info

Yuk, Kenali Dan Cegah Penyakit Sinusitis

Sinusitis adalah peradangan sinus, rongga berisi udara yang dapat ditemukan di berbagai bagian tengkorak: frontal (bagian bawah dahi), maxillary (tulang pipi), sphenoid (bagian belakang rongga hidung), dan ethmoid (di antara jembatan hidung dan mata). Keempat bagian tengkorak tersebut dikenal sebagai sinus paranasal. Penyakit sinus atau sinusitis adalah salah satu penyakit yang paling umum di Amerika Serikat. Lebih dari 15 juta kunjungan ke dokter umum disebabkan oleh sinusitis dan menghabiskan biaya sekitar 140 juta dolar hanya untuk pengobatan.

Walaupun sinus berperan penting dalam meningkatkan kualitas suara kita, fungsi utama sinus adalah untuk menghasilkan mukus (cairan lengket dan tebal) di hidung untuk menghentikan alergen, kuman, dan zat lain yang dapat menyebabkan infeksi dan membahayakan kesehatan seseorang. Dengan bantuan dari silia, yang bentuknya sangat kecil seperti rambut, mukus dan zat yang tertangkap oleh mukus akan didorong ke tenggorokan, melewati perut, sampai akhirnya hilang dengan sendirinya. Proses ini sangatlah tidak kentara sampai seseorang bisa saja tidak merasakannya.

Ada 4 pasang sinus utama, yaitu:

  • Sinus maksila, di dalam tulang pipi
  • Sinus frontal, di kedua sisi dahi, di atas mata
  • Sinus etmoid, di belakang batang hidung, diantara kedua mata
  • Sinus sfenoid, di antara bagian atas hidung dan di belakang mata.

Disebut sinusitis adalah ketika lapisan sinus membengkak atau meradang. Pembengkakan ini akan memblokir sinus dan menutup bukaan yang mengarah ke hidung. Udara dan lendir bisa terjebak di dalam sinus, yang dapat menimbulkan rasa nyeri.

Sinusitis terbagi menjadi dua:

  • Sinusitis akut, berlangsung hingga 4 minggu. Biasanya gejalanya parah dan sering disertai dengan pilek.
  • Sinusitis kronis, berlangsung lebih dari 12 minggu. Bisa jadi merupakan sinusitis akut yang tidak mendapat/memperoleh manfaat dari pengobatan. Jika mengalami sinusitis kronis, lapisan sinus akan terus menerus membengkak dan meradang.

Istilah akut dan kronis pada medis mengacu pada seberapa lama seseoran sudah mengidap suatu kondisi kesehatan tertentu, bukan seberapa parah penyakitnya.

Gejala sinusitis

Gejala utama sinusitis adalah nyeri, terutama pada sinusitis akut. Rasa nyeri bisa muncul pada bagian-bagian wajah yang berbeda, tergantung sinus mana yang terkena. Daerah utama yang menjadi lokasi nyeri sinus adalah:

  • Pada dahi
  • Bagian atas rahang, gigi dan pipi
  • Di antara kedua mata
  • Kepala bagian atas
  • Telinga.

Gejala sinusitis lainnya meliputi:

  • Hidung buntu atau tersumbat
  • Indera penciuman menurun atau kehilangan kemampuan mencium bau
  • Lendir hijau atau kuning, yang dapat mengalir dari bagian belakang hidung menuju ke kerongkongan
  • Demam, terutama pada sinusitis akut.

Gejala kurang umum lainnya dari sinusitis antara lain, rasa lelah, batuk, sakit tenggorokan, bau mulut (halitosis) dan sakit gigi.

Penyebab Sinusitis

Peradangan sinus dapat disebabkan oleh faktor berikut:

  • Kelainan bawaan – Penyumbatan sinus dapat disebabkan oleh kelainan bentuk tulang di rongga hidung dan septum (pembatas di antara kedua rongga hidung) yang bengkok.
  • Virus – Virus pilek akan memengaruhi saluran hidung, namun karena sinus berada di dekat hidung, ada kemungkinan virus akan berpindah dan masuk ke sinus. Sinusitis yang disebabkan oleh virus biasanya bertahan lebih lama daripada pilek. Virus yang menyebabkan flu juga dapat menyebabkan sinusitis.
  • Infeksi gigi – Bakteri dapat bersarang di banyak bagian mulut, termasuk gigi dan gusi. Apabila tidak segera ditangani, bakteri dapat menyebabkan peradangan, yang dapat menyebar ke sinus maksila.
  • Rhinitis alergi – Banyak orang yang keliru antara sinusitis dan rhinitis karena keduanya adalah penyakit yang ditandai dengan mukus yang sangat tebal. Rhinitis adalah reaksi alergi terhadap serbuk sari, bulu hewan, debu, dan lain-lain, yang menyebabkan iritasi hidung. Ketika hidung mengalami iritasi, hidung akan dipaksa untuk menghasilkan lebih banyak mukus. Saat mukus terdorong ke tenggorokan, tenggorokan juga akan mengalami iritasi, dan pasien akan terbatuk.

Walaupun begitu, rhinitis sering terjadi bersamaan dengan sinusitis, sehingga sinusitis juga terkadang dikenal sebagai rhinosinusitis:

  • Polip Hidung – Polip adalah daging kecil yang tumbuh di dalam hidung. Polip disebabkan oleh banyak faktor, termasuk mukus. Ketika mukus menjadi sangat tebal, mukus terkadang akan membentuk bola dan menjadi polip.
  • Fibrosis sistik (cystic fibrosis) – Penyakit yang ditandai dengan menebalnya mukus di berbagai bagian tubuh, seperti paru-paru dan rongga hidung. Penebalan mukus tidak hanya menghalangi proses pernapasan namun juga menyebabkan mukus tidak dapat menghentikan organisme yang dapat menyebabkan infeksi.
  • Gangguan pada sistem kekebalan tubuh – Pasien yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah, misalnya pasien yang terkena HIV atau sedang menjalani kemoterapi, mudah terkena sinus karena mereka lebih rawan terkena infeksi.
  • Cedera wajah – Trauma pada wajah, termasuk pada pipi dan hidung, dapat mengubah struktur fisik organ dalam, yang dapat menyebabkan penyumbatan sinus.

Komplikasi sinusitis

Meskipun jarang terjadi, sinusitis juga berpotensi menyebar ke tulang wajah atau soket mata. Sinusitis juga bisa menyebar ke otak dan menyebabkan meningitis. Jika saat sinusitis kelopak mata bengkak, maka ini bisa menjadi pertanda adanya infeksi jaringan lunak di sekitar mata. Jika ini terjadi, sebaiknya segera minta pertolongan medis. Jika mengalami gejala-gejala lain yang merupakan pertanda meningitis, maka juga harus meminta pertolongan medis. Gejala-gejala tersebut antara lain:

  • Sakit kepala
  • Demam
  • Muntah
  • Leher kaku
  • Nyeri atau ketidaknyamanan akibat cahaya terang.

Pengobatan untuk sinusitis

Obat semprot dekongestan, yang sebaiknya digunakan untuk sinusitis akut; tidak boleh digunakan sampai lebih dari seminggu:

  • Antibiotik, apabila sinusitis disebabkan oleh bakteri
  • Larutan saline, untuk menghilangkan mukus yang tebal
  • Antihistamin, terutama apabila mukus disertai dengan rhinitis
  • Operasi, apabila sinusitis disebabkan oleh kelainan bawaan

Sinusitis dapat dicegah dengan:

  • Sering mencuci tangan
  • Memakai disinfektan pada tangan
  • Vaksinasi flu