blog

Yuk, Pahami Lebih Dalam Penyakit Tetanus

Sakitnya ketika tertusuk paku atau tersayat seng yang sudah bekarat, bisa-bisa kamu tetanus. Kalau didiamin yang ada tangan atau kaki pun bisa bengkak bahkan bisa meninggal. Lalu apa yang harus dilakukan ketika mengalami hal tersebut? Yuk, langsung aja kita simak artikel di bawah ini untuk lebih jelasnya lagi.

Apa Itu Tetanus?

Tetanus merupakan penyakit infeksi akut dan seringkali fatal yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani yang memproduksi toksin. Racun ini yang kemudian menghasilkan gangguan saraf yang ditandai dengan meningkatnya tegangan dan kekejangan otot.

Image result for tetanus

Biasanya bakteri ini masuk ke tubuh melalui luka tusuk yang terkontaminasi seperti kait logam, serpihan kayu atau gigitan serangga. Walaupun demikian, luka lain seperti luka bakar, luka operasi, borok dan tali pusat bayi baru lahir juga dapat menjadi pintu masuk bakteri ini.

Secara aktif toksin ini akan mengganggu neuron motorik, yaitu saraf yang mengendalikan pergerakan otot manusia. Efek racun pada neuron motorik yaitu menyebabkan kekakuan otot dan kejang yang menjadi tanda-tanda utama dan gejala tetanus. Penyakit ini bukanlah penyakit yang menular dan infeksi ini juga masih bisa diobati.

Gejala Tetanus

Gejala tetanus dapat terjadi mulai dari 4 hari setelah luka terkontaminasi bakteri dan gejalanya dapat bertahan sampai 3 minggu kemudian. Secara umum gejala dapat berkembang setelah 10 hari setelah infeksi awal, tetapi dalam beberapa kasus gejala dapat berkembang setelah satu bulan.

Image result for gejala tetanus

Pada umumnya, penderita tidak mengalami demam, tetapi mereka hanya mengeluarkan banyak keringat dan mulai terasa sakit. Kemudian racun pun mulai mengganggu kinerja saraf yang berpotensi menyebabkan pengidap mengalami kejang yang menyerupai kekakuan otot. Inilah gejala utama tetanus yang bisa menyebabkan rahang pengidap mengatup rapat dan tidak bisa dibuka atau biasa disebut dengan istilah rahang terkunci.

Selain itu, masalah sukar menelan juga bisa dialami oleh pengidap tetanus. Kekakuan juga dapat mengenai otot leher dan batang tubuh yang menyebabkan tubuh kaku membentuk seperti busur. Hal ini menjadi berbahaya jika kekakuan mengenai otot–otot pernapasan yang menyebabkan seseorang menjadi sulit bernapas.

Bahkan pada kasus fatalnya, infeksi ini bisa menyebabkan kematian karena gagal bernafas. Ini semua karena tetanospamin yang dihasilkan dalam jumlah sangat kecil pada daerah lesi yang seringkali tidak disadari. Jumlah racun sedemikian kecilnya pun bisa jadi penyebabnya.

Jenis-jenisnya:

1. Tetanus umum. Gejala tetanus umum mungkin termasuk salah satu dari berikut:

  • Lekas ​​marah dan kelemahan otot
  • Kejang otot atau nyeri pada otot
  • Kakunya otot tenggorokan dan leher yang menyebabkan Anda kesulitan menelan makanan
  • Kejang otot mulut, yang menyebabkan kesulitan dalam mengunyah makanan maupun tersenyum
  • Kejang otot yang progresif dan melibatkan sebagian besar otot-otot tubuh. Dalam beberapa kasus, kejang otot mungkin cukup kuat untuk menyebabkan fraktur tulang dan dislokasi sendi.
  • Kesulitan bernapas karena kakunya otot leher dan dada
  • Gejala lain seperti tinja berdarah, diare, demam, sakit kepala, sensitif terhadap sentuhan, sakit tenggorokan, berkeringat dan denyut jantung cepat.

2. Cephalic tetanus

Kasus cephalic tetanus ditandai dengan kejang mulut dan kelemahan pada setidaknya satu otot wajah lainnya. Dalam kebanyakan kasus, kejang otot dapat berlangsung dan melibatkan otot-otot tubuh lain dan menyebabkan terjadinya tetanus secara umum.

3. Tetanus lokal

Tetanus lokal terjadi jika kejang otot hanya mempengaruhi otot-otot dekat tempat terjadinya luka. Dalam banyak kasus, kejang otot juga dapat memburuk dan mempengaruhi otot tubuh lainnya dan berkembang menjadi tetanus secara umum.

4. Tetanus neonatal

Tetanus neonatal mempengaruhi bayi yang baru lahir. Gejala tetanus neonatal termasuk lekas marah, menurunnya kemampuan mengisap, kesulitan mengunyah dan menelan.

Kuman atau bakteri bisa masuk melalui:

  • Luka tusuk
  • Luka bakar
  • Sakit gigi
  • Ulkus
  • Penyuntikan ilegal
  • Pembedahan elektif
  • Cedera remuk

Pengobatan Tetanus

Langkah awal untuk mengobati tetanus adalah membersihkan luka dengan cara menghilangkan kotoran, benda asing dan jaringan mati jika ada, terlebih lagi kalau lukanya yang dalam dan kotor. Hal ini penting sebagai langkah awal untuk mencegah pertumbuhan spora tetanus.

Image result for pengobatantetanus

Hal yang juga penting ialah pemberian suntikan vaksin TT (Tetanus Toxoid) untuk yang mengalami luka dalam dan kotor, jika suntik imunisasi TT terakhir lebih dari lima tahun yang lalu atau tidak tahu kapan. Proses vaksinasi ini harus dijalani dalam 5 tahap, yaitu pada usia 2, 4, 6, 18 bulan dan 5 tahun. Vaksin ini kemudian akan diulangi pada saat anak berusia 12 tahun yang berupa imunisasi Td. Namun, DTP termasuk imunisasi yang tidak dilisensikan bagi anak berusia 7 tahun ke atas, remaja serta dewasa.

Untuk wanita, imunisasi TT  sebaiknya diberikan 1 kali saat sebelum menikah dan 1 kali pada saat hamil. Tujuan imunisasi ini adalah untuk mencegah tetanus pada bayi yang baru lahir. Selain vaksinasi, pencegahan tetanus juga dapat dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan.

Obat tetanus

Antitoksin (Anti Tetanus Serum atau ATS). Saat ini tersedi antitoksin tetanus, seperti tetanus immune globulin. Namun, antitoksin ini hanya dapat menetralkan racun yang belum terikat jaringan saraf.
Antibiotik. Antibiotik diperlukan untuk membunuh bakteri penyabab tetanus, baik diberikan secara oral (diminum) atau dengan suntikan (umumnya).
Obat penenang. Dokter umumnya menggunakan obat penenang kuat untuk mnegndalikan kejang otot, contohnya diazepam.
Vaksin. Sekali mengalami tetanus tidak membuat seseorang kebal terhadap serangan beriikutnya. Jadi, ia harus menerima vaksin tetanus untuk mencegah infeksi tetanus di kemudian hari.

Demikianlah penjelasan tentang tetanus ini, pada intinya adalah tetaplah selalu menjaga kebersihan dan harus hati-hati agar tidak terkena infeksi ini. Semoga bermanfaat.