blog

Yuk, Kenali Gejala, Tanda Dan Cara Mengatasi Penyakit Step

Ketika anak sakit, yang paling merasa khawatir adalah orang tua. Apapun sakitnya baik yang ringan maupun yang berat tetap saja orang tua akan merasa panik. Kebanyakan penyakit yang akan menyerang anak-anak adalah deman, flu dan juga batuk. Akan tetapi jika deman tak kunjung reda dapat beralih menjadi step. Apakah kalian tahu beberapa anak ada yang meninggal karena step? Seberapa bahayakah step itu? Yuk, cari tahu lebih banyak tentang step.

Apa Itu Step?

Step sebenarnya hanyalah istilah umum yang sering dipakai oleh masyarakat. Arti sebenarnya dari step adalah kejang, kejang yang dimaksud dalam hal ini umumnya adalah kejang demam yaitu suatu reaksi kejang yang terjadi pada anak-anak yang disebabkan oleh suhu tubuh yang sangat tinggi.

Gegala kejang ini tidak hanya akan menyebabkan kematian. Oleh karena itu, kejang pada anak sangat perlu diwaspadai karena jika kejang dibiarkan terlalu lama (lebih dari 15 menit) maka ini dapat menyebabkan kerusakan pada saraf otak sehingga dapat membuat anak menderita  epilepsi, kelumpuhan, bahkan retardasi mental.

Apa yang menjadi penyebab terjadinya step?

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya step dan hal inilah yang wajib diwaspadai:

-Demam yang cukup tinggi

Jika demam yang diderita bayi sudah sangat tinggi maka ia sangat beresiko terkena step. Hal ini akan terjadi ketika tubuh bayi sudah mengalami demam selama 24 jam dengan suhu lebih dari 38 derajat Celcius. Para peneliti dari pihak medis hingga saat ini masih mencari tahu penyebab sebenarnya dari step ini.

Beberapa kesimpulan didapatkan bahwa kemungkinan terjadinya step disebabkan karena reaksi otak terhadap suhu panas anak yang sangat tinggi. Berbagai bahan kimia dalam otak sudah tidak bisa menampung semua masalah ini lalu akan menyebabkan efek step sesaat. Panas akibat gejala campak pada bayi juga bisa menyebabkan step. Oleh, karena itu sang ibu sebisa mungkin harus meredakan panas sang bayi sebelum panas semakin meninggi.

-Riwayat keturunan dalam keluarga

Sebenarnya step bukanlah termasuk penyakit keturunan, tapi bagi bayi yang memang memiliki riwayat step dalam keluarganya makan ia akan bisa mengembangkan gejala yang sama. Pada umumnya step akan terjadi ketika bayi sudah mulai berumur lebih dari 6 bulan. Ketika mereka tumbuh menjadi anak-anak maka step ini akan sembuh sendiri tanpa membutuhkan perawatan yang rumit. Resiko akan terkena step akan sangat menghantui di tahun pertamanya karena itu sebaiknya kondisi kesehatan sang bayi harus benar- benar dijaga. Masalah ini biasanya tidak menyebabkan efek khusus pada perkembangan otak bayi ketika sudah dewasa.

-Kekurangan zat besi

Sebuah penelitian menunjukkan jika bayi yang dilahirkan dari ibu dengan riwayat kurang zat besi atau anemia maka sang bayi bisa mengalami step saat sudah lahir. Kondisi ini bisa berarti bahwa kemungkinan anemia juga diwariskan pada bayi yang dilahirkan. Anemia bisa memicu step karena bisa membuat tubuh bayi menjadi kekurangan sel darah merah.

Sebenarnya tidak diketahui bagaimana sel darah merah ini bisa memberikan dampak khusus untuk bagian otak bayi. Hal ini juga bisa terjadi sebagai pertanda akan timbulnya penyakit lain akibat dari kekurangan gizi pada bayi.

