info

Yuk, Cari Tahu Penyebab Mengenai Menopause

Portrait of a happy mature woman smiling against colored background - copyspace

Menopause merupakan keadaan berhentinya menstruasi dan kesuburan secara permanen. Menopause memiliki pengertian yaitu 12 bulan tidak mendapatkan menstruasi (dihitung dari setelah mendapat siklus menstruasi terakhir). Menopause terjadi pada rentang usia 40-55 tahun, dengan rata-rata usia 51 tahun.

Perimenopause, disebut juga transisi menopause, merupakan masa menuju menstruasi terakhir seorang wanita. Masa perimenopause dapat berlangsung beberapa bulan hingga tahun. Perimenopause berakhir sampai 1 tahun setelah menstruasi terakhir. Pada masa ini, terjadi perubahan hormonal yang menyebabkan munculnya gejala-gejala. Setelah menopause, wanita berada dalam masa postmenopause yang bertahan seumur hidup.

Di samping fase alami, menopause juga dapat dipicu oleh sejumlah faktor. Di antaranya adalah:

  • Prosedur medis, misalnya operasi pengangkatan rahim atau ovarium.
  • Metode pengobatan kanker, seperti kemoterapi dan radioterapi. Kedua metode ini dapat memicu menopausedini. Namun siklus menstruasi terkadang dapat kembali terjadi setelah proses kemoterapi dan radioterapi berakhir.
  • Kondisi kesehatan tertentu, contohnya sindrom Down atau penyakit Addison.

Penyebab Menopause dapat terjadi akibat:

  • Penurunan alamiah dari hormon-hormon reproduksi
    Saat memasuki usia 30 tahunan, produksi hormon oleh indung telur mulai menurun. Pada usia 40 tahunan, siklus menstruasi menjadi tidak teratur dan saat memasuki usia 50 tahunan, indung telur berhenti memproduksi sel telur dan siklus menstruasi berhenti.
  • Pengangkatan rahim dan indung telur
    Operasi pengangkatan rahim dan indung telur menyebabkan menopause tanpa melalui masa perimenopause. Siklus menstruasi berhenti tiba-tiba dan muncul gejala-gejala menopause. Gejala yang muncul umumnya lebih berat dibandingkan proses alami karena timbul secara tiba-tiba. Pengangkatan rahim saja belum tentu menimbulkan menopause.
  • Kemoterapi dan radioterapi
    Pengobatan kanker dengan kemoterapi dan radioterapi dapat memicu menopause dan gejala-gejalanya selama atau setelah pengobatan tersebut.
  • Ketidakcukupan sel telur
    Sekitar 1% wanita mengalami menopause saat usia sebelum 40 tahun (prematur menopause). Menopause terjadi akibat indung telur gagal untuk memproduksi hormon reproduksi akibat faktor genetik atau penyakit autoimun. Namun umumnya penyebab pasti tidak diketahui.

Gejala-gejala Menopause

  • Perubahan pada siklus menstruasi, misalnya frekuensi menstruasi yang tidak teratur, volume pendarahan yang sedikit atau berlebih.
  • Sensasi rasa panas, berkeringat, dan jantung berdebar (hot flushes).
  • Kekeringan pada vagina yang dapat menyebabkan rasa gatal atau sakit saat berhubungan seks.
  • Penurunan gairah seks.
  • Berkeringat pada malam hari.
  • Gangguan tidur, seperti sering terbangun tiba-tiba dan insomnia.
  • Sulit konsentrasi.
  • Emosi yang tidak stabil, misalnya uring-uringan, sedih, atau depresi.
  • Kenaikan berat badan dan metabolisme yang lambat.
  • Sakit kepala.
  • Rambut yang menipis dan kulit kering.
  • Lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih.

Langkah Penanganan Sederhana Untuk Menopause

Menopause umumnya tidak membutuhkan penanganan khusus. Gejala-gejalanya juga tidak bersifat permanen dan akan berkurang seiring waktu. Sebagian besar wanita dapat melakukan perubahan dalam gaya hidup mereka untuk mengurangi gejala-gejala tersebut. Beberapa langkah sederhana berikut mungkin dapat membantu.

Mengatasi sensasi rasa panas, berkeringat, dan jantung berdebar (hot flushes). Gejala ini dapat ditangani dengan mengenakan pakaian tipis berbahan katun, serta menghindari faktor pemicu berupa kafein, minuman panas, makanan pedas, minuman keras, serta stres. Langkah ini juga berguna untuk menangani gejala berkeringat pada malam hari.

Menerapkan pola makan yang seimbang (perbanyak serat dengan mengonsumsi buah serta sayur) dan teratur berolahraga. Selain mencegah kenaikan berat badan yang cenderung mengiringi masa menopause, langkah ini juga berguna untuk menguatkan tulang agar tidak mudah keropos.

  1. Cukup beristirahat. Pastikan untuk tidur yang cukup.
  2. Melakukan senam Kegel untuk menguatkan otot dasar panggul sehingga mengurangi inkontinensia urine atau sulit menahan urine.
  3. Menerapkan teknik relaksasi. Misalnya meditasi, mengatur pernapasan, yoga, serta taichi. Teknik ini dapat membantu untuk mengurangi tingkat stres atau depresi.
  4. Jangan merokok. Selain meningkatkan risiko dari berbagai penyakit, merokok juga dapat memperparah gejala menopause dan memicu menopause dini.