliknya, ia tidak memiliki kecukupan hormon wanita yang dapat digunakan untuk memproduksi sel telur matang. Jika sindrom ovarium polikistik ini menghampiri, ovulasi Anda akan menjadi tidak teratur bahkan langka nya juga tidak teratur. Kalau dibiarkan saja dan tidak segera dirawat, ketidakseimbangan hormon ini akan mempengaruhi semua area tubuh dan menambah resiko adanya penyakit tertentu seperti diabetes, penyakit jantung, dan ketidaksuburan.

Gejala PCOS

1. Siklus haid tidak teratur
Gejala PCOS yang paling umum adalah tidak teraturnya siklus haid. Normalnya, haid datang sebulan sekali atau 21-35 hari sekali. Pada wanita yang memiliki PCOS, haid datang tak menentu bisa lebih dari 40 hari sekali, misalnya 3-5 bulan sekali. Kondisi ini membuat wanita sulit hamil.

2. Jerawat sering muncul
Munculnya jerawat sangat wajar, apalagi pada masa pubertas. Pada wanita dewasa, munculnya jerawat bisa disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya karena ketidakseimbangan hormonal. Ini bisa menjadi salah satu tanda PCOS. Apalagi jika disertai menstruasi yang tidak teratur.

3. Tumbuh rambut di tempat tak terduga
Tumbuhnya rambut yang cukup banyak di tempat-tempat tak terduga, seperti dagu, di atas bibir, dan di tempat yang tak biasa, merupakan gejala PCOS. Hal ini terjadi karena kelebihan hormon pria pada penderita PCOS.

4. Mengidap diabetes
PCOS sering dikaitkan dengan resistensi insulin. Namun, para ahli masih terus meneliti apakah kelebihan hormon androgen yang memicu resistensi insulin. Wanita dengan PCOS sering kali menimbulkan gejala pre-diabetes. Hal ini membuat mereka sangat berisiko terkena diabetes tipe 2.

5. Kenaikan berat badan
Kenaikan berat badan juga bisa dicurigai sebagai tanda-tanda PCOS. Menurut Cleveland Clinic, kenaikan berat badan pada wanita dengan PCOS biasanya berfokus pada tubuh bagian atas dan perut.

Jika Anda memiliki gejala- gejala tersebut, konsultasilah dengan dokter endokrinologi maupun dokter kandungan. Mengatasi PCOS biasanya tak hanya dengan obat-obatan, tetapi juga harus diikuti perubahan gaya hidup sehat.

Penyebab dan Faktor Risiko PCOS

Sampai saat ini penyebab pasti PCOS masih belum diketahui, tapi diduga ada hubungannya dengan kadar hormon yang tidak normal. Namun, ada beberapa faktor yang mungkin bisa mendorong terjadinya PCOS, yaitu:

  • Resistensi terhadap insulin. Jaringan tubuh resisten terhadap insulin, sehingga tubuh terpacu untuk memproduksi lebih banyak insulin yang mengganggu pembuahan normal dan memicu penambahan berat badan.
  • Ketidakseimbangan hormon. Hal ini disebabkan antara lain karena naiknya kadar testosteron (hormon yang dominan pada tubuh pria), naiknya hormon lutein (kadar yang tinggi malah menganggu kerja ovarium), turunnya kadar globulin pengikat-hormon seksual (SHBG) sehingga aktivitas testosteron meningkat di dalam tubuh, dan naiknya hormon prolaktin (hormon yang memicu produksi air susu).
  • Faktor keturunan. Jika salah seorang anggota keluarga mengidap PCOS, maka risiko Anda semakin besar untuk terkena PCOS.

Pengobatan PCOS

  • Mengurangi berat badan sekitar 5% – 10% dari berat badan sekarang (jika overweight atau obesitas) akan sangat membantu mengurangi gejala-gejala PCOS.
  • Olahraga secara teratur. Jika tidak ingin olahraga berat, cukup dengan jogging, berjalan kaki atau bersepeda selama minimal 30 menit dan dilakukan minimal 3 kali seminggu akan sangat membantu metabolisme tubuh dan membantu menurunkan berat badan.
  • Mengkonsumsi suplemen vitamin D jika merasakan gejala kekurangan vitamin D seperti yang disebut di atas. Atau cara lainnya berjemur pada pagi hari (sekitar jam 7-10 pagi) atau sore hari (jam 4-6 sore) untuk menyerap vitamin D alami dari sinar matahari.
  • Pemberian obat diabetes tipe 2 (metformin) dipercaya dapat meningkatkan kinerja insulin sehingga bisa meredam gajala-gejala PCOS.
  • Mengkonsumsi teh herbal daun Spearmint dipercaya dapat mengurangi gejala hirsutism.
  • Mangkonsumsi kayu manis (misalnya menambahkan kayu manis bubuk pada minuman atau kue) dapat meningkatkan kinerja insulin.
  • emberian obat-obat fertilitas (Obat KB, Clomiphene, Letrozole, dsb) dapat membantu melancarkan haid, juga membantu agar bisa hamil.

Itulah pembahasan tentang penyakit PCOS. Jika kamu, saudara, teman atau orang yang disekitar mu memiliki gejala dari penyakit PCOS tersebut kamu bisa langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis. Karena bertindak lebih cepat lebih baik dan dapat mengobati nya dengan benar agar hal yang buruk tidak menimpa kepada kita.