-Infeksi virus pada tubuh bayi

Seperti yang sudah kita jelasin tadi bahwa tanda awal gejala step adalah demam yang sangat tinggi. Demam juga akan menjadi pertanda kemungkinan tubuh mengalami infeksi dari virus yang masuk. Bayi umumnya bisa mengalami demam ketika mereka terkena flu, campak atau jenis penyakit infeksi lainny. Karena itu ketika ada tanda infeksi pada tubuh bayi maka ibu harus waspada dengan gejala lanjutan seperti step.

-Penyakit infeksi telinga tengah (otitis media)

Bayi kalian juga bisa mengalami step akibat dari terkena penyakit infeksi telinga. Hal ini terjadi ketika ada peradangan yang terjadi pada bagian tengah telinga. Kemudian kondisi ini bisa membuat terjadinya peradangan atau pembengkakan hingga penumpukan cairan di bagian belakang gendang telinga. Bayi yang masih berusia lebih dari 6 bulan masih sangat rentan dengan penyakit ini. Gejala lain sering ditunjukkan seperti:

*Bayi menangis terus menerus
*Bayi tidak mau minum ASI atau susu formula
*Sakit pada telinga luar dan dalam
*Sakit kepala
*Step akibat demam
*Mual dan muntah atau bayi gumoh. (baca: penyebab bayi gumoh)

-Radang amandel

Beberapa bayi memang sudah menderita peradangan amandel sejak mereka lahir. Kondisi ini bisa semakin membuat keadaan mereka semakin memburuk ketika anak sudah berusia lebih dari 6 bulan. Ketika peradangan terjadi maka ini bisa menyebabkan tubuh bayi menjadi demam sangat tinggi. Peradangan amandel juga bisa membuat bayi menjadi terus menangis karena tidak bisa bernafas dengan baik.

Kondisi ini juga bisa menyebabkan bayi tersedak hingga memicu step. Kalian harus segara mencari tahu apakah ini penyebab step pada bayi dengan berkonsultasi ke dokter, kemudian tentukan perawatan terbaik untuk bayi kalian.

-Kondisi gastroenteritis pada bayi

Bayi yang mengalami masalah gastroenteritis juga bisa mengembangkan step ketika mereka demam atau kondisi lain yang membuat kesehatan bayi menjadi menurun secara tiba-tiba. Penyakit ini dapat berhubungan dengan masalah diare, perut kembung pada bayi dan muntah secara berlebihan. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi kehilangan cairan berlebihan sehingga mungkin tubuh mereka akan menjadi sangat lemah. Bayi biasanya tidak mau minum ASI atau susu formula dan biasanya akan menjadi sulit untuk mengendalikan kondisi kesehatan bayi.

Tanda-Tanda Terjadinya Step

Nah, bagi para ibu yang baru memiliki buah hati, sebaiknya kalian harus selalu memantau kesehatan buah hati kalian agar jangan sampai terkena step. Akan tetapi. jika kalian melihat tanda-tanda akan munculnya gejala step seperti dibawah ini, sebaiknya kalian harus membawanya ke dokter.

– Sebelum anak mengalami step, terlebih dahulu mereka akan mengalami demam yang suhunya  sangat tinggi dan biasanya akan cenderung terus naik. Pada saat anak mengalami kejadian seperti itu, maka sudah sepatutnya ibu curiga dan waspada kalau-kalau anak akan mengalami kejang akibat demam yang terlalu tinggi.

Sebaiknya ibu harus berusaha menurunkan suhu badannya dengan mengompresnya secara berkala agar ia tidak kejang. Untungnya, pengetahuan kebanyakan ibu tentang step di Indonesia sudah lumayan baik, sehingga para ibu selalu waspada di kala anaknya terserang demam tinggi.

– Bayi bisa mengalami pingsan secara tiba-tiba yang akan berlangsung dalam rentang waktu kira-kira 30 detik hingga 5 menit. Tanda yang satu ini hamper secara menyeluruh selalu dialami oleh anak yang akan mengalami step.

-Tanda step yang ketiga adalah tiba-tiba saja tubuh sang bayi akan terasa kaku dan otot-ototnya menegang, namun ini hanya terjadi sebentar seitar 1 atau 2 menit.

– Yang selanjutnya adalah bola matanya bisa memutar hingga terbalik dan hanya nampak bagian putihnya saja, memang pada saat terjadinya step, ibu atau pengasuhnya sangat diharapkan agar jangan merasa panik dan tetap berusaha berada di sisi sang anak atau kalian bisa segera memanggil ahli medis jika keadaan kalian semakin parah.

– Anak kalian secara tidak sengaja akan menggigit lidahnya sendiri dan rahangnya juga akan mengeras serta tertutup rapat.

-Biasanya tanda selanjutnya adalah anak akan buang air kecil atau buang air besar tanpa sadar.

-Anak juga akan mengalami sesak napas dan bahkan pernapasannya bisa tiba-tiba berhenti.

-Tanda yang terakhir, kulit bayi akan mulai berubah menjadi kebiruan.

Pertolongan pertama dalam mengatasi penderita Step / Kejang :

Jika anak sudah mengalami kejang akibat dari demam tinggi, maka inilah yang harus kalian lakukan.

-Buka baju anak dan jendela rumah, tujuannya agar sang anak tidak merasa gerah dan mendapatkan udara segar dari luar.
-Jika perlu baringkan anak di lantai
-Buka mulut (gigi) dan masukkan sendok makan, hal ini bertujuan agar anak tidak menggigit lidahnya sendiri.
-Oleskan alkohol 70% dengan menggunakan telapak tangan ke seluruh tubuh kecuali muka, sebaiknya berikan juga kipas angin di samping anak
-Jika tidak ada alkohol, kamu juga bisa menolong penderita dengan cara ambil handuk, celupkan ke air kamar mandi, peras sedikit, lilitkan handuk ke tubuh anak.
-Lakukan hal tersebut secara berulang-ulang
-Pada bagian yang panas, misalnya pada bagian leher diberi lap basah untuk menurunkan suhu tubuh penderita
-Jika suhu tubuh sang anak sudah menurun dan tidak kejang lagi, segeralah bawa penderita ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan selanjutnya.

Cara lain Mengatasi Step Pada Anak Dengan Kecap

Tentang cara lain Mengobati Penyakit Step Pada Anak adalah dengan Kecap yang bisa kalian peroleh dari warung dan harganya juga murah.

Ini merupakan pengalaman yang nyata dan benar – benar di alami oleh tetangga saya yang anak nya mengalami penyakit Step dan gejala nya memang seperti yang di jelaskan di atas tadi. Caranya hanya dengan memberi satu sendok makan kecap pada anak, alhasil demam tingginya pun menurun.

Cara Mengatasi Step / Kejang Pada Anak :

-Jangan Panik, pindahkan anak ke tempat yang aman seperti kasur dan lantai dan jauh dari benda-benda yang berbahaya.
-Segera longgarkan pakaiannya dan lepas semua yang menghambat saluran pernafasan sang anak.
-Ibu juga bisa memiringkan tubuhnya karena umumnya ini untuk mengeluarkan air liur dari mulut yang diakibatkan dari produksi air liur yang berlebihan sebab syaraf yang mengatur kelenjar air liur tidak terkontrol lagi. Hal ini bertujuan agar cairan langsung keluar sehingga tidak menggenang di mulut dan menghambat saluran pernafasan.
-Kompres dengan kain yang telah direndam dengan air hangat dan hindari menggunakan air dingin apalagi air es sebab dapat menyebabkan benturan karena perbedaan suhu yang signifikan dan tentunya ini tidak baik.
-Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut sang anak selama kejang berlangsung termasuk memberinya obat-obatan.
-Gunakan obat penghilang kejang yang disarankan oleh dokter. Obat ini diberikan kepada anak melalui anus. Obat penghilang kejang yang beredar di pasaran adalah Stesolid.
-Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat. Hal ini bertujuan agar otak tidak terlalu lama tidak mendapat oksigen karena ini akan dapat mengganggu otak sang anak.

Yah, itulah guys penjelasan tentang step yang terjadi pada bayi. Jika anak kalian menderita step maka secepatnya kalian harus melakukan pertolongan pertama dan anak harus langsung mendapatkan perawatan medis